Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane – Ia dikenal sebagai maestro sepakbola dan juga pelatih terbaik di dunia saat ini. Ia merupakan manager dari tim Real Madrid. Prestasi terbaiknya saat ini adalah membawa klub asuhnya yakni Real Madrid menjadi juara liga Champions Eropa sebanyak tiga kali berturut turut yang belum pernah dilakukan oleh pelatih manapun di Eropa.

Nama aslinya adalah Zinedine Yazid Zidane. Ia lahir di Marseille, Perancis, 23 Juni 1972, dengan nama panggilan Zizou. Ia merupakan mantan pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair. Ayahnya bernama Smail Zidane dan ibunya bernama Malika Zidane. Ia juga memiliki empat orang saudara.

Zidane diketahui sebagai pemain sepakbola beragama Islam. Namun dalam sebuah wawancara tahun 2014, ia mendeskripsikan dirinya sebagai ‘non-practising Muslim‘ seperti yang dikutip dari theguardian.com.

Zidane dikenal dengan Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola, mempersulit pemain lawan untuk merebut bola darinya. Zidane memiliki empat anak, hasil pernikahannya dengan Véronique Zidane (kelahiran Lentisco), seorang mantan pedansa Perancis dan model Spanyol.

Masa Kecil

Zidane dibesarkan di La Castellane. Walaupun lahir di Marseille, Zizou belum pernah bermain untuk Olympique de Marseille. Karir Zizou dimulai pada usia 14 tahun, bakat anak imigran Aljazair ini ditemukan oleh seorang pencari bakat dan mendapat tempat di Akademi AS Cannes.

Dalam biografi Zinedine Zidane, diketahui selama di liga Prancis, Zizou bermain untuk AS Cannes dan Girondins Bordeaux, sebelum dibeli oleh Juventus sebesar £3 juta. Di Juventus karirnya berkembang dengan pesat.

Pemain Sepakbola Termahal

Pada tahun 2001, Zizou ditransfer dari klub Italia, Juventus F.C. ke Real Madrid untuk kontrak selama 4 tahun dengan biaya transfer sebesar €66 juta, membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia.

Ia mencetak gol kemenangan 2-1 melawan klub Jerman, Bayer Leverkusen pada 2001-2002 Final Champions League di Glasgow di Hampden Park.

Tahun 2004 setelah Piala Eropa 2004 berakhir, Zidane memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional. Namun saat Perancis mengalami kesulitan untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2006, Zidane mengumumkan pada Agustus 2005 bahwa ia akan kembali bermain di tim nasional.

Pensiun Sebagai Pemain Sepakbola

Zidane memutuskan bahwa ia akan mundur setelah Piala Dunia 2006 berakhir. Pada tanggal 25 April 2006, Zizou secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari klub dan tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.

Pada tanggal 7 Mei 2006 Zizou memainkan pertandingan terakhir sebagai tuan rumah untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu. Pemain Real Madrid memakai baju kaos khusus yang bertuliskan “Zidane 2001-2006″ tertulis di bawah logo klub. Pertandingan ini melawan Villarreal CF dengan hasil akhir seri 3-3.

Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, ia tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan permainan terbaiknya di babak berikutnya.

Namun, karir Zidane harus berakhir buruk saat ia dikartu merah oleh wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final piala dunia akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.

Zidane terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006 versi FIFA dan para wartawan yang meliput ajang tersebut dengan mendapat 2012 poin.

Pemain Terbaik FIFA

Kapten Italia Fabio Cannavaro di posisi dua dengan 1977 poin dan pemain Italia lainnya, Andrea Pirlo di posisi tiga dengan 715 poin. Alasan ia dipilih menjadi pemain terbaik karena berhasil menampilkan penampilan yang menawan.

Ia juga serta menunjukkan kepemimpinan yang baik dalam membawa Perancis hingga ke babak final. Gelar yang telah Zidane persembahkan kepada Perancis dan klubnya selama ini, antara lain : Piala Dunia (1998), Piala Eropa (2000), Liga Champions (2001/2002), Piala Toyota (1996 dan 2002), Seri A (1996/1997 dan 1997/1998), La Liga (2002/2003), dan Runner Up Piala Dunia (2006).

