Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang legenda timnas Indonesia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Sejarah panjang Timnas Indonesia tentunya diwarnai dengan kehadiran para sosok legenda yang ternyata beberapa di antaranya pernah bela klub sepak bola antah-berantah.

Punya status sebagai legenda, biasanya itu disematkan kepada para pemain yang mampu memikat hati para fans Timnas Indonesia dan juga di level klub. Penampilan konsisten serta setia, biasanya menjadi faktor untuk menjadi legenda sepak bola Indonesia.

Timnas Indonesia memang minim prestasi dalam beberapa dekade terakhir, tapi tetap saja, para legenda lapangan hijau Tanah Air terus bermunculan dan kebanyakan membela klub-klub top di kasta tertinggi, Liga 1.
Baca Juga

Termasuk Alfredo Vera, 3 Pelatih Sudah Kirim CV ke PSMS Medan

Namun, dari sekian banyak pemain yang masuk kategori legenda di sejarah Timnas Indonesia, ada beberapa yang pernah bela klub antah-berantah. Siapa saja mereka?

Berikut INDOSPORT sudah merangkum sebanyak 3 pemain yang melegenda di sepak bola Indonesia tapi tak malu bela klub antah-berantah. Simak selengkapnya.

Saktiawan Sinaga

Yang pertama adalah Saktiawan Sinaga, salah satu striker veteran yang namanya paling diingat oleh para pencinta PSMS Medan. Pemain yang akrab disapa Sakti itu, lebih mentereng di level klub ketimbang di Timnas Indonesia.

Pemain ini pernah membela Persiwa Wamena untuk Liga 2 2018 dan kabar terakhir pada pertengahan 2019, Sakti sempat juga ikut latihan dan trial untuk gabung Persib B jelang Liga 2 2019.

Tapi tanpa alasan konkret, Sakti tak jadi gabung Persib B di Liga 2 2019 dan lebih memilih kontestan Liga 3, Tiga Naga FC yang merupakan klub asal Pekanbaru Riau.

Gerard Pangkali

Gerald Pangkali merupakan salah satu legenda sepakbola yang berasal dari Tanah Papua. Dia menjadi bintang nasional saat dirinya membela Persija Jakarta dan Persipura Jayapura, khususnya pada 2007/08, dia pernah menjadi juara Liga Indonesia bersama Persija.

Selang setahun, Pangkali kembali bermain untuk Persipura Jayapura dan mampu menyumbang gelar juara untuk klub kebanggaan masyarakat Papua itu. Tidak hanya pada 2009 saja, Pangkali juga kembali merasakan gelar Liga Indonesia bersama Persipura di tahun 2011.

Namun pada pertengahan 2018 lalu, kabar mengejutkan datang mengatakan Gerard Pangkali membela tim amatir asal Sulawesi, Porda Toraja Utara. Hal itu diketahui saat dirinya berhasil membawa tim melaju ke semifinal turnamen sepak bola, Djuli Mambaya (DJM) Cup 2018.

Kini Gerard Pangkali diketahui sedang menekuni bidang kepelatihan dan menurut pernyataan ekslusif kepada INDOSPORT, dia ditunjuk langsung sebagai asisten pelatih Eduard Ivakdalam yang melatih tim sepak bola PON Papua.

Baca Juga: Pemain Depan Sepak Bola Terbaik

Okto Maniani

Siapa yang tidak kenal Oktavianus Maniani, pemain yang lebih akrab disapa Okto ini memang punya kenangan tersendiri untuk para fans Timnas Indonesia. Apalagi dia menjadi bintang saat Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2010 silam.

Berkat penampilannya di Piala AFF 2010 itu pun membuat Okto disebut-sebut layak berkarier di sepak bola Eropa. Tapi alih-alih ke Eropa, dia malah memperkuat sejumlah tim gurem dan antah-berantah beberapa tahun terakhir ini.

 

Pemain Depan Sepak Bola Terbaik

Pemain Depan Sepak Bola Terbaik – Dalam sepak bola posisi para pemain dibagi menjadi 4 bagian yaitu, gool eeper, defender, midfielder, dan forward. Tiap bagian memiliki tuagsnya masing-maisng. Kali ini kita akan membahas tentang Pemain Depan terbaik dalam Olahraga Sepak Bola:

1. Pele

pele

Tidak mengherankan bahwa Pelé adalah striker terbaik yang pernah ada, jika Anda hanya melihat statistik nya Anda akan melihat mengapa. Pemain Brasil ini mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan, jumlah yang belum diulang oleh setiap pemain hingga saat ini. Pelé mencetak gol dengan berbagai cara, selalu mencari peluang untuk menembak ke gawang. Dia adalah penyundul yang hebat meskipun ia bukan yang tertinggi, ia mencetak beberapa gol akrobat juga ia mencetak gol paling banyak, dengan tendangan yang sangat baik, Pelé bisa menendang dengan sangat baik menggunakan kedua kakinya.

