Pemain Sepak Bola dengan Penggemar Terbanyak

Pemain Sepak Bola dengan Penggemar Terbanyak – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai pemain sepak bola dengan penggemar terbanyak.

Pemain Sepak Bola dengan Penggemar Terbanyak

Sebagai olahraga paling digandrungi di dunia, sepak bola memang memberikan dampak yang besar dan berpengaruh. Tak hanya jadi hiburan asyik ketika sudah dewasa seperti sekarang, tapi juga masa kecil dulu. Ya, bagi anak laki-laki, sepak bola ibarat hal wajib yang tidak boleh kelewatan untuk dilakukan. Pulang sekolah atau menjelang sore, sepak bola selalu dimainkan, tak peduli hujan petir sekalipun.

Kesukaan anak-anak dulu terhadap bola juga dipengaruhi dari pemain-pemain terkenal. Sama seperti bocah sekarang. Tapi, bedanya, dulu cukup banyak nama-nama yang bisa diambil sebagai idola. Bahkan ada spesialisasinya sendiri-sendiri. Tak seperti sekarang yang apa-apa selalu Messi atau CR7.

Berikut adalah para pemain sepak bola legendaris yang bisa dibilang paling gila di zamannya. Mereka dijuluki gila bukan hanya karena perangai, tapi juga skill dan spesialisasi lainnya. Pernah ngefans dengan salah satu ini? Masa kecilmu greget.

1. Gabriel Batistuta

Si pemilik tendangan geledek, begitu julukan yang diberikan kepada pemain andalan AS Roma ini. Gelar ini memang sama sekali tak salah lantaran faktanya memang begitu. Batistuta bikin kiper ampun-ampunan kalau sudah punya momen dan sudut yang enak. Blar! Jarang sekali tendangan super kerasnya gagal masuk, minimal pasti susah payah ditepis kiper musuh.

Soal karir, pemain satu ini hanya berputar-putar di Serie A saja. Mulai dari Fiorentina, AS Roma, dan Inter Milan. Sayangnya, karirnya makin lama makin meredup, lalu ia pun terbang ke Qatar dan memecahkan rekor sebagai top skorer di musim pertamanya. Uniknya, kalau di game bola Playstation One, statistik skill Batistuta selalu diisi angka 19. Benar-benar pemain gila pokoknya kalau di game.

2. Roberto Carlos

Carlos juga dikenal dengan tendangan geledeknya yang maut. Ya, bisa dibilang 11-12 dengan Batistuta kalau kata anak muda. Harus diakui, mungkin memang hanya Carlos yang punya tendangan maut seperti ini di Brazil. Rekor paling gilanya adalah gol tendangan bebas seperempat lapangan. Gaya tendangannya kadang lurus namun juga melengkung dan menusuk.

Roberto Carlos tercatat punya beberapa klub yang pernah dibelanya. Namun, dari semua tim, mungkin hanya Real Madrid tempatnya bisa melesat. Mungkin kamu masih ingat dulu bagaimana Carlos menjadi bek paling mematikan di Liga Spanyol. Meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi body ball, stamina, serta tendangan geledek-nya, membuat pemain legenda Brazil ini disegani.

Baca Juga:Daftar Wasit Legendaris Pemberani

3. Gennaro Gatusso

Pemain ini memang gila dalam arti sebenarnya. Kegilaan Gattuso tak hanya diperlihatkan lewat bagaimana ia bermain, tapi juga aksi-aksi kerasnya yang bikin musuh sampai geleng-geleng kepala. Ada banyak sekali hal ekstrem yang pernah dilakukannya di lapangan. Misalnya menampar seorang Ibrahimovic, atau menanduk pelatih Totenham, Joe Jordan, yang membuatnya dihukum berat.

Meskipun sangat keras bak gladiator, harus diakui pemain yang kerap dijuluki badak ini tampil sangat maksimal. Gatusso adalah tipe pemain pekerja keras dan pantang menyerah. Pemain tengah andalan Timnas Italia ini tercatat beberapa kali pindah klub. Tapi, klub yang membuatnya paling melejit adalah AC Milan.