Dalam biografi Zinedine Zidane, diketahui ia pernah tiga kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia (1998, 2000, 2003) dan sekali menjadi Pemain Terbaik Eropa (1998), serta sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia (2006).

Menjadi Asisten Pelatih

Setelah pensiun dari Sepakbola professiona, Zidane beralih profesi sebagai seorang pelatih. Kiprah awalnya ia mulai sejak tahun 2010 saat ditunjuk menjadi special adviser untuk tim utama Real Madrid di https://www.daftar-akunsbobet.us/

Setahun berikutnya Zidane diangkat sebagai direktur olahraga Real Madrid. Dan pada tahun 2013, Zidane ditunjuk menjadi asisten pelatih dari Carlo Ancelotti di Real Madrid.

Kemudian sejak 2014, Zidane mulai melatih Real Madrid Castilla (Real Madrid B) dimana putranya Enzo Zidane bermain disitu. Prestasinya cukup baik, ia membawa tim itu finis diposisi kedua di akhir musim.

Walaupun begitu ia sempat diterpa kabar tidak sedap. Ia diketahui belum mempunyai lisensi (Uefa Pro Licence) sebagai seorang pelatih.

Menjadi Pelatih Real Madrid

Pada tahun 2016, Zidane resmi ditunjuk menjadi pelatih atau manager dari tim utama Real Madrid. Ia menggantikan Rafael Benitez yang dipecat oleh Real Madrid.

Pada awal melatih tim utama Real Madrid tahun 2016, Zidane berhasil membawa tim tersebut merengkuh gelar empat gelar yakni gelar la liga, juara liga champions eropa, UEFA Super Cup serta Piala Dunia Antar Klub.

Pelatih Terbaik Real Madrid

Tahun berikutnya yahkni 2017, Zidane berhasil membawa kembali Real Madrid menjadi juara liga Champions Eropa. Sebuah rekor baru bagi seorang pelatih Eropa. Ia juga membawa real madrid memperoleh gelar Super Eropa tahun 2017.

Kemudian di tahun 2018, Zidane berhasil membuat rekor fantastis yakni kembali membawa Real Madrid menjadi juara liga champions tiga kali berturut-turut. Suatu prestasi terbaik yang belum pernah diraih oleh para pelatih manapun di benua Eropa.

Amat wajar jika publik sepakbola memberinya gelar sebagai pelatih terbaik di dunia. Dan juga pelatih terbaik yang pernah dimiliki oleh Real Madrid.

Nama Lengkap : Zinédine Yazid Zidane
Tanggal Lahir : 23 Juni 1972
Tempat Lahir : Marseille , France
Kebangsaan : Perancis
Tinggi Badan : 185cm
Berat Badan : 78kg
Posisi : Offensive Midfielder

Diego Maradona

Diego Armando Maradona

Diego Armando Maradona – Sang Legenda Hidup sepak bola dunia asal Argentina tahun ’80-an ia adalah Diego Armando Maradona lahir 30 Oktober 1960 di kota Buenos Aires Argentina. Maradona di lapanagan menempati posisi sebagai Supporting Striker dan Attacking Midfielder. Maradona di masa itu menjadi idola masyarakat Argentina. Tetapi bukan hanya Argentina Dunia pun juga mengakui ia sebagai makhluk dari planet bumi yang mempunyai tarian khas saat di lapangan. Debutnya dimulai pada tahun 1976 bersama klub Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling. Yang pada tahun pertama bergabungnya dia langsung mempersembahkan trofi buat Boca Junior yaitu Campeonato Metropolitano.

Kemudian pada tahun 1982, ia dijual ke FC Barcelona dengan harga 3 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia. Namun baru beberapa lama bergabung, ia sudah harus istirahat sekitar setahun akibat tekel keras terhadapnya. Dan bersama klub catalan ini berhasil merebut Copa del Rey dan juga merupakan awal berkibarnya kiprah Sang Legenda di Eropa

Maradona lalu ditransfer ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan membawa tim tersebut menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990). Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA.

Pertunjukkan kehebatan Maradona adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina.

Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton.

Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol yang sangat buruk pula. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan “Tangan Tuhan”. Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005.

