Beberapa Pelatih Terkenal Berdarah Indonesia

Legenda-sepakbola.web.id – Meskipun ia bukan warga negara Indonesia, beberapa instruktur ini telah membuat Indonesia bangga. Mengapa mereka adalah pelatih yang berasal dari Indonesia dan telah berlatih dengan sukses di klub mereka? Berikut beberapa nama pelatih:

1. Jos Luhukay
Jos Luhukay juga merupakan pelatih asal Belanda keturunan Indonesia. Ayah Josh adalah orang keturunan Ambon, sedangkan ibunya berasal dari Belanda. Pengalamannya di bangku teknik sudah dimulai sejak 20 tahun lalu dengan menangani tim divisi rendah Jerman, SV Straelen. Sejumlah klub raksasa Jerman pernah menggunakan jasa mantan asisten Jupp Heynckes tersebut. Diantaranya Borussia Mönchengladbach, FC Augsburg, Hertha Berlin, dan VFB Stuttgart. Pada Januari 2018, Luhukay didapuk menjadi pelatih kepala klub divisi 2 Liga Inggris, Sheffield Wednesday. Bahkan berkat tangan dingin dirinya, Sheffield Wednesday sempat menahan imbang klub Liga Primer Inggris, Swansea City 0-0 di babak kelima Piala FA Februari lalu.

2. Andre Wetzel
Pelatih asal Belanda kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 66 tahun silam ini tak terlalu diekspos saat masih menjadi pemain. Wetzel lebih sering memperkuat klub-klub Belanda, seperti HFC Haarlem, FC Amsterdam, ADO Den Haag, dan SC Telstar. Dia pensiun jadi pemain pada tahun 1981. Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 1997 bergabung dengan ADO Den Haag sebagai asisten pelatih. Wetzel juga pernah menjadi pelatih muda Timnas Belanda dan pemandu bakat Feyenoord Rotterdam. Karier terbaiknya saat menjadi pelatih adalah saat mengantarkan VVV-Venlo promosi ke kasta tertinggi Liga Belanda atau Eredivisie di musim 2006/07. Pelatih bertangan dingin ini juga sempat berkarier di Asia menjadi pelatih klub Uni Emirate Arab, Al- Jazira. Kini, Witzel masih aktif menjadi pelatih klub kasta ketiga Belanda, AFC Amsterdam.

Baca juga :

3. Giovanni van Bronckhorst
Bukan rahasia lagi jika mantan pemain Barcelona dan Arsenal ini punya darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya. Van Bronckhorst memiliki darah Indonesia berasal dari ibunya yang berasal dari Maluku Tengah bernama Fransien Sapulette. Usai memutuskan gantung sepatu pada 2010 silam, Van Bronckhorst mengawali karier kepelatihannya dengan menjadi asiten pelatih Timnas Belanda U-21 dari tahun 2010 sampai 2011. Setelah itu, Van Bronckhorst kembali ke klub masa kecilnya, Feyenoord, juga sebagai asisten pelatih. Pada tahun 2015, Van Bronckhorst naik jabatan sebagai pelatih kepala Feyenoord. Prestasi pelatih berusia 43 tahun di Feyenoord bisa dibilang sangat cemeralng. Di musim 2016/17, dia berhasil membawa Feyenoord meraih gelar Liga Belanda setelah 18 tahun lamanya.