Legenda Ac Milan Andrea Pirlo

Legenda-sepakbola.web.id – Menyebut nama Andrea Pirlo, tentu saja yang melekat di benak pecinta sepak bola adalah AC Milan. Tak salah, sebab sebagai pesepakbola profesional pemain yang identik dengan nomor punggung ’21’ ini menemukan puncak permainannya di klub berjuluk Rossoneri itu.

Sebuah platform bernama SBOBET88 Mobile sengaja dikembangkan khusus untuk mempermudah pencinta judi bola Indonesia untuk mengakses taruhan judi bola dan berbagai jenis taruhan lainnya yang terdapat pada SBOBET.

10 tahun bersama AC Milan (2001-2011), Pirlo menjelma menjadi pemain tak tergantikan di klub yang bermarkas di San Siro tersebut. Ia telah memenangkan berbagai gelar bersama AC Milan, di antaranya dua gelar Liga Champions UEFA (2003 dan 2007), dua Piala Super Eropa (2003 dan 2007), dua titel Serie A (2004 dan 2011), satu Piala Dunia Antarklub FIFA (2007), dan Coppa Italia (2003).

Performa menawan Pirlo bersama AC Milan pun terbawa ke tim nasional Italia. Ia mulai memperkuat Gli Azzurri di turnamen resmi sejak Euro 2004. Puncaknya, Pirlo menjadi kreator permainan Italia saat menjadi juara Piala Dunia pada 2006.

AC Milan, memang bukanlah klub profesional pertama Pirlo. Ia mengawali karirnya di Brescia di usia 16 tahun pada musim 1995/1996, dan bermain selama tiga musim. Dari Brescia, pelatih Inter Milan saat itu, Mircea Lucescu, kemudian tertarik memboyong Pirlo ke Giuseppe Meazza.

Di Inter, kharisma Pirlo sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia belum terlihat. Malah, selama dua musim Inter lebih memilih meminjamkannya ke klub semenjana, Reggina dan Brescia.

Menariknya, setelah tiga musim berkostum Nerazzuri, Pirlo kemudian malah dilego ke tim sekota Inter Milan, AC Milan. Klub yang kemudian menemukan kemampuan terbaik Pirlo.

Adalah Carlo Ancelotti yang menemukan posisi terbaik Andrea Pirlo dengan menempatkannya sebagai deep-lying playmaker. Ini membuat Pirlo menemukan penampilan terbaiknya. Ketenangannya dalam mengolah bola, mengatur serangan, dan umpan-umpan akurat menjadikan Pirlo sebagai sentral permainan AC Milan.

Baca Juga : Beberapa Fakta Mengenai Legenda Ricardo Kaka

Dalam hal tendangan bebas, nama Pirlo pun sejajar dengan spesialis tendangan bebas seperti David Beckham, Alessandro Del Piero, maupun Juninho Pernambucano. Nama terakhir adalah inspirasi Pirlo dalam urusan eksekusi tendangan bebas.

Namun, cerita indah Pirlo bersama AC Milan berakhir di 2011. Saat itu, Pirlo yang sudah berumur 32 tahun dinilai sudah tak dibutuhkan lagi dalam skuat pelatih AC Milan saat itu, Massimiliano Allegri, yang memilih meremajakan skuadnya.

Gayung bersambut. Pesona Pirlo yang mulai menua tak menyurutkan manajemen Juventus untuk menggaet sang pemain. Juve yang tengah membangun skuad saat itu bersama pelatih baru Antonio Conte membutuhkan peran Pirlo sebagai ‘komposer’ permainan Juventus di sektor gelandang.

Hasilnya, ekspektasi Juve terbayar. Musim pertamanya bersama ‘Si Nyonya Tua’ di musim 2011/2012, Pirlo yang didatangkan dengan status free transfer alias gratis itu menjadi inspirasi Juventus meraih scudetto pertama setelah hukuman kasus Calciopoli pada musim 2006/2007.

Empat musim di Kota Turin, Pirlo mempersembahkan empat titel scudetto, satu Copa Italia, dan dua Piala Super Italia. Meski gagal meraih trofi Liga Champions di musim terakhirnya bersama Juventus (2014-2015), The Silent Leader terlanjur meninggalkan kesan di hati pendukung “Si Nyonya Tua’.

Pirlo pun memutuskan mengakhiri karir panjangnya di sepak bola setelah bermain dua musim bersama klub Major League Soccer (MLS), New York City FC. Yah, meski namanya tercatat sebagai legenda AC Milan, Pirlo tetap menyisakan cinta bagi pendukung Juventus.