Pemain Depan Sepak Bola Terbaik

Pemain Depan Sepak Bola Terbaik – Dalam sepak bola posisi para pemain dibagi menjadi 4 bagian yaitu, gool eeper, defender, midfielder, dan forward. Tiap bagian memiliki tuagsnya masing-maisng. Kali ini kita akan membahas tentang Pemain Depan terbaik dalam Olahraga Sepak Bola:

1. Pele

pele

Tidak mengherankan bahwa Pelé adalah striker terbaik yang pernah ada, jika Anda hanya melihat statistik nya Anda akan melihat mengapa. Pemain Brasil ini mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan, jumlah yang belum diulang oleh setiap pemain hingga saat ini. Pelé mencetak gol dengan berbagai cara, selalu mencari peluang untuk menembak ke gawang. Dia adalah penyundul yang hebat meskipun ia bukan yang tertinggi, ia mencetak beberapa gol akrobat juga ia mencetak gol paling banyak, dengan tendangan yang sangat baik, Pelé bisa menendang dengan sangat baik menggunakan kedua kakinya.

2. Ference Puskas

ference pukas

Pemain Hungaria Puskás adalah striker hebat, ia memiliki salah satu penyelesaian terbaik dalam sejarah sepak bola. Ini membantunya mencetak banyak gol, ia mencetak 513 gol dalam 528 pertandingan. Sebagai kapten Hungaria Puskas mencetak 84 gol dalam 85 pertandingan, membantu mereka memenangkan medali emas di Olimpiade 1952, dan menembus final Piala Dunia FIFA tahun 1954.

3. Ronaldo

ronaldo

Ronaldo adalah striker hebat di akhir 1990-an dan awal 2000 an. Pada periode ini dia benar-benar tak terbendung, dia bisa mencetak gol dari posisi manapun setiap saat. Pemain asal Brasil ini selalu mencetak banyak gol di setiap tim dimana dia bermain. Pada Piala Dunia 2006 Ronaldo mencetak gol Piala Dunia ke-15 dan menjadi pemegang rekor mencetak gol terbanyak di Piala Dunia.

4. Diego Maradona

Diego Maradona 

Maradona hanya berada pada nomer empat, terkejut? Jangan terkejut di daftar ini adalah tentang striker terbaik yang pernah ada dan Maradona tidak lebih adalah gelandang serang, namun Maradona masih seorang finisher yang bagus, dia bisa mencetak gol dari posisi yang luar biasa, dengan tembakan yang luar biasa, tetapi ia juga menciptakan peluang skor entah dari posisi tidak mungkin dengan menggiring bola seperti mereka tidak ada. Ini membantunya mencetak banyak gol.

5. Eusebio

Eusebio

Eusebio, dijuluki “The Black Panther” adalah pemain besar pertama yang lahir di Afrika. Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Benfica dengan 638 gol dalam 614 pertandingan. Eusebio dikenal dengan Portugal di Piala Dunia 1966 di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 9 gol.

6. Marco Van Basten

Marco Van Basten

Pahlawan Ajax dan Milan, van Basten adalah striker hebat. Ia memenangkan Kejuaraan Eropa dengan Belanda pada tahun 1988, menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan 5 gol. Dia adalah pemain yang sangat berbakat tapi dipaksa untuk pensiun dini karirnya pada usia 30 karena cedera pergelangan kaki.

7. Gerd Muller

Gerd Muller

Müller memenangkan Piala Dunia dengan Jerman-Barat pada tahun 1974, ia mencetak total 68 gol dalam 62 pertandingan untuk tim nasional. Ia dijuluki “Der Bomber” karena kemampuannya mencetak gol yang luar biasa. Dia mencetak 401 gol dalam 441 pertandingan sebagai striker Bayern Munich.