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, Maradona berhasil membawa Argentina menjadi finalis setelah mengalahkan tuan rumah Italia di babak semi final. Sayangnya pada partai puncak, Argentina dikalahkan oleh Jerman Barat dengan skor 1-0.
Penurunan karir dan pascakarir

Karirnya kemudian menanjak turun setelah itu. Ia terbukti melakukan doping pada tahun 1991 dan dilarang bermain selama 15 bulan. Setelah bebas, ia melakukan comeback bersama Sevilla namun dipecat setahun kemudian. Ia lalu kembali ke Argentina dan bermain bersama Newell’s Old Boys selama 5 pertandingan sebelum lagi-lagi dilarang bermain selama 15 bulan karena kembali diketahui doping saat Piala Dunia 1994 berlangsung.

Setelah sempat menjadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karir bermain bersama Boca antara tahun 1995 dan 1997, ia akhirnya pensiun pada 30 Oktober 1997.
Pada tahun 2004, Maradona hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Setelah keluar dari rumah sakit, ia melakukan operasi perut pada Maret 2005 untuk mengurangi beratnya. Pada Agustus 2005, ia memulai karir baru sebagai pemandu acara talk show.

Pada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Timnas Argentina. Dan, pada debutnya sebagai pelatih baru Tim Tango , Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1-0 di Glasgow . Maradona juga menunjuk Maxi Rodriguez , gelandang Atletico Madrid sebagai kapten baru timnas.

Nama Lengkap : Diego Armando Maradona Franco
Tanggal Lahir : 30 Oktober 1960
Tempat Lahir : Lanus, Argentina
Kebangsaan : Argentina
Tinggi Badan : 167cm
Berat Badan : 70kg

Pele

Pele

Pele – ia dikenal sebagai salah satu legenda sepakbola dunia yang berasal dari Brazil. Di lapangan hijau ia dijuluki sebagai The Black Pearl.

Ia memiliki teknik tinggi dalam permainan sepakbola serta banyak prestasi yang ia sudah torehkan selama sebagai pemain sepakbola membuat namanya kemudian dikenang sebagai salah satu legenda sepakbola dunia.

Legenda sepakbola satu ini terlahir dengan nama lengkap Edson Arantes Do Nascimento, Ia merupakan anak dari Dodinho (ayah), Dona Celeste Arantes (ibu).Ia memiliki dua orang saudara kandung bernama Maria Lúcia Nascimento dan Zeca Nascimento. Bakat Pele pertama kali ditemukan oleh mantan pemain Brasil Waldemar de Brito. Kala itu usia Pele baru menginjak 11 tahun.

Memulai Karir Sepakbola

Di bawah asuhan Waldemar, pria kelahiran Tres Coracoes, 23 Oktober 1940 ini tumbuh menjadi pemain yang luar biasa. Menginjak usia 15 tahun Pele mulai direkrut ke klub Santos.

Cukup satu tahun ia langsung mengawali debut di Santos dengan sebuah gol saat klubnya bertemu Corinthians, September 1956. Kala itu publik sepakbola Brasil menyakini bahwa legenda sepakbola dunia telah lahir.

Menjuarai Piala Dunia Pertama Kali

Di usianya yang ke-17, Pele memulai debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang sama juga Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele menjadi pemain termuda yang mampu menjaringkan 6 gol dalam ajang Piala Dunia.

Pele menjaringkan gol kemenangan saat melawan Wales, mencetak hattrick saat melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol lagi saat Brasil membungkam tuan rumah Swedia 5-2 di final.

Cedera serius yang dialami saat bermain di partai pembuka melawan Meksiko membuat Pele harus puas menyaksikan kejayaan rekan-rekan setimnya saat keluar sebagai juara di Piala Dunia 1962.

Menjadi bintang besar dan dianggap sebagai pemain berbahaya di dunia membuat gerak-gerik Pele selalu diawasi oleh setiap lawannya.

Cedera serupa juga dialami Pele saat tampil di Piala Dunia 1966. Ironisnya tanpa kehadiran Pele, saat itu Brasil mengalami nasib tragis karena harus tersingkir di babak awal.

Pele harus menunggu sampai Piala Dunia 1970 diselenggarakan. Saat itu obsesinya untuk membawa Brasil memboyong tropi Jules Rimet untuk selamanya akhirnya menjadi kenyataan.

