Legenda-Pierluigi-Collina-Wasit-yang-Paling-Ditakuti

Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

legenda-sepakbola – Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit yang paling dihormati sekaligus menakutkan di kancah sepak bola dunia. Dia tidak pernah terpengaruh oleh protes pemain dan memang memiliki perawakan yang menyeramkan.

Biasanya, mata Collina melotot ketika meniup peluit untuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kepalanya yang plontos dan gerak tubuh yang tegas juga menambah kuat citra keras kepala untuk mempertahankan keputusan.

Sebelum menjadi wasit papan atas, Collina yang lahir di Bologna pada 13 Februari 1960 silam juga bekerja paruh waktu sebagai penasihat keuangan. Kariernya sebagai perangkat pertandingan kompetisi Italia dimulai sejak 1988.

Pierluigi-Collina

Namun jangan salah, tampilan yang menyeramkan itu tidak dibuat-buat oleh Collina. Dia memang menderita Alopecia pada usia 24 tahun yang membuat rambutnya langsung rontok dalam waktu 10 hari. Tidak lama kemudian, dia mendapat julukan Kojak.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak Collina sebagai wasit karena khawatir penyakit yang dideritanya merusak citra kompetisi. Tapi, Collina punya kelebihan lain yang jarang dimiliki wasit lain, yakni ketelitiannya terhadap persiapan pertandingan.

Statistik collina cukup mengesankan. Dia sudahmemimpin 467 pertandingan di sepanjang karier sambil mengeluarkan 1470 kartu kuning dan 131 kartu merah. Performanya yang apik mendatangkan berbagai penghargaan, termasuk sebagai wasit terbaik FIFA selama enam tahun berturut-turut.

Baca Juga :Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

Wasit ternama Inggris, Graham Poll, turut mengakui kehebatan Collina dalam memimpin pertandingan. Dia mengatakan, biasanya Collina punya strategi tersendiri sebelum pertandingan yang tujuannya untuk mencegah gejolak atau intrik di lapangan.

Saking kuat pengaruhnya dalam pertandingan, wajah Collina pun terpampang dalam sampul video gim Pro Evolution Soccer (PES) 3 dan 4. Ini bisa dibilang penghargaan tersendiri, karena sampul tersebut lebih sering menampilkan wajah pemain bintang.

Kemudian, Collina juga satu-satunya wasit yang pernah bertukar kaus dengan legenda David Beckham seusai pertandingan. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2002 yang menjadi puncak karier Collina dengan memimpin laga final.

Collina sudah pensiun sebagai wasit sejak 2006 dan belum terlihat memimpin pertandingan lagi hingga kini. Tapi, dia dikabarkan sedang sibuk menjadi konsultan Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia (AIA), Kepala Wasit Sepak Bola Ukraina dan anggota Komite Wasit UEFA. (berbagai sumber)

Pelatih-PSG-Merebut-Kemenangan-Piala-Mahal-Di-Perancis

Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

legenda-sepakbola  – Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menyebut sukses timnya jadi juara Piala Prancis sebagai ‘kemenangan mahal’, karena harus kehilangan Kylian Mbappe jelang bertemu Atalanta di Liga Champions.

Les Parisians mengamankan kemenangan 1-0 atas Saint-Etienne di final Piala Prancis, Sabtu (25/7) dinihari tadi, berkat gol tunggal Neymar di babak pertama. Namun, Mbappe terpaksa ditarik keluar di menit ke-31 setelah dijegal kapten St Etienne, Loic Perrin, yang akhirnya diusir wasit.

Bintang muda Prancis itu tampak tertatih-tatih saat meninggalkan lapangan, dan dikhawatirkan alami cedera yang cukup serius. Apalagi, Mbappe harus menggunakan kruk saat ikut merayakan kemenangan timnya.

Setelah gelaran tersebut, Tuchel mengaku khawatir dengan kondisi bintang andalannya tersebut. “Saya tidak punya berita baru saat ini. Semua orang pastinya khawatir setelah melihat foto-foto dari cederanya. Tentu saja, saya sangat khawatir,” ujar Tuchel kepada Eurosport, seperti dilansir Mirror.