Baca Juga: Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

8. Romario

romario

Dia adalah salah satu dari beberapa pemain yang mencetak lebih dari 1000 gol selama karir nya. Dia adalah striker dari tim impian Barcelona selama awal 90-an yang dilatih oleh Johan Cruyff. Ia memenangkan Piala Dunia bersama Brasil pada tahun 1994, memenangkan bola emas untuk pemain terbaik.

9. Lionel Messi

Lionel Messi

Di usia nya yang masih muda, dia sudah memperoleh berbagai penghargaan pemain terbaik. Pemain ini terkenal dengan permainan nya yang lincah serta tendangan yang akurat, sangat susah untuk menghentikan messi ketika ia membawa bola. Ketika artikel ini di tulis ia sudah mencetak 215 gol dalam 246 pertandingan sebuah rekor yang fantastis mengingat umur nya yang masih muda 26 tahun. Bersama dengan Barcelona ia juga telah memenangi berbagai piala, hanya menunggu waktu bagi Messi untuk menjadi status Legenda.

10. Arthur Friedenreich

Arthur Friedenreich

Friedenreich bermain bahkan sebelum Perang Dunia I, 1909-1935. Tidak ada banyak rekaman dia tapi terdapat angka-angka menakjubkan. Ada kebingungan tentang jumlah pasti, ada yang mengatakan ia mencetak 1239 gol dalam 1329 pertandingan, sementara yang lain mengatakan yang benar adalah 1.329 gol dalam 1.239 pertandingan. Friedenreich dijuluki “The King of Football” sebelum Pelé mengambil julukan ini.

Legenda-Pierluigi-Collina-Wasit-yang-Paling-Ditakuti

Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

legenda-sepakbola – Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit yang paling dihormati sekaligus menakutkan di kancah sepak bola dunia. Dia tidak pernah terpengaruh oleh protes pemain dan memang memiliki perawakan yang menyeramkan.

Biasanya, mata Collina melotot ketika meniup peluit untuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kepalanya yang plontos dan gerak tubuh yang tegas juga menambah kuat citra keras kepala untuk mempertahankan keputusan.

Sebelum menjadi wasit papan atas, Collina yang lahir di Bologna pada 13 Februari 1960 silam juga bekerja paruh waktu sebagai penasihat keuangan. Kariernya sebagai perangkat pertandingan kompetisi Italia dimulai sejak 1988.

Pierluigi-Collina

Namun jangan salah, tampilan yang menyeramkan itu tidak dibuat-buat oleh Collina. Dia memang menderita Alopecia pada usia 24 tahun yang membuat rambutnya langsung rontok dalam waktu 10 hari. Tidak lama kemudian, dia mendapat julukan Kojak.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak Collina sebagai wasit karena khawatir penyakit yang dideritanya merusak citra kompetisi. Tapi, Collina punya kelebihan lain yang jarang dimiliki wasit lain, yakni ketelitiannya terhadap persiapan pertandingan.

Statistik collina cukup mengesankan. Dia sudahmemimpin 467 pertandingan di sepanjang karier sambil mengeluarkan 1470 kartu kuning dan 131 kartu merah. Performanya yang apik mendatangkan berbagai penghargaan, termasuk sebagai wasit terbaik FIFA selama enam tahun berturut-turut.

Baca Juga :Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

Wasit ternama Inggris, Graham Poll, turut mengakui kehebatan Collina dalam memimpin pertandingan. Dia mengatakan, biasanya Collina punya strategi tersendiri sebelum pertandingan yang tujuannya untuk mencegah gejolak atau intrik di lapangan.

Saking kuat pengaruhnya dalam pertandingan, wajah Collina pun terpampang dalam sampul video gim Pro Evolution Soccer (PES) 3 dan 4. Ini bisa dibilang penghargaan tersendiri, karena sampul tersebut lebih sering menampilkan wajah pemain bintang.

Kemudian, Collina juga satu-satunya wasit yang pernah bertukar kaus dengan legenda David Beckham seusai pertandingan. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2002 yang menjadi puncak karier Collina dengan memimpin laga final.