Membawa Brazil Juara Piala Dunia

Bersama Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto, Pele sukses menjadi pemain pertama yang mampu merasakan tiga kali menjadi juara dunia.

Dalam partai final pada Piala dunia 1970 itu juga Pele mampu melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil selama mengikuti Piala Dunia.
Sang Legenda Sepakbola

Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times dalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana anda mengeja Pele? G-O-D (T-U-H-A-N/red)”.

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pele telah 92 kali memperkuat Brasil dalam partai internasional dengan koleksi 77 gol.

Prestasinya di klub bersama Santos di Liga Brasil (1956-1974) maupun bersama New York Cosmo di Liga Amerika (1975-1977) juga sangat spektakuler.

Bersama Santos, Pele 11 kali menjuarai kompetisi Sao Paulo, 6 kali juara Piala Brasil, 2 kali juara Copa Libertadores serta 11 kali menjadi topskor di kompetisi Sao Paulo. Secara keseluruhan Pele telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan.

Bahkan setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana.

Duta PBB dan UNICEF

Sejak memutuskan pensiun dari sepakbola, Pele yang kini menjabat sebagai duta besar keliling Brasil sering menjadi duta untuk mempromosikan negaranya. Dia juga menjadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF.

pele adalah satu-satunya pemain yang merasakan tiga kali mengangkat tropi Piala Dunia, pemain paling jenuis yang pernah terlahir di muka bumi. Ia dijuluki sebagai pesepakbola paling sempurna. Setiap kali “Selecao” bermain cantik, orang pasti mengidentikannya dengan kehadiran si pemilik No. 10.

Nama Lengkap : Edison Arantes do Nascimento
Tempat Lahir : Três Corações, Brazil
Tanggal Lahir : 23 Oktober 1940
Tinggi Badan : 176cm
Posisi : Centre Forward

Gabriel Omar Batistuta

Gabriel Omar Batistuta

Gabriel Omar Batistuta – Salah satu legenda Sepak bola asal Argentina merupakan salah satu penyerang terbaik di Dunia. Lahir di kota Avellaneda, Santa Fe Argentina 1 Februari 1969 dari pasangan Omar Batistuta dan Gloria Zilli. Menikah dengan Irina Fernandez pada tanggal 28 Desember 1990 dikarunia 4 orang anak.
Karier

Newell’s Old Boys 1988
Memulai debut profesional sebagai pemain sepak bola tahun 1988 di klub sepak bola Newell’s Old Boys di Argentina dan mencetak tujuh gol dalam 24 pertandingan.

River Plate 1989
Pada pertengahan 1989, Batistuta melakukan suatu lompatan besar dengan pindah ke klub rival abadi Newell’s Old Boys yaitu River Plate, dimana di kulub ini ia mencetak 17 gol bagi klub, namun kebersamaan dengan tidak berlangsung lama.

Fiorentina 1991
Pada saat bermain untuk Argentina tahun 1991 dalam Copa America, wakil presiden Klub Fiorentina terkesan dengan kemampuan Batistuta, Batistuta mengawali karier di Italia dan mencetak 13 gol di musim pertamanya. Namun musim berikutnya pada musim 1992-1993 Fiorentina tersingkir dari Serie A dan degradasi serie B meskipun batistuta mencetak 16 gol. Namun di musim berikutnya Fiorentina kembali serie A setelah menjadi juara musim serie B. Selama membela Fiorentina Batistuta menjelma menjadi seorang predator yang haus gol di depan gawang lawan, dari sinilah Batistuta mendapat julukannya yaitu “Batigol”. Namun sebagai seorang pesepak bola profesional Batistuta menginginkan trofi juara liga dan trofi-trofi yang lain yang belum dia dapatkan selama membela Fiorentina.

AS Roma 2001
Karena keinginan untuk mendapatkan trofi juara, akhirnya Batistuta memberikan kesepakatan dengan klub AS Roma dengan nilai yang cukup fantastis untuk seorang penyerang yang sudah berusia 30 tahun. Namun keinginan meraih trofi dan kenyakinan klub AS Roma dengan kemampuan Batigol, membuahkan hasil yang manis buat AS Roma dan Batistuta. AS Roma meraih Scudetto pertama kalinya sejak 1983 dan batistuta meraih trofi Liga nya.