Pelatih PSG berusia 46 tahun itu sekali lagi berhasil membawa timnya mengamankantrofi Ligue 1 dan dua ajang perebutan piala. Tapi cederanya Mbappe dikhawatirkan bisa mengakhiri harapan raksasa Paris merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Les Parisians belum pernah mencapai empat besar sejak klub itu diambil alih jutawan asal Qatar. Tapi, Neymar dan kawan-kawan akan berlaga di perempat final melawan Atalanta bulan depan.

Mereka dapatkan lawan yang sangat menarik saat drawing, dan akan hadapi klub Italia itu sebelum melaju ke semi-final dan berpeluang bertemu RB Leipzig atau Atletico Madrid. Namun PSG hampir tidak pernah merumput selama beberapa bulan terakhir ini, setelah Liga Prancis musim ini dihentikan.

Baca Juga : Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

Final Piala Prancis yang mereka menangkan dinihari tadi bahkan menjadi pertandingan pertama mereka sejak Maret 2020, dan Tuchel mengakui ada banyak hal yang harus mereka perbaiki.

“Ya, kami memang menang. Dalam sebuah laga final, kemenangan memang sangat penting, tapi kami alami kesulitan karena beberapa alasan,” tandas pelatih PSG asal Jerman itu.

“Ada banyak hal yang harus dianalisa dan dibenahi. Itu bagus, tapi ini benar-benar kemenangan yang mahal,” tambahnya.

“Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Saint Etienne, mereka selalu mendapat kartu merah di 30 menit pertama. Saya tidak memberi tahu Anda apa yang dikatakan di ruang ganti sebelumnya, dan di samping itu, kami juga mendapat tiga kartu kuning,” ujar Tuchel.

“Semuanya berjalan sulit, meskipun kami unggul secara numerik. Ini pertandingan kompetitif pertama (sejak liga dihentikan), tapi kami banyak kekurangan walau kami jadi favorit,” tambahnya.

“Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua, dan saya ingat tahun lalu saat kami kalah setelah memimpin 2-0. Kepuasannya kami tetap menang. Kami tidak kebobolan gol dan tidak marah bahkan saat kami tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

 

Pemain-Spayol-Liga-Champion-Dengan-Penampilan-Terbanyak

Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

legenda-sepakbola  – Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Namun, siapa yang mencatatkan statistik penampilan terbanyak di ajang tersebut?

Sejak turnamen paling elite antarklub di Eropa itu berubah menjadi Liga Champions di musim 1992-1993, Iker Casillas tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak.

Iker Casillas telah berkarier selama 22 tahun sebagai pesepak bola profesional. Februari lalu, ia dikabarkan pensiun. Iker Casillas mencetak 188 penampilan untuk dua klub di ajang Liga Champions, Real Madrid dan FC Porto.

Tak hanya menjadi pemegang penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, Iker Casillas juga merupakan pemain asal Spanyol pertama yang bisa mencatatkan rekor tersebut. Dengan caps-nya yang mencapai 188, kiper yang kini berusia 38 tahun itu meraup koleksi tiga trofi Liga Champions bersama Real Madrid.

Untuk sementara, pria yang belum lama ini dikabarkan hendak mencalonkan diri sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tersebut memang ada di urutan teratas pemegang caps terbanyak di Liga Champions.

Namun, status itu bisa digusur bekas koleganya di El Real, Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu sejauh ini sudah mengoleksi 184 caps. Padahal, Ronaldo masih aktif bermain, dan klubnya sekarang, Juventus, juga berpeluang melaju sejauh mungkin di Liga Champions 2019-2020.

Hanya, apresiasi tetap pantas diberikan pada Casillas, yang dianggap sebagai salah seorang kiper terbaik di jagat sepak bola. Belum lagi, hingga saat ini tak banyak pemain asal Spanyol yang memiliki catatan seperti yang ditorehkannya.