Collina sudah pensiun sebagai wasit sejak 2006 dan belum terlihat memimpin pertandingan lagi hingga kini. Tapi, dia dikabarkan sedang sibuk menjadi konsultan Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia (AIA), Kepala Wasit Sepak Bola Ukraina dan anggota Komite Wasit UEFA. (berbagai sumber)

Pelatih-PSG-Merebut-Kemenangan-Piala-Mahal-Di-Perancis

Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

legenda-sepakbola  – Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menyebut sukses timnya jadi juara Piala Prancis sebagai ‘kemenangan mahal’, karena harus kehilangan Kylian Mbappe jelang bertemu Atalanta di Liga Champions.

Les Parisians mengamankan kemenangan 1-0 atas Saint-Etienne di final Piala Prancis, Sabtu (25/7) dinihari tadi, berkat gol tunggal Neymar di babak pertama. Namun, Mbappe terpaksa ditarik keluar di menit ke-31 setelah dijegal kapten St Etienne, Loic Perrin, yang akhirnya diusir wasit.

Bintang muda Prancis itu tampak tertatih-tatih saat meninggalkan lapangan, dan dikhawatirkan alami cedera yang cukup serius. Apalagi, Mbappe harus menggunakan kruk saat ikut merayakan kemenangan timnya.

Setelah gelaran tersebut, Tuchel mengaku khawatir dengan kondisi bintang andalannya tersebut. “Saya tidak punya berita baru saat ini. Semua orang pastinya khawatir setelah melihat foto-foto dari cederanya. Tentu saja, saya sangat khawatir,” ujar Tuchel kepada Eurosport, seperti dilansir Mirror.

Pelatih PSG berusia 46 tahun itu sekali lagi berhasil membawa timnya mengamankantrofi Ligue 1 dan dua ajang perebutan piala. Tapi cederanya Mbappe dikhawatirkan bisa mengakhiri harapan raksasa Paris merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Les Parisians belum pernah mencapai empat besar sejak klub itu diambil alih jutawan asal Qatar. Tapi, Neymar dan kawan-kawan akan berlaga di perempat final melawan Atalanta bulan depan.

Mereka dapatkan lawan yang sangat menarik saat drawing, dan akan hadapi klub Italia itu sebelum melaju ke semi-final dan berpeluang bertemu RB Leipzig atau Atletico Madrid. Namun PSG hampir tidak pernah merumput selama beberapa bulan terakhir ini, setelah Liga Prancis musim ini dihentikan.

Baca Juga : Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

Final Piala Prancis yang mereka menangkan dinihari tadi bahkan menjadi pertandingan pertama mereka sejak Maret 2020, dan Tuchel mengakui ada banyak hal yang harus mereka perbaiki.

“Ya, kami memang menang. Dalam sebuah laga final, kemenangan memang sangat penting, tapi kami alami kesulitan karena beberapa alasan,” tandas pelatih PSG asal Jerman itu.

“Ada banyak hal yang harus dianalisa dan dibenahi. Itu bagus, tapi ini benar-benar kemenangan yang mahal,” tambahnya.

“Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Saint Etienne, mereka selalu mendapat kartu merah di 30 menit pertama. Saya tidak memberi tahu Anda apa yang dikatakan di ruang ganti sebelumnya, dan di samping itu, kami juga mendapat tiga kartu kuning,” ujar Tuchel.

“Semuanya berjalan sulit, meskipun kami unggul secara numerik. Ini pertandingan kompetitif pertama (sejak liga dihentikan), tapi kami banyak kekurangan walau kami jadi favorit,” tambahnya.

“Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua, dan saya ingat tahun lalu saat kami kalah setelah memimpin 2-0. Kepuasannya kami tetap menang. Kami tidak kebobolan gol dan tidak marah bahkan saat kami tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

 

Pemain-Spayol-Liga-Champion-Dengan-Penampilan-Terbanyak

Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

legenda-sepakbola  – Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Namun, siapa yang mencatatkan statistik penampilan terbanyak di ajang tersebut?

