Momen Terbaik Kenny Dalglish Bersama Liverpool

Momen Terbaik Kenny Dalglish Bersama Liverpool

Legenda-sepakbola.web.id – Bagi para penggemar​ Premier League terlebih Liverpool, nama Kenny Dalglish hampir pasti menjadi idola bagi mereka semua. Saking luar biasanya performa Dalglish, para fans memberi julukan King Kenny kepada pria yang kini berusia 67 tahun tersebut.

Datang dari Celtic pada tahun 1977 ke ​Liverpool, banyak ekspektasi disematkan kepadanya. Apalagi dirinya mengenakan jersey nomor 7, yang sebelumnya dikenakan oleh sang legenda, Kevin Keegan. Namun, Dalglish membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya memang layak menyandang nomor keramat tersebut.

Tidak hanya sukses sebagai pemain, dia juga sukses memantapkan diri sebagai manajer legendaris bagi The Reds. Berikut kami rangkum, momen terbaik Kenny Dalglish bersama Liverpool.

Tidak dapat dimungkiri, musim perdana Dalglish bersama The Reds memang berjalan di luar perkiraan. Sukses mencetak gol di laga debutnya, dirinya secara total mencetak 31 gol di Liga Inggris sepanjang musim 1977/78.

Namun, satu gol yang pastinya tidak akan dilupakan oleh fans adalah kala dirinya menjadi penentu kemenangan The Reds atas klub Belgia, Club Brugge, melalui golnya di final European Cup 1978. Gelar Eropa 1978 bagi King Kenny ini pun menjadi yang pertama, mengingat dirinya juga sukses membawa Liverpool memenangi gelar yang sama di tahun 1981 dan 1984.

Menghancurkan Tottenham 7-0 Tahun 1978

Tidak banyak tim yang mampu menantang Liverpool di Anfield, namun Tottenham menjadi salah satu kandidat kuat di masanya. Apalagi, mereka diperkuat oleh dua pemenang Piala Dunia 1978 bersama Argentina, Osvaldo Ardiles dan Ricardo Villa.

Namun, pada laga yang dihelat bulan September 1978 justru berakhir di luar dugaan. The Reds sukses menampilkan aksi terhebat mereka dengan memberondong gawang Spurs sebanyak tujuh gol. King Kenny sendiri menjadi sumber kehancuran tim tamu kala dirinya mencetak dua gol, dan memberikan assisti untuk dua gol lainnya.

Baca Juga : Frank Lampard dan Legenda Lain yang Jadi Pelatih di Mantan Klubnya

Memenangi Gelar Liga Inggris Musim 1985/86

Di musim 1985/86, Kenny Dalglish didaulat untuk mengisi dua peran di Liverpool, yakni sebagai pemain sekaligus manajer. Namun, Dalglish nampak tidak terpengaruh dan masih mampu menjalani keduanya dengan gemilang.

Hal itu ditunjukkan dengan dirinya yang sukses mengantarkan Liverpool memenangi gelar Liga Inggris di musim tersebut. Mereka sempat tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen sementara, Everton, namun, inkonsistensi The Toffees serta kebangkitan The Reds, membuat gelar harus diperebutkan hingga pekan terakhir.

Dalglish pun akhirnya sukses mengunci gelar di pekan terakhir setelah membawa Liverpool menang melawan Chelsea, melalui gol yang ditorehkan oleh Dalglish sendiri. Kesuksesan tersebut sekaligus membuat pria Skotlandia tersebut menjadi pemain-manajer pertama yang sukses meraih gelar di kancah sepak bola Inggris.

Meraih Double Winners di Wembley Tahun 1986

Gagal meraih gelar Liga Inggris 1985/96, Everton memiliki kesempatan untuk melakukan balas dendam kala The Toffees bertemu Liverpool di final FA Cup 1986. Mereka bahkan sempat unggul terlebih dahulu melalui aksi Gary Lineker di babak pertama.