Berikut ini empat pemain asal Spanyol yang mencatatkan penampilan terbanyak di Liga Champions, tentu saja termasuk Iker Casillas.

1. Iker Casillas (188 penampilan)

Di urutan pertama ada legenda Real Madrid, Iker Casillas. Kiper kawakan Spanyol itu telah berpartisipasi di ajang Liga Champions dalam 118 penampilan bersama Real Madrid dan raksasa Portugal, FC Porto.

Namun, Iker Casillas lebih banyak melakoni pertandingan bersama El Real.

Selama mengikuti ajang Liga Champions, Iker Casillas telah menjuarai tiga trofi.

2. Xavi Hernandez (173 penampilan)

Xavi Hernandez menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya bersama Barcelona. Xavi Hernandez menjadi pemain Spanyol kedua dengan penampilan terbanyak di ajang Liga Champions, setelah Iker Casillas.

Xavi Hernandez kini telah pensiun sebagai pemain sepak bola. Kini Xavi Hernandez menjadi pelatih klub Qatar, Al Sadd.

Selama bermain di Liga Champions, Xavi Hernandez merengkuh empat trofi Liga Champions, yang semua diraihnya bersama Blaugrana.

Baca Juga : 4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

3. Pepe Reina (171 penampilan)

Pepe Reina menjadi kiper kedua asal Spanyol yang mencatatkan namanya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions. Beda dengan Iker Casillas, Pepe Reina menjalani pertandingan Liga Champions bersama lebih dari dua klub.

Klub yang beruntung mendapatkan jasa kiper berusia 37 tahun ini adalah Barcelona, ​​Villarreal, Liverpool, Napoli, Bayern Munchen, AC Milan.

Saat membela klub-klub itu, Pepe Reina mencatatkan menit bermain di Liga Champions.

Saat ini Pepe Reina kembali ke Premier League bersama Aston Villa setelah meninggalkan AC Milan.

4. Raul Gonzalez (161 penampilan)

Kolega Iker Casillas di Real Madrid dan Timnas Spanyol, Raul Gonzales, menjadi nama terakhir yang berhasil menembus penampilan lebih dari 150 laga di Liga Champions.

Raul Gonzalez mencatatkan 161 penampilan dari kebersamaannya bersama Real Madrid dan Schalke 04.

Dari jumlah 161 itu, Raul Gonzalez lebih banyak mencatatkan menit bermain di Liga Champions bersama Real Madrid ketimbang Schalke 04.

Selama tampil di Liga Champions, Raul Gonzalez mengoleksi tiga trofi dan 71 gol.

4-Pemain-Legenda-Sepak-Bola-Yang-Terpopuler

4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

legenda-sepakbola – Empat pemain besar yang sukses mengukir namanya dalam sejarah lapangan hijau. Bagaimana seseorang layak disebut sebagai legenda sepak bola? Umumnya mereka adalah “nyawa” dari suatu tim, yang berkontribusi tak hanya dari segi sumbangan gol dan jumlah penampilan melainkan juga performa terbaik serta kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar.

Jiwa kepemimpinan serta attitude yang dimilikinya juga menjadi poin pendukung yang vital. Sebab, mereka adalah ikon yang mewakili dan membawa nama besar tim yang dibelanya dengan hormat.

Legenda sepak bola merupakan seseorang yang berhasil mengukir namanya di buku sejarah lapangan hijau tak hanya dalam rekor sebagai kesuksesan pribadi namun juga untuk keberhasilan suatu tim.

Sejak awal diinisiasi di tahun 1930, Piala Dunia telah melahirkan sosok-sosok bertalenta yang hingga kini dikagumi oleh dunia. Berikut adalah beberapa nama legenda sepak bola yang setidaknya Anda perlu ketahui.

1. Pele

Pele

Edson Arantes do Nascimento, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pele, lahir pada tanggal 23 Oktober 1940 di Tres Coracoes, Brazil. Ia mengawali karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola ketika berusia 15 tahun dengan bergabung di klub sepak bola Brazil, Santo, di mana Pele mencetak empat gol di laga debutnya.