Sejak turnamen paling elite antarklub di Eropa itu berubah menjadi Liga Champions di musim 1992-1993, Iker Casillas tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak.

Iker Casillas telah berkarier selama 22 tahun sebagai pesepak bola profesional. Februari lalu, ia dikabarkan pensiun. Iker Casillas mencetak 188 penampilan untuk dua klub di ajang Liga Champions, Real Madrid dan FC Porto.

Tak hanya menjadi pemegang penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, Iker Casillas juga merupakan pemain asal Spanyol pertama yang bisa mencatatkan rekor tersebut. Dengan caps-nya yang mencapai 188, kiper yang kini berusia 38 tahun itu meraup koleksi tiga trofi Liga Champions bersama Real Madrid.

Untuk sementara, pria yang belum lama ini dikabarkan hendak mencalonkan diri sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tersebut memang ada di urutan teratas pemegang caps terbanyak di Liga Champions.

Namun, status itu bisa digusur bekas koleganya di El Real, Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu sejauh ini sudah mengoleksi 184 caps. Padahal, Ronaldo masih aktif bermain, dan klubnya sekarang, Juventus, juga berpeluang melaju sejauh mungkin di Liga Champions 2019-2020.

Hanya, apresiasi tetap pantas diberikan pada Casillas, yang dianggap sebagai salah seorang kiper terbaik di jagat sepak bola. Belum lagi, hingga saat ini tak banyak pemain asal Spanyol yang memiliki catatan seperti yang ditorehkannya.

Berikut ini empat pemain asal Spanyol yang mencatatkan penampilan terbanyak di Liga Champions, tentu saja termasuk Iker Casillas.

1. Iker Casillas (188 penampilan)

Di urutan pertama ada legenda Real Madrid, Iker Casillas. Kiper kawakan Spanyol itu telah berpartisipasi di ajang Liga Champions dalam 118 penampilan bersama Real Madrid dan raksasa Portugal, FC Porto.

Namun, Iker Casillas lebih banyak melakoni pertandingan bersama El Real.

Selama mengikuti ajang Liga Champions, Iker Casillas telah menjuarai tiga trofi.

2. Xavi Hernandez (173 penampilan)

Xavi Hernandez menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya bersama Barcelona. Xavi Hernandez menjadi pemain Spanyol kedua dengan penampilan terbanyak di ajang Liga Champions, setelah Iker Casillas.

Xavi Hernandez kini telah pensiun sebagai pemain sepak bola. Kini Xavi Hernandez menjadi pelatih klub Qatar, Al Sadd.

Selama bermain di Liga Champions, Xavi Hernandez merengkuh empat trofi Liga Champions, yang semua diraihnya bersama Blaugrana.

Baca Juga : 4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

3. Pepe Reina (171 penampilan)

Pepe Reina menjadi kiper kedua asal Spanyol yang mencatatkan namanya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions. Beda dengan Iker Casillas, Pepe Reina menjalani pertandingan Liga Champions bersama lebih dari dua klub.

Klub yang beruntung mendapatkan jasa kiper berusia 37 tahun ini adalah Barcelona, ​​Villarreal, Liverpool, Napoli, Bayern Munchen, AC Milan.

Saat membela klub-klub itu, Pepe Reina mencatatkan menit bermain di Liga Champions.

Saat ini Pepe Reina kembali ke Premier League bersama Aston Villa setelah meninggalkan AC Milan.

4. Raul Gonzalez (161 penampilan)

Kolega Iker Casillas di Real Madrid dan Timnas Spanyol, Raul Gonzales, menjadi nama terakhir yang berhasil menembus penampilan lebih dari 150 laga di Liga Champions.

Raul Gonzalez mencatatkan 161 penampilan dari kebersamaannya bersama Real Madrid dan Schalke 04.