Namun, semua berubah di babak kedua. Dalglish yang masih berperan sebagai pemain-manajer, sukses memimpin timnya mengembalikan keunggulan melalui aksi Ian Rush dan Craig Johnston yang membawa The Reds meraih double winners. Pencapaian itu sekaligus menambah deretan prestasi bersejarah Dalglish di musim 1985/86.

Frank Lampard dan 8 Legenda Lain yang Jadi Pelatih di Mantan Klubnya

Frank Lampard dan Legenda Lain yang Jadi Pelatih di Mantan Klubnya

Legenda-sepakbola.web.id – Frank Lampard melakukan comeback sensaional ke Chelsea. Legenda sekaligus top scorer Chelsea itu kembali ke Stamford Bridge bukan sebagai pemain, tapi mengisi kursi manajer.

Frank Lampard akan berkiprah di balik layar, bukan lagi pemeran utama di lapangan. Pemain yang besar di akademi West Ham United itu kembali berbekal pengalaman melatih selama setahun di Derby County.

Harapan besar mengiringi comeback Lampard ke klub yang dicintainya. Sebagai pemain, dia sangat dicintai suporter Chelsea. Pengabdian Super Frank selama 13 tahun di Stamford Bridge membekas kuat di benak dan hati pencinta klub.

Cerita seorang legenda kembali ke mantan klubnya untuk melatih bukan hal baru. Kisah serupa sudah sering dijumpai di kancah sepak bola dunia.

Hasilnya ada yang sukses, tapi ada juga yang begitu-begitu saja. Status legenda tak menjamin seseorang bakal sukses sebagai pelatih di klub yang pernah dibelanya.

Berikut ini legenda legenda selain Frank Lampard yang juga dikenal karena kembali ke klub lamanya sebagai pelatih,

Neil Lennon (Celtic)

Neil Lennon memperkuat Celtic sebagai pemain selama tujuh tahun, pada 2000 hingga 2007. Tiga tahun berselang, dia kembali ke markas Celtic, tapi sebagai pelatih.

Saat masih bermain, Lennon dikenal sebagai gelandang tangguh. Dia membantu Celtic mengusik Rangers dari puncak Liga Skotlandia. Selama bermain untuk Celtic, dia mempersembahkan tiga gelar juara liga.

Pada periode pertama, dia menangani Celtic hingga 2014. Lennon kemudian sempat bertualang menjadi pelatih di Bolton Wanderers dan Hibernian.

Roda nasib membawanya kembali ke Celtic pada Februari untuk menggantikan posisi Brendan Rodgers. Dia berhasil membawa Celtic meraih treble gelar domestik dengan status sebagai caretaker.

Lennon akhirnya dikontrak secara permanen pada Mei 2019.

Baca Juga : Hristo Stoichkov Si Pistol Barcelona dari Bulgaria

Glenn Hoddle (Tottenham Hotspur)

Glenn Hoddlle menghabiskan hampir mayoritas kariernya sebagai pemain di Tottenham Hotspur. Di sana dia memenangi dua trofi Piala FA dan gelar Piala UEFA. Total, Hoddle 12 tahun berkiprah bersama The Lilywhites.

Ketika Hodlle kembali ke White Hart Lane pada Maret 2001 sebagai manajer, fans Spurs menganggapnya sebagai momen besar dan istimewa.

Saat itu, Hoddle meninggalkan Southampton untuk menangani klub yang dicintainya. Namun, dia tak mampu mewujudkan harapan tinggi fans Tottenham.

Selama ditangani Hoddle, Tottenham hanya mampu finis di peringkat sembilan dan 10 Liga Inggris. Dia kemudian dipecat pada 2003.

Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United)

Ole Gunnar Solskjaer akan selamanya menjadi legenda Manchester United berkat golnya saat comeback sensasional atas Bayern Munchen pada final Liga Champions 1999.

Pria asal Norwegia itu ditunjuk menggantikan Jose Mourinho pada Desember 2018 sebagai caretaker. Solskjaer dengan cepat membangkitkan MU sehingga dihadiahi kontrak permanen pada Maret 2019.