4. Roy Keane

Manchester United dikenal sebagai klub dengan mantan pemain paling gila. Tak hanya Beckham, Nistelrooy, atau Cristiano Ronaldo, tapi juga mantan kapten mereka bernama Roy Keane. Keane mungkin bukan kapten terlama, tapi di bawah kepemimpinannya, Setan Merah bisa meraih banyak gelar berharga.

Keane dikenal dengan kegilaannya yang melegenda. Keras, ceplas-ceplos, tukang protes, adalah sederet hal yang lekat dengan dirinya. Mantan pemain Irlandia ini memang terkenal sangat berani di lapangan. Tak hanya bermodal itu saja, Keane juga sangat disegani oleh siapa pun ketika bermain. Entah itu kawan atau lawan.

Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang wasit permainan sepak bola yang dikenal sebagai sosok pemberani.

1. Pierluigi Collina
Pierluigi Collina merupakan wasit yang aktif dari tahun 1995 hingga 2005.
Karena ketegasan, keadilan, dan dedikasinya, Collina meraih predikat wasit terbaik FIFA enam kali berturut-turut.
Collina dianggap sebagai wasit terbaik dunia sepanjang sejarah sepak bola.
Collina menjadi wasit di pertandingan penting seperti final Piala Dunia 2002 dan final Liga Champions 1999.
Collina dikenal sebagai wasit yang tegas dan memiliki tatapan mata tajam layaknya burung Elang.
2. Markus Merk
Markus Merk merupakan salah satu wasit yang memimpin Liga Jerman.
Merk menjadi wasit terbaik Jerman enam kali berturut-turut dan memenangkan tiga gelar wasit terbaik dunia.
Merk memulai debutnya di usia yang sangat muda pada tahun 1988, saat itu usia Merk masih 25 tahun.
Pada tahun 2008, Merk menyatakan pensiun.
Pertandingan terakhir yang dipimpin Merk adalah pertandingan Bayern Muencen kontra Hertha Berlin.
3. Howard Webb
Wasit Liga Inggris, Howard Webb dianggap salah satu wasit legendaris di dunia sepak bola.
Webb merupakan wasit yang aktif dari tahun 2005 hingga 2014.
Tahun 2010, Webb menjadi wasit di Liga Champions dan final Piala Dunia 2010.
Webb pensiun pada tahun 2014.
Karena dedikasinya, Webb menjadi salah satu wasit yang dikenang masyarakat.
4.Rinaldo Barlassina
Wasit ini menetap di Bergamo dan memulai karir wasitnya di tahun ’20-an dan karir internasionalnya di tahun ’27-an. Secara keseluruhan, ia memimpin 158 pertandingan Serie A (ia melakukan debutnya di tahun ’29 -30), 63 laga internasional, 18 laga Piala Eropa (cikal bakal Piala Champions) termasuk final tahun 1931 dan 1936 (masing-masing di Wina antara First dan Wac dan di Praha antara Sparta dan Austria Wina) dan juga memimpin 9 laga kejuaraan asing.
Dia adalah orang Italia pertama yang menjadi wasit putaran final Piala Dunia dan  mencatatkan rekor bersama dengan Vincenzo Orlandini dan Luigi Agnolin yang berhasil memimpin dua edisi piala dunia berturut-turut antara lain laga Hungaria-Mesir (perdelapan final), Jerman-Swedia (perempat final) dan Cekoslowakia -Germany (semifinal) edisi piala dunia 1934 dan perempat final Hongaria-Swiss edisi piala dunia 1938. Dia mendapatkan Mauro Award pada tahun 1936-37 tidak lama kemudian dia meninggal menyusul luka-luka yang sangat serius akibat kecelakaan di jalan.
Selain menyibukkan dirinya dengan aktivitas sebagai wasit, ia juga mengabdikan dirinya dengan penuh semangat untuk kegiatan jurnalistik. Dia sebenarnya pencipta dan animator publikasi untuk perusahaan penerbitan olahraga “Agenda Barlassina” yang terkenal dan diterbitkan tanpa terputus dari tahun ’33 hingga tahun ’42 sebelum akhirnya ditangguhkan karena perang oleh perusahaan asuransi Venice. Ia tentu saja dapat dianggap sebagai salah satu wasit Italia terbaik sebelum perang karena kecermatannya memimpin suatu pertandingan.
Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang legenda timnas Indonesia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Sejarah panjang Timnas Indonesia tentunya diwarnai dengan kehadiran para sosok legenda yang ternyata beberapa di antaranya pernah bela klub sepak bola antah-berantah.