Ia kemudian diperkenalkan kepada dunia di Piala Dunia 1958 yang dihelat di Swedia bersama dengan tim nasional Brazil saat dirinya berusia 17 tahun, menjadi satu-satunya pemain termuda tim Samba di ajang tersebut.

Pele menjadi pahlawan saat Brazil menjadi juara Piala Dunia 1958 untuk pertama kalinya dan menyumbang enam gol termasuk hat-trick pada semifinal melawan Perancis dan menyarangkan 2 gol saat Brazil bertemu Swedia di final.

Pemain penyerang tersebut sukses mengantar Brazil kembali juara pada Piala Dunia 1962 dan 1970. Hal ini menjadikannya sebagai satu-satunya pemain dengan tiga juara Piala Dunia. Sepanjang karirnya, Pele telah mencetak sebanyak 1281 dala 1363 pertandingan, termasuk 77 gol untuk Brazil. Julukan Perola Negra atau Black Pearl pun diberikan padanya berkat kehebatannya.

Dan Pele, hingga saat ini, dikenal sebagai pemain terbesar sepanjang masa. Sang legenda mengakhiri karirnya pada tahun 1974 di klub spak bola Amerika, New York Cosmos.

2. Diego Maradona

Diego-Maradona

Mungkin Anda teringat akan ‘Gol Tangan Tuhan’ ketika mendengar nama Diego Maradona. Legenda Argentina ini memang erat kaitannya dengan gol kontroversial yang dicetaknya ketika melawan Inggris di perempat final Piala Dunia tahun 1986.

Alih-alih menyundul bola, ia menjebol gawang Inggris menggunakan tangan kirinya dan tak ada wasit yang menganulir gol tersebut. Maradona juga dikenal karena gol spektakulernya di pertandingan yang sama saat ia berhasil menggiring bola seorang diri melewati empat pemain Inggris dari tengah lapangan sebelum menyarangkannya ke gawang Inggris, membawa Argentina lolos ke semifinal.

Pemain kelahiran Buenos Aires tersebut menjadi pemain termuda skuad Argentina ketika ia memulai debut sebagai pemain profesional di usia yang masih muda, yakni 16 tahun. Sepanjang karirnya bersama Argentina, Maradona telah bermain sebanyak 91 kali dan melesakkan 34 gol.

Namanya tercatat dalam FIFA Player of the 20th Century bersama Pele. Maradona pensiun sebagai pesepakbola di tahun 1997. Ia kemudian sempat menjadi pelatih tim nasional Argentina pada November 2008 hingga Juli 2010.

3. Sir Bobby Charlton

Sir-Bobby-Charlton

Sir Robert Charlton CBE, atau lebih dikenal dengan nama Bobby Charlton, adalah salah satu legenda besar sepak bola tim nasional Inggris dan klub Manchester United. Karir sepak bola pertamanya berawal saat Charlton bergabung bersama The Red Devils di usia ke-15, sedangkan debutnya bersama tim nasional Inggris bermula di tahun 1958.

Gelandang serang kelahiran tahun 1937 tersebut menjadi satu-satunya pemain Inggris yang berpartisipasi dalam empat turnamen Piala Dunia, yakni pada tahun 1958, 1962, 1966, dan 1977. Bahkan, ia menjadi pemain kunci saat Inggris menaklukkan Jerman Barat dan kemudian keluar sebagai juara Piala Dunia 1966.

Baca Juga : Daftar Pemain Legenda Sepakbola Di Italia

Pada tahun yang sama, ia juga memenangkan Ballon d’Or, sebuah penghargaan tahunan bagi pesepakbola terbaik. Charlton telah mencatatkan namanya dalam 106 pertandingan bersama Inggris, menyumbangkan 49 gol dan menjadi top scorer kedua The Three Lions hingga saat ini setelah Wayne Rooney. Di tahun 1973, Sir Bobby Charlton memutuskan untuk gantung sepatu di klub yang sama saat ia mengawali karirnya.