Sayangnya, setelah itu MU malah terseok-seok. MU akhirnya menyudahi musim lalu di peringkat keenam Premier League dan gagal lolos ke Liga Champions.

Solskjaer kini menghadapi tantangan besar untuk merombak dan membangun kembali MU supaya lebih kompetitif pada musim depan.

Hristo Stoichkov Si Pistol Barcelona dari Bulgaria

Hristo Stoichkov Si Pistol Barcelona dari Bulgaria

Legenda-sepakbola.web.id – Hristo Stoichkov, Siapa yang tak mengenal nama pemain legendaris sepak bola dunia yang terkenal di era 1990-an ini. Maklum, nama dia muncul dari sebuah negara yang jarang melahirkan bakat-bakat istimewa yaitu Bulgaria.

Namun kala itu, Bulgaria jadi disegani gara-gara Stoichkov. Bulgaria pun sempat menembus semifinal Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat tapi kalah 0-4 dari Swedia.

Bersama Emil Kostadinov, Yordan Lechkov dan Krasimir Balakov, Hristo Stoichkov membentuk generasi emas Bulgaria. Setelah mereka semua pensiun dari sepak bola, Bulgaria tak lagi bersinar di kancah sepak bola Eropa maupun Piala Dunia. Bakat-bakat istimewa dari negara Eropa Timur itu pun sulit lagi ditemukan saat ini.

Stoickhov memulai karier dari klub kecil, Hebros pada 1983 dan 1984. Dia lalu mulai gabung klub besar di Bulgaria, CSKA Sovia sejak 1984 hingga 1990.

Penampilannya yang menonjol membuat Barcelona tertarik untuk merekrut pada 1990. Namun bukan prestasi yang diperlihatkannya, Stoichkov malah dihukum larangan bermain selama dua bulan pertama. Itu gara-gara menginjak kaki wasit.

Sejak itu, dia pun dikenal sebagai pemain yang temperamental. Untunglah, Stoichkov punya bakat yang istimewa sehingga bisa menutupi sifatnya yang kerap berapi-api saat berada di lapangan.

Dia mencetak 118 gol selama 7 musim di Barcelona. Dia juga menjadi fondasi bagi Johan Cruyff yang sukses merebut gelar juara La Liga selama empat musim beruntun pada 1990/1991 sampai 1993/1994.

Karena ketajamannya di Barcelona ini, dia pun mendapatkan julukan El Pistolero. Julukan ini kini disematkan kepada Luis Suarez di Barcelona, meski striker Uruguay itu juga kerap dijuluki “Si Gendut”. Meledak-ledak seperti pistol, julukan ini memang pantas didapatkan Stoichkov di masa itu.

Bersama Barcelona dia bergelimang prestasi dan trofi. Di Barcelona juga dia tumpahkan hati dan pikiran hingga kini meski berada di klub lain. Kecintaan Hristo Stoichkov kepada Barcelona tak pernah luntur.

Baca Juga : Pemain Terbaik Sepanjang Masa Barcelona

Duet Romario

Stoichkov tipikal pemain kreatif yang selalu diinginkan setiap klub. Soalnya, dia punya gaya bermain yang cepat, penuh determinasi dan garang saat menggunakan kaki kirinya.

Dia sebenarnya diposisikan sebagai striker. Namun dia juga pandai menjadi playmaker, apalagi dia mengenakan nomor 8, nomor yang biasa dipakai seorang gelandang serang.

Selama 5 musim di Barcelona, duetnya bersama Romario sering membuat ngeri lawan. Dominasi mereka sulit dihentikan sejak keduanya tampil bersama di musim 1993/1994 dan awal 1994/1995.

Ada momen dimana penampilan Stoickov-Romario membuat lawan bergidik. Itu terjadi pada 2 November 1994 saat Barcelona membantai Manchester United (MU) 4-0.

“Kami benar-benar dibantai di sini. Pada akhirnya, ini menjadi pengalaman yang penuh arti bagi kami karena sadar kualitas kami masih di bawah mereka,” ujar pelatih MU, Sir Alex Ferguson kala itu seperti dikutip Four Four Two.