Internasionale Milan – Al Arabi 2003
Di klub ini penampilan batistuta semakin menurun, setelah melewati musim kedua yang cukup berat bersama AS Roma. sebelum pensiun dari Sepak bola ia meninggalkan Italia untuk Qatar pada tahun 2003, bergabung dengan Al-Arabi dengan status bebas transfer dalam sebuah kesepakatan senilai $ 8 juta. Batistuta mengakhiri musim dengan mencetak 25 gol, sehingga melampaui rekor gol terbanyak, yang sebelumnya dipegang oleh legenda Qatar Mansour Muftah.

Nama Lengkap : Gabriel Omar Batistuta
Tanggal Lahir : 01 Februari 1969
Tempat Lahir : Reconquista , Argentina
Kebangsaan : Argentina
Tinggi Badan : 183 Cm
Berat Badan : 83kg
Position : Centre Forward

Javier Adelmar Zanetti

Javier Adelmar Zanetti

Javier Adelmar Zanetti – Legenda Sepak bola Javier Aldamer Zanetti lahir di Buenos Aires, Argentina 10 Agustus 1973. Anak dari pasangan Rodolfo Zanetti dan Violeta Bonnazola. Saat remaja Zanetti mencoba berlatih di akademi Sepak bola milik klub Idependiente. Zanetti menjadi salah satu dari legenda Sepak Bola bagi tim yang di belanya selama 19 tahun yaitu Inter Milan dan setelah memutuskan pensiun dari sepak bola sekarang ini Zanetti menjabat sebagai Vice President dari Klub Inter Milan.

Karier Sepak Bola

Talleres RE
Setelah penolakannya dari Independiente, Zanetti bergabung dengan Talleres de Remedios de Escalada, tim dari divisi dua Liga Argentina. Bersama Talleres, ia memainkan 33 pertandingan dan mencetak satu gol dalam satu musim bersama tim tersebut, sebelum pindah pada 1993 ke klub Divisi Pertama Banfield.

Banfield
Zanetti yang berusia 20 tahun melakukan debut untuk Banfield pada 12 September 1993 dalam pertandingan kandang melawan River Plate. Dia mencetak gol pertamanya 17 hari kemudian melawan Newell’s Old Boys dalam pertandingan yang berakhir 1–1. Penampilannya yang luar biasa untuk Banfield mendapatkan popularitas dari penggemar El Taladro dan juga membuatnya mendapat panggilan dari tim nasional. Raksasa divisi pertama River Plate dan Boca Juniors berminat tetapi Zanetti memutuskan untuk bertahan selama satu tahun lagi di klub. Pada tahun 1995, bersama dengan sesama Argentina Sebastián Rambert, ia pindah ke Internazionale Italia, dan menjadi pembelian pertama dari pemilik klub baru Massimo Moratti.

Inter Milan
Bergabung dengan Inter Milan ada satu pencapain terbesar dalam karier sepak bola dari Zanetti, kenapa demikian, dengan Inter Milan Zanetti menghabiskan 19 musim disana dan membuat 858 penampilan di semua kompetisi, dari 19 musim tersebut Zanetti memenangkan 16 piala, 15 diantaranya Zanetti menjadi kapten tim dengan trofi Piala UEFA pada tahun 1998, 2005, 2006, 2010 dan 2011 Coppa Italia, 2005, 2006, 2008 dan 2010 Supercoppa Italiana, 2005 –06, 2006–07, 2007–08, 2008–09 dan 2009–10 Scudetti dan Liga Champions UEFA 2009–10.

Argentina
Zanetti melakukan debut untuk Argentina pada 16 November 1994 melawan Chili di bawah pelatih Daniel Passarella. Dia mewakili negaranya di Piala Dunia FIFA 1998 dan 2002, dan juga bagian dari tim yang memenangkan medali perak di Olimpiade Musim Panas 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Dengan total menjalani 143 penampilan untuk negaranya.

Nama Lengkap : Javier Aldamer Zanetti
Tempat Lahir : Buenos Aires , Argentina
Kebangsaan : Argentina
Tinggi Badan : 178 cm
Berat Badan : 75kg
Posisi : Left Back , Right Back

1 2 3