Punya status sebagai legenda, biasanya itu disematkan kepada para pemain yang mampu memikat hati para fans Timnas Indonesia dan juga di level klub. Penampilan konsisten serta setia, biasanya menjadi faktor untuk menjadi legenda sepak bola Indonesia.

Timnas Indonesia memang minim prestasi dalam beberapa dekade terakhir, tapi tetap saja, para legenda lapangan hijau Tanah Air terus bermunculan dan kebanyakan membela klub-klub top di kasta tertinggi, Liga 1.
Baca Juga

Termasuk Alfredo Vera, 3 Pelatih Sudah Kirim CV ke PSMS Medan

Namun, dari sekian banyak pemain yang masuk kategori legenda di sejarah Timnas Indonesia, ada beberapa yang pernah bela klub antah-berantah. Siapa saja mereka?

Berikut INDOSPORT sudah merangkum sebanyak 3 pemain yang melegenda di sepak bola Indonesia tapi tak malu bela klub antah-berantah. Simak selengkapnya.

Saktiawan Sinaga

Yang pertama adalah Saktiawan Sinaga, salah satu striker veteran yang namanya paling diingat oleh para pencinta PSMS Medan. Pemain yang akrab disapa Sakti itu, lebih mentereng di level klub ketimbang di Timnas Indonesia.

Pemain ini pernah membela Persiwa Wamena untuk Liga 2 2018 dan kabar terakhir pada pertengahan 2019, Sakti sempat juga ikut latihan dan trial untuk gabung Persib B jelang Liga 2 2019.

Tapi tanpa alasan konkret, Sakti tak jadi gabung Persib B di Liga 2 2019 dan lebih memilih kontestan Liga 3, Tiga Naga FC yang merupakan klub asal Pekanbaru Riau.

Gerard Pangkali

Gerald Pangkali merupakan salah satu legenda sepakbola yang berasal dari Tanah Papua. Dia menjadi bintang nasional saat dirinya membela Persija Jakarta dan Persipura Jayapura, khususnya pada 2007/08, dia pernah menjadi juara Liga Indonesia bersama Persija.

Selang setahun, Pangkali kembali bermain untuk Persipura Jayapura dan mampu menyumbang gelar juara untuk klub kebanggaan masyarakat Papua itu. Tidak hanya pada 2009 saja, Pangkali juga kembali merasakan gelar Liga Indonesia bersama Persipura di tahun 2011.

Namun pada pertengahan 2018 lalu, kabar mengejutkan datang mengatakan Gerard Pangkali membela tim amatir asal Sulawesi, Porda Toraja Utara. Hal itu diketahui saat dirinya berhasil membawa tim melaju ke semifinal turnamen sepak bola, Djuli Mambaya (DJM) Cup 2018.

Kini Gerard Pangkali diketahui sedang menekuni bidang kepelatihan dan menurut pernyataan ekslusif kepada INDOSPORT, dia ditunjuk langsung sebagai asisten pelatih Eduard Ivakdalam yang melatih tim sepak bola PON Papua.

Baca Juga: Pemain Depan Sepak Bola Terbaik

Okto Maniani

Siapa yang tidak kenal Oktavianus Maniani, pemain yang lebih akrab disapa Okto ini memang punya kenangan tersendiri untuk para fans Timnas Indonesia. Apalagi dia menjadi bintang saat Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2010 silam.

Berkat penampilannya di Piala AFF 2010 itu pun membuat Okto disebut-sebut layak berkarier di sepak bola Eropa. Tapi alih-alih ke Eropa, dia malah memperkuat sejumlah tim gurem dan antah-berantah beberapa tahun terakhir ini.