Manchester United memberikan penghormatan baginya dengan membangun stand di sisi selatan stadion Old Trafford. Patungnya berdiri megah bersama George Best dan Denis Law di depan stadion Manchester United dan terkenal dengan sebutan The United Trinity. Tak ketinggalan, namanya pun tercatat dalam England Football Hall of Fame 2002.

4. Zinedine Zidane

ZIdane

Jika Maradona seing dikaitkan dengan gol kontroversialnya yang terkenal, Zinedine Zidane mudah diingat akan aksinya melakukan head-butt terhadap Marco Materazzi di Piala Dunia 2006 saat Perancis bertanding melawan Italia.

Ia pun harus keluar lapangan dengan kartu merah dan merelakan Italia menjadi pemenang. Terlepas dari kejadian ini, Zidane merupakan ikon sepak bola Perancis yang pantas dikagumi.

Mantan gelandang yang akrab disapa Zizou tersebut telah banyak mengantar klub yang ditungganginya memenangkan berbagai penghargaan, baik di Juventus maupun Real Madrid. Bersama Juventus, Zidane membantu tim Nyonya Tua memenangkan Intercontinental Cup, European Super Cup, dan juara Serie A.

Gelar Ballon d’Or juga berhasil diraihnya di tahun 1998. Sedangkan bersama Real Madrid, pemain keturunan Aljazair ini memenangkan Liga Champions di musim pertamanya tahun 2001/02 dan membawa pulang penghargaan UEFA Best Player.

Di laga internasional bersama tim nasional Perancis, Zidane juga memiliki rekor tersendiri. Les Bleus menjadi juara untuk pertama kalinya di Piala Dunia 1998 berkat dua gol yang disarangkannya saat melawan Brazil. Zidane pun disambut sebagai pahlawan Perancis.

Selepas karirnya sebagai pesepakbola, Zidane mencoba peruntungan sebagai pelatih klub raksasa yang pernah ia bela yaitu Real Madrid di musim 2015/16. Hasilnya? Real Madrid sukses menjadi jawara La Liga di musim 2016/17 dan meraih trofi prestisius Liga Champions selama tiga kali berturut-turut.

Daftar-Pemain-Legenda-Sepakbola-Di-Italia

Daftar Pemain Legenda Sepakbola Di Italia

legenda-sepakbola – Azzurri memiliki banyak pemain top yang menghuni banyak klub top eropa. Selain itu banyak juga dari meraka menjadi andalan di setiap tim yang dibela. Hal ini menndakan kalau Italia merupakan negara yang memiliki banyak pemain berkualitas yang mampu bersaing secara kualitas untuk menjadi inti di setiap permainan.

Dari sekian banyak pemain, ada beberapa dianataranya yng diakui sebagai legenda sepakbola Italia. Loyalitas, prestasi, tanggungjawab dan kepercayaan serta peran dalam setiap tugas menjadi nilai tersendiri bagi pemain Italia. Berikut beberapa pemain yang menjadi kebanggaan italia.

Giuseppe Meazza

Giuseppe-Meazza

Saking berharganya sosok seorang Giuseppe Meazza bagi persepakbolaan Italia, namanya ditasbihkan sebagai stadion kandang dua tim kota Milan, yaitu AC Milan dan Inter Milan.

Peppino sudah berhasil mencicipi dua kemenangan Piala Dunia yang begitu manis, dan dikenal sebagai striker timnas Italia yang paling ditakuti oleh semua timnas negara lain yang pernah menghadapinya di ajang Piala Dunia.

Tak kurang dari 242 gol dia ciptakan selama merumput di sebanyak 348 pertandingan bersama Inter Milan, sepanjang era 1927-1940.

Paolo Rossi

Paolo-Rossi

Paolo Rossi mungkin banyak dibilang tidak memiliki teknik yang canggih seperti para pesepakbola top lainnya. Namun, raihan 6 gol dalam ajang Piala Dunia 1982 yang ditorehkannya membuat mata dunia tertuju padanya.

