Legenda Sepakbola Carles Puyol

Legenda Sepakbola Carles Puyol – Mantan pemain sepak bola yang bermain sebagai pemain belakang tim nasional sepak bola Spanyol yang bertinggi badan 178 cm. Sebelum pensiun Carles Puyol hanya bermain di FC Barcelona dan pernah mengemban tugas sebagai kapten FC Barcelona.

“El Capita” Carles Puyol mulai bermain sepak bola untuk klub kota kelahirannya Catalonia sebagai seorang penjaga gawang. Namun, setelah mengalami cedera dengan bahunya, ia beralih menjadi seorang penyerang. Dia mengatakan bahwa pada masa mudanya orang tuanya pesimis ia akan menjadi seorang pemain sepak bola handal dan lebih mendorongnya untuk sekolah dan belajar.

Pada tahun 1995, ia bergabung dengan FC Barcelona Junior di La Masia dan beralih posisi lagi, untuk bermain sebagai gelandang bertahan, dua tahun kemudian, ia mulai bermain untuk tim B klub itu, menempati posisi bek kanan.

Ia menjabat sebagai kapten tim paling lama untuk kubnya Barcelona setelah mengambil alih dari Luis Enrique pada bulan Agustus 2004, ia bermain di lebih dari 500 pertandingan resmi untuk tim dan memenangkan 18 pertandingan utama, terutama 5 La Liga dan 3 Liga UEFA Champions.

Julukan Puyol yang disebut sebagai “El Capita” (sang kapten) bukan main main. Puyol memenangkan trofi pertamanya untuk Spanyol pada 15 November 2000 melawan Belanda, Ia bermain untuk negaranya pada Olimpiade 2000, Piala Dunia 2002, UEFA Euro 2004, Piala Dunia 2006, Euro 2008, Piala Konfederasi FIFA 2009 dan Piala Dunia 2010.

Baca Juga :

Pada tahun 2014 silam,Puyol memutuskan untuk pensiun di Barcelona disaat umurnya yang ke-35.Dia juga sempat menjadi direktur olahraga Barcelona,namun tidak lama berselang dia mengundurkan diri.

Namun, tahukah Anda bahwa setahun sebelum Puyol melakukan debut pada 2 Oktober 1999, pihak kesebelasan Barcelona menerima tawaran transfer dari Malaga untuk memboyong Puyol? Akan tetapi, Puyol menolak mentah-mentah tawaran tersebut karena ia percaya bisa menembus tim utama Blaugrana. Kepercayaannya tersebut makin menguat setelah melihat sahabatnya, Xavi Hernandez, mampu menjalani debut di bawah kepelatihan Van Gaal pada 18 Agustus 1998 lalu.

Xavi Hernandez memang menjadi sahabat sejati Carles Puyol baik di lapangan maupun di luar lapangan. Momen terbaik keduanya jelas terlihat saat tendangan bebas Xavi berhasil disambar oleh tandukan Puyol ke gawang Casillas pada laga El Clasico. Sebagai pengingat, Barcelona berhasil situs judi sbobet online memenangkan laga tersebut dengan skor akhir 2-6. Begitu pula saat Spanyol berhasil mengalahkan Jerman di laga semifinal Piala Dunia 2010 berkat tendangan pojok Xavi.

Kini, Xavi dan Puyol sudah memilih jalan sendiri-sendiri pasca mengukuhkan diri sebagai pemegang caps terbanyak di kubu Blaugrana dengan total 767 caps milik Xavi dan 593 milik Puyol. Urusan gelar, bagi Puyol sudah tak ada yang meragukannya lagi. Bahkan ia sendiri mengakui dan bangga karena sanggup memimpin Barca yang berhasil menjadi pengubah sejarah klub yang tentunya akan dikenang sepanjang masa.