Dalam pertandingan itu, Romario dan Stoichkov sama-sama mencetak gol. Sebulan setelah pertandingan itu, Stoickhov meraih gelar Ballon d’Or. Dia juga menjadi top scorer di Piala Dunia 1994 kala Bulgaria menembus semifinal.

“Kami tak bisa meredam kecepatan Stoickhov dan Romario. Mereka suka tiba-tiba muncul, itu pengalaman baru,” kata Ferguson.

Sayang di balik kehebatan duet Romario dan Stoickhov, tersimpan egoisme yang besar. Keduanya tak bertahan lama di Barcelona karena bentrok dengan sang pelatih, Johan Cruyff. Stoichkov pun kerap dijuluki si susu basi atau Mala Leche kala itu karena perangainya yang kerap meledak.

Anti Real Madrid

Kala bersitegang dengan Barcelona dan Cruyff, Stoichkov membuat kubu Real Madrid pasang radar. Mereka ingin memanfaatkan kekisruhan antara Stoickhov dengan Barcelona.

Namun Stoichkov bukanlah pengkhianat. Meski temperamental, dia bisa manfaatkan popularitasnya untuk meraih hati para cule, fans Barcelona. Seperti disebutkan sebelumnya, dia sudah terlalu cinta dengan Barcelona.

Ketertarikan Real Madrid pun langsung ditampiknya. Bahkan kebencian Stoickhov terhadap Real Madrid terkesan terlalu berlebihan. Debutnya di El Clasico diwarnai dengan aksi saat dia menginjak wasit sehingga dilarang tampil selama dua bulan.

Dia selalu mengobarkan bara-bara perang terhadap Real Madrid bahkan sampai sekarang. Saat melatih Timnas Bulgaria, dia sempat menendang bocah berusia 7 tahun gara-gara berkostum Real Madrid.

“Setiap laga melawan Real Madrid seperti hidup dan mati buat saya,” ujar Stoichkov.

Kontroversi menjadi bagian dari hidup Stoichkov. Meski begitu, dia bisa mempersembahkan 5 trofi La Liga pada 1990/1991,1991/1992, 1992/1993,1993/1994 dan 1997/1998.

Dia meraih trofi Liga Champions pada 1992 dan Piala Super Spanyol sebanyak tiga kali pada 1992, 1994 dan 1996. Piala Super Spanyol juga mengisi lemari trofinya pada 1992 dan 1997.

Piala Raja dan Piala Winner juga berhasil dipersembahkannya pada 1996/1997 yang menjadi masa-masa akhirnya bersama Barcelona. Sempat hijrah semusim ke Parma pada 1995/96, tapi kecintaannya membuat dia selalu pulang ke Barcelona pada 1996/1997 dan 1997/1998.

Cerita di Barcelona merupakan cerita tersukses di kariernya. Setelah itu, dia tak bisa lagi berbuat banyak di sepak bola termasuk kala menjadi pelatih. Dia selalu gagal dan hanya masa-masa itu yang membuatnya dikenang. Dan yang pasti, Barcelona selalu ada di pikiran Stoichkov.

Pemain Terbaik Sepanjang Masa Barcelona

Pemain Terbaik Sepanjang Masa Barcelona

Legenda-sepakbola.web.id – Barcelona tidak diragukan merupakan satu di antara klub terbaik di dunia pada saat ini. Klub yang berdiri pada tahun 1899 ini telah menjadi rumah bagi para pesepakbola andal. Bergabung bersama Barcelona dianggap sebagai penghargaan tertinggi oleh para pesepak bola.

Blaugrana telah mengoleksi 24 gelar La Liga dan lima trofi Liga Champions. Sementara itu, Raksasa asal Catalunya tercatat sebagai pemegang rekor pengoleksi gelar Copa del Rey terbanyak dengan 28 gelar.