Dari jumlah 161 itu, Raul Gonzalez lebih banyak mencatatkan menit bermain di Liga Champions bersama Real Madrid ketimbang Schalke 04.

Selama tampil di Liga Champions, Raul Gonzalez mengoleksi tiga trofi dan 71 gol.

4-Pemain-Legenda-Sepak-Bola-Yang-Terpopuler

4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

legenda-sepakbola – Empat pemain besar yang sukses mengukir namanya dalam sejarah lapangan hijau. Bagaimana seseorang layak disebut sebagai legenda sepak bola? Umumnya mereka adalah “nyawa” dari suatu tim, yang berkontribusi tak hanya dari segi sumbangan gol dan jumlah penampilan melainkan juga performa terbaik serta kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar.

Jiwa kepemimpinan serta attitude yang dimilikinya juga menjadi poin pendukung yang vital. Sebab, mereka adalah ikon yang mewakili dan membawa nama besar tim yang dibelanya dengan hormat.

Legenda sepak bola merupakan seseorang yang berhasil mengukir namanya di buku sejarah lapangan hijau tak hanya dalam rekor sebagai kesuksesan pribadi namun juga untuk keberhasilan suatu tim.

Sejak awal diinisiasi di tahun 1930, Piala Dunia telah melahirkan sosok-sosok bertalenta yang hingga kini dikagumi oleh dunia. Berikut adalah beberapa nama legenda sepak bola yang setidaknya Anda perlu ketahui.

1. Pele

Pele

Edson Arantes do Nascimento, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pele, lahir pada tanggal 23 Oktober 1940 di Tres Coracoes, Brazil. Ia mengawali karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola ketika berusia 15 tahun dengan bergabung di klub sepak bola Brazil, Santo, di mana Pele mencetak empat gol di laga debutnya.

Ia kemudian diperkenalkan kepada dunia di Piala Dunia 1958 yang dihelat di Swedia bersama dengan tim nasional Brazil saat dirinya berusia 17 tahun, menjadi satu-satunya pemain termuda tim Samba di ajang tersebut.

Pele menjadi pahlawan saat Brazil menjadi juara Piala Dunia 1958 untuk pertama kalinya dan menyumbang enam gol termasuk hat-trick pada semifinal melawan Perancis dan menyarangkan 2 gol saat Brazil bertemu Swedia di final.

Pemain penyerang tersebut sukses mengantar Brazil kembali juara pada Piala Dunia 1962 dan 1970. Hal ini menjadikannya sebagai satu-satunya pemain dengan tiga juara Piala Dunia. Sepanjang karirnya, Pele telah mencetak sebanyak 1281 dala 1363 pertandingan, termasuk 77 gol untuk Brazil. Julukan Perola Negra atau Black Pearl pun diberikan padanya berkat kehebatannya.

Dan Pele, hingga saat ini, dikenal sebagai pemain terbesar sepanjang masa. Sang legenda mengakhiri karirnya pada tahun 1974 di klub spak bola Amerika, New York Cosmos.

2. Diego Maradona

Diego-Maradona

Mungkin Anda teringat akan ‘Gol Tangan Tuhan’ ketika mendengar nama Diego Maradona. Legenda Argentina ini memang erat kaitannya dengan gol kontroversial yang dicetaknya ketika melawan Inggris di perempat final Piala Dunia tahun 1986.

Alih-alih menyundul bola, ia menjebol gawang Inggris menggunakan tangan kirinya dan tak ada wasit yang menganulir gol tersebut. Maradona juga dikenal karena gol spektakulernya di pertandingan yang sama saat ia berhasil menggiring bola seorang diri melewati empat pemain Inggris dari tengah lapangan sebelum menyarangkannya ke gawang Inggris, membawa Argentina lolos ke semifinal.

Pemain kelahiran Buenos Aires tersebut menjadi pemain termuda skuad Argentina ketika ia memulai debut sebagai pemain profesional di usia yang masih muda, yakni 16 tahun. Sepanjang karirnya bersama Argentina, Maradona telah bermain sebanyak 91 kali dan melesakkan 34 gol.