Selain meraih Piala Sepatu Emas pada tahun tersebut, Rossi juga menikmati manisnya kemenangan Piala Dunia bersama timnas Italia. Sebagai pesepakbola, Rossi dikenal memiliki tendangan super tajam dan memiliki kesadaran posisi yang tinggi sehingga sering bermain efektif meski skill yang dimiliki tidak secanggih kawan-kawannya.

Ketika Rossi sudah mengeksekusi tendangan penalti, siapapun kiper tim lawan pasti akan ketakutan

Dino Zoff

Dino-Zoff

Dino Zoff menduduki peringkat utama dalam daftar kiper terbaik Piala Dunia versi The Richest. Jadi rasanya tak mengherankan jika dia pun akhirnya masuk dalam daftar 10 pesepakbola Italia terbaik sepanjang sejarah.

Karena kelihaiannya dalam membaca arah bola dan refleksnya yang begitu sempurna, tak jarang para fans menamainya dengan sebutan ‘Si Gurita’. Di usianya yang menginjak 40 tahun pada tahun 1982, Dino secara membanggakan didapuk menjadi kapten timnas Italia pada Piala Dunia 1982.

Franco Baresi

Franco-Baresi

Daftar Legenda Sepakbola Italia – Abad 21 boleh jadi bukan masa kejayaan seorang Franco Baresi. Namun, prestasi pada masa sebelum itu, telah membuat timnas Italia berdiri kokoh di mata internasional.

Karirnya di liga domestik pun juga bisa dibilang awet. Menjadi trio penggempur lawan dengan Mauro Tassotti dan Paolo Maldini di AC Milan, Baresi sering disebut sebagai pemain belakang paling kuat yang pernah dimiliki timnas Italia. Loyalitasnya begitu besar terhadap skuad Rossoneri.Saking hebatnya seorang Franco Baresi, dia masuk dalam grup Invicibili di Italia.

Roberto Baggio

Roberto-Baggio

Roberto Baggio adalah salah satu pemain tengah bertipe menyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh timnas Italia. Pria berjuluk Il Divino Codino ini telah mencicipi rasanya bermain untuk berbagai tim papan atas Liga Italia.

Meski karirnya sempat mendapatkan sorotan tajam ketika memutuskan untuk hengkang dari Fiorentina yang sudah membesarkan namanya, untuk bergabung dengan rival seumur hidup, Juventus, Baggio tetap menjadi pemain kesayangan timnas Italia.

Baca Juga :Daftar Daftar Klub Pemain Liga Champion Inggris 2020

Paolo Maldini

Paolo-Maldini

Paolo Maldini adalah sejarah besar bagi AC Milan. Kemampuannya untuk menyerang sekaligus bertahan membuatnya menjadi pilihan tepat untuk memegang posisi sebagai gelandang kiri.

Selama lebih dari 2 dekade, Maldini mengerahkan semua kemampuannya demi kejayaan AC Milan. Tak kurang dari 900 pertandingan pernah dia jalani bersama Rossoneri.

Dalam sejarah timnas sendiri, Maldini juga memberikan sumbangsih yang besar. Meski akhirnya dia harus banyak bermain bertahan di masa-masa akhir karirnya, karena kecepatannya dalam berlari sudah berkurang drastis, nama Maldini tetap terukir sebagai salah satu pemain besar dalam sejarah Italia.

Alessandro del Piero

Alessandro-del-Piero

Alessandro del Piero adalah mantan pesepakbola Juventus. Prestasi del Piero tak bisa dianggap remeh. Saat ini, dia masih memegang rekor top skorer Liga Italia sepanjang sejarah.

Karirnya di Juventus dulu juga begitu gemilang, di kala masih berduet dengan Pavel Nedved dan David Trezeguet. Performanya bersama timnas juga begitu bagus, termasuk membantu Italia mereguk kemenangan manis Piala Dunia tahun 2006.

Mana Yang Menjadi Favorit Kalian ?

1 2 3 27