Tak pelak Barcelona menjadi magnet tersendiri bagi para pemain hebat di dunia untuk bergabung. Banyak pemain terbaik dunia yang memaksa klub tempat mereka bernaung untuk mau melepas mereka ke Barcelona, yaitu Thierry Henry, Zlatan Ibrahimovic, Cesc Fabregas dan lainnya.

Tak hanya itu saja, Barcelona juga memiliki La Masia, akademi yang sukses mencetak banyak bintang berkelas dunia. Lionel Messi, Pedro Rodriguez, Thiago Alcantara, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta menjadi contohnya.

Sejak pertama berdiri, Barcelona telah melahirkan banyak pemain legenda. Berikut adalah pemain terbaik Barcelona sepanjang masa:

1. Lionel Messi

Lionel Messi merupakan satu di antara pesepakbola terbaik yang ada di dunia saat ini. Lima gelar Ballon d’Or dan empat gelar Liga Champions menjadi bukti ketangguhannya sebagai pesepakbola. Pemain asal Argentina ini merupakan top scorer klub sepanjang masa. Messi berhasil melewati sejumlah pemain legenda seperti Cesar Alvarez dan Laszlo Kubala.

2. Laszlo Kubala

Laszlo Kubala merupakan satu-satunya pemain Eropa yang pernah membela tiga negara, yaitu Cekoslovakia, Hungaria dan Spanyol. Kubala mencatatkan 256 penampilan pada turnamen kompetitif dan mencetak 194 gol. Ia berseragam Blaugrana dari tahun 1950 hingga tahun 1961 dan mempersembahkan empat trofi La Liga. Kubala kerap dibandingkan dengan Messi, karena mempunyai teknik dribel yang hebat pada zamannya.

Baca Juga : Striker Spanyol Terbaik Dalam Sejarah

3. Xavi Hernandez

Xavi Hernandez merupakan jenderal lapangan tengah terbaik yang pernah dimiliki oleh El Barca. Ia merupakan produk La Masia dan telah berada di klub sejak berusia 11 tahun. Xavi tumbuh dengan mengidolakan beberapa pemain Inggris seperti John Barnes, Paul Gascoigne dan Matt Le Tissier. Selama 17 musim membela Barcelona, Xavi mencatatkan 767 penampilan dan 85 gol. Ia turut mengantarkan Barcelona meraih delapan gelar La Liga dan empat gelar Liga Champions.

4. Ronaldinho

Ronaldinho pernah mendapat predikat sebagai pemain terbaik dunia karena peformanya yang memukau. Sebagai pesepak bola Brasil, Ronaldinho mempunyai teknik tinggi dalam mengolah bola, tidak jarang para penonton dibuat terpukau karena aksinya melewati beberapa pemain. Selain handal mendribel bola, Ronaldo juga mempunyai akurasi tinggi dalam mengeksekusi set pieces. Selama berseragam Barcelona, pemain asal Brasil ini mempersembahkan dua gelar La Liga dan satu gelar Liga Champions.

5. Rivaldo

Vitor Borba Ferreira atau yang lebih dikenal dengan panggilan Rivaldo pernah menjadi jantung permainan Barcelona pada periode 1997-2002. Rivaldo mempersembahkan dua gelar La Liga untuk Barcelona. Selain itu, ia juga meraih Ballon d’Or tahun 1999 saat masih berseragam Barcelona. Selama lima musim berseragam Blaugrana, Rivaldo mencatatkan 199 penampilan dan 106 gol.

6. Andres Iniesta

Andres Iniesta merupakan produk La Masia, sama seperti Messi dan Xavi. Iniesta bukanlah pencetak gol handal namun ia mempunyai spesialiasi dalam menghubungkan antar lini. Iniesta adalah sosok yang bersahaja dan jauh dari masalah. Ia hanya fokus terhadap performanya di lapangan agar bisa membantu Barcelona meraih hasil maksimal. Iniesta saat ini masih menjadi bagian penting dari Barcelona.