Namanya tercatat dalam FIFA Player of the 20th Century bersama Pele. Maradona pensiun sebagai pesepakbola di tahun 1997. Ia kemudian sempat menjadi pelatih tim nasional Argentina pada November 2008 hingga Juli 2010.

3. Sir Bobby Charlton

Sir-Bobby-Charlton

Sir Robert Charlton CBE, atau lebih dikenal dengan nama Bobby Charlton, adalah salah satu legenda besar sepak bola tim nasional Inggris dan klub Manchester United. Karir sepak bola pertamanya berawal saat Charlton bergabung bersama The Red Devils di usia ke-15, sedangkan debutnya bersama tim nasional Inggris bermula di tahun 1958.

Gelandang serang kelahiran tahun 1937 tersebut menjadi satu-satunya pemain Inggris yang berpartisipasi dalam empat turnamen Piala Dunia, yakni pada tahun 1958, 1962, 1966, dan 1977. Bahkan, ia menjadi pemain kunci saat Inggris menaklukkan Jerman Barat dan kemudian keluar sebagai juara Piala Dunia 1966.

Baca Juga : Daftar Pemain Legenda Sepakbola Di Italia

Pada tahun yang sama, ia juga memenangkan Ballon d’Or, sebuah penghargaan tahunan bagi pesepakbola terbaik. Charlton telah mencatatkan namanya dalam 106 pertandingan bersama Inggris, menyumbangkan 49 gol dan menjadi top scorer kedua The Three Lions hingga saat ini setelah Wayne Rooney. Di tahun 1973, Sir Bobby Charlton memutuskan untuk gantung sepatu di klub yang sama saat ia mengawali karirnya.

Manchester United memberikan penghormatan baginya dengan membangun stand di sisi selatan stadion Old Trafford. Patungnya berdiri megah bersama George Best dan Denis Law di depan stadion Manchester United dan terkenal dengan sebutan The United Trinity. Tak ketinggalan, namanya pun tercatat dalam England Football Hall of Fame 2002.

4. Zinedine Zidane

ZIdane

Jika Maradona seing dikaitkan dengan gol kontroversialnya yang terkenal, Zinedine Zidane mudah diingat akan aksinya melakukan head-butt terhadap Marco Materazzi di Piala Dunia 2006 saat Perancis bertanding melawan Italia.

Ia pun harus keluar lapangan dengan kartu merah dan merelakan Italia menjadi pemenang. Terlepas dari kejadian ini, Zidane merupakan ikon sepak bola Perancis yang pantas dikagumi.

Mantan gelandang yang akrab disapa Zizou tersebut telah banyak mengantar klub yang ditungganginya memenangkan berbagai penghargaan, baik di Juventus maupun Real Madrid. Bersama Juventus, Zidane membantu tim Nyonya Tua memenangkan Intercontinental Cup, European Super Cup, dan juara Serie A.

Gelar Ballon d’Or juga berhasil diraihnya di tahun 1998. Sedangkan bersama Real Madrid, pemain keturunan Aljazair ini memenangkan Liga Champions di musim pertamanya tahun 2001/02 dan membawa pulang penghargaan UEFA Best Player.

Di laga internasional bersama tim nasional Perancis, Zidane juga memiliki rekor tersendiri. Les Bleus menjadi juara untuk pertama kalinya di Piala Dunia 1998 berkat dua gol yang disarangkannya saat melawan Brazil. Zidane pun disambut sebagai pahlawan Perancis.

Selepas karirnya sebagai pesepakbola, Zidane mencoba peruntungan sebagai pelatih klub raksasa yang pernah ia bela yaitu Real Madrid di musim 2015/16. Hasilnya? Real Madrid sukses menjadi jawara La Liga di musim 2016/17 dan meraih trofi prestisius Liga Champions selama tiga kali berturut-turut.

1 2