7. Hristo Stoichkov

Legenda Bulgaria, Hristo Stoichkov, pernah berada di Barcelona selama tujuh musim. Ia mempersembahkan delapan trofi (enam trofi La Liga & dua trofi Liga Champions) selama berseragam Barcelona. Ia mencatatkan 217 penampilan dan mencetak 105 gol.

Striker Spanyol Terbaik Dalam Sejarah

Striker Spanyol Terbaik Dalam Sejarah

Legenda-sepakbola.web.id – Dari masa ke masa, selalu ada striker Spanyol yang penampilannya menuai pujian dari publik internasional. Para striker tersebut tidak hanya piawai dalam mencetak gol, namun juga menyajikan permainan sepakbola yang indah dan enak ditonton. Beberapa dari mereka bahkan berhasil memenangkan penghargaan individual maupun berbagai trofi internasional bersama tim masing-masing.

Kami akan membahas profil singkat striker Spanyol terbaik dari masa ke masa, seperti Fernando Torres, Raul Gonzalez, hingga Emilio Butragueno. Di antara nama-nama legendaris ini, siapakah yang menurut anda layak disebut sebagai penyerang Spanyol terhebat?

1. Roberto Soldado

Roberto Soldado adalah seorang striker binaan Youth Academy Real Madrid. Gagal mendapat tempat utama di tim inti Madrid karena kalah bersaing dengan Karim Benzema dan Gonzalo Higuain, Soldado akhirnya memutuskan pindah dari klub tersebut pada tahun 2008. Keputusannya terbukti tepat, karena begitu dipercaya menjadi striker utama di Getafe dan Valencia, Soldado menunjukkan kualitasnya sebagai seorang striker. Ia akhirnya dibeli oleh Tottenham Hotspur pada tahun 2013 dengan nilai transfer yang sangat tinggi, 26 juta Poundsterling.

2. Diego Costa

Diego Costa adalah seorang pemain Brazil yang memutuskan berganti kewarganegaraan Spanyol. Ia pada awalnya dipersiapkan sebagai pelapis duet utama Atletico, Sergio Aguero dan Diego Forlan. Pemain ini mulai mencuri perhatian sejak dipercaya menjadi striker utama Atletico Madrid pada musim 2012-2013, musim di mana ia memiliki peran yang cukup penting dalam membantu Atletico menjuarai UEFA Cup dan Copa Del Rey.

Baca Juga : Legenda Gianluigi Buffon

3. Pedro Rodr�guez Ledesma

Pedro adalah seorang winger yang cepat, tajam, dan produktif dalam mencetak gol. Ia dipercaya menjadi andalan di lini depan Barcelona sejak tahun 2009, mendampingi Lionel Messi, Iniesta, Alexis Sanchez, dan David Villa. Pedro juga merupakan bagian vital dari tim Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Bersama Barcelona, Pedro sudah memenangkan dua gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, dan dua trofi FIFA Club World Cup.

4. Julio Salinas

Julio Salinas adalah striker Spanyol yang memiliki karakteristik sempurna sebagai seorang target man. Ia bertubuh tinggi besar, kuat, dan sangat efektif dalam mengubah peluang menjadi gol. Pemain ini menjadi bagian dari dream team Barcelona di akhir 1980-an bersama nama-nama besar lainnya seperti Jose Mari Bakero dan Begiristain. Selama memperkuat Barcelona dari tahun 1988 hingga 1994, Salinas memenangkan empat gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions.

5. Fernando Morientes

Duet Fernando Morientes dan Raul Gonzalez merupakan salah satu duet striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Real Madrid. Duet ini berperan besar dalam membawa Madrid memenangkan tiga trofi Liga Champions dan dua gelar La Liga. Ketika bermain untuk Madrid, Morientes selalu menunjukkan kualitasnya sebagai seorang striker, bahkan sempat menjadi top skorer Liga Champions tahun 2004. Setelah kecewa dengan manajemen Madrid yang mendatangkan Michael Owen, Morientes akhirnya memutuskan untuk pindah dari klub ini pada tahun 2005.

1 2