2. Ference Puskas

ference pukas

Pemain Hungaria Puskás adalah striker hebat, ia memiliki salah satu penyelesaian terbaik dalam sejarah sepak bola. Ini membantunya mencetak banyak gol, ia mencetak 513 gol dalam 528 pertandingan. Sebagai kapten Hungaria Puskas mencetak 84 gol dalam 85 pertandingan, membantu mereka memenangkan medali emas di Olimpiade 1952, dan menembus final Piala Dunia FIFA tahun 1954.

3. Ronaldo

ronaldo

Ronaldo adalah striker hebat di akhir 1990-an dan awal 2000 an. Pada periode ini dia benar-benar tak terbendung, dia bisa mencetak gol dari posisi manapun setiap saat. Pemain asal Brasil ini selalu mencetak banyak gol di setiap tim dimana dia bermain. Pada Piala Dunia 2006 Ronaldo mencetak gol Piala Dunia ke-15 dan menjadi pemegang rekor mencetak gol terbanyak di Piala Dunia.

4. Diego Maradona

Diego Maradona 

Maradona hanya berada pada nomer empat, terkejut? Jangan terkejut di daftar ini adalah tentang striker terbaik yang pernah ada dan Maradona tidak lebih adalah gelandang serang, namun Maradona masih seorang finisher yang bagus, dia bisa mencetak gol dari posisi yang luar biasa, dengan tembakan yang luar biasa, tetapi ia juga menciptakan peluang skor entah dari posisi tidak mungkin dengan menggiring bola seperti mereka tidak ada. Ini membantunya mencetak banyak gol.

5. Eusebio

Eusebio

Eusebio, dijuluki “The Black Panther” adalah pemain besar pertama yang lahir di Afrika. Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Benfica dengan 638 gol dalam 614 pertandingan. Eusebio dikenal dengan Portugal di Piala Dunia 1966 di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 9 gol.

6. Marco Van Basten

Marco Van Basten

Pahlawan Ajax dan Milan, van Basten adalah striker hebat. Ia memenangkan Kejuaraan Eropa dengan Belanda pada tahun 1988, menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan 5 gol. Dia adalah pemain yang sangat berbakat tapi dipaksa untuk pensiun dini karirnya pada usia 30 karena cedera pergelangan kaki.

7. Gerd Muller

Gerd Muller

Müller memenangkan Piala Dunia dengan Jerman-Barat pada tahun 1974, ia mencetak total 68 gol dalam 62 pertandingan untuk tim nasional. Ia dijuluki “Der Bomber” karena kemampuannya mencetak gol yang luar biasa. Dia mencetak 401 gol dalam 441 pertandingan sebagai striker Bayern Munich.

Baca Juga: Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

8. Romario

romario

Dia adalah salah satu dari beberapa pemain yang mencetak lebih dari 1000 gol selama karir nya. Dia adalah striker dari tim impian Barcelona selama awal 90-an yang dilatih oleh Johan Cruyff. Ia memenangkan Piala Dunia bersama Brasil pada tahun 1994, memenangkan bola emas untuk pemain terbaik.

9. Lionel Messi

Lionel Messi

Di usia nya yang masih muda, dia sudah memperoleh berbagai penghargaan pemain terbaik. Pemain ini terkenal dengan permainan nya yang lincah serta tendangan yang akurat, sangat susah untuk menghentikan messi ketika ia membawa bola. Ketika artikel ini di tulis ia sudah mencetak 215 gol dalam 246 pertandingan sebuah rekor yang fantastis mengingat umur nya yang masih muda 26 tahun. Bersama dengan Barcelona ia juga telah memenangi berbagai piala, hanya menunggu waktu bagi Messi untuk menjadi status Legenda.

10. Arthur Friedenreich

Arthur Friedenreich

Friedenreich bermain bahkan sebelum Perang Dunia I, 1909-1935. Tidak ada banyak rekaman dia tapi terdapat angka-angka menakjubkan. Ada kebingungan tentang jumlah pasti, ada yang mengatakan ia mencetak 1239 gol dalam 1329 pertandingan, sementara yang lain mengatakan yang benar adalah 1.329 gol dalam 1.239 pertandingan. Friedenreich dijuluki “The King of Football” sebelum Pelé mengambil julukan ini.

Legenda-Pierluigi-Collina-Wasit-yang-Paling-Ditakuti

Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

legenda-sepakbola – Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit yang paling dihormati sekaligus menakutkan di kancah sepak bola dunia. Dia tidak pernah terpengaruh oleh protes pemain dan memang memiliki perawakan yang menyeramkan.

Biasanya, mata Collina melotot ketika meniup peluit untuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kepalanya yang plontos dan gerak tubuh yang tegas juga menambah kuat citra keras kepala untuk mempertahankan keputusan.

Sebelum menjadi wasit papan atas, Collina yang lahir di Bologna pada 13 Februari 1960 silam juga bekerja paruh waktu sebagai penasihat keuangan. Kariernya sebagai perangkat pertandingan kompetisi Italia dimulai sejak 1988.

Pierluigi-Collina

Namun jangan salah, tampilan yang menyeramkan itu tidak dibuat-buat oleh Collina. Dia memang menderita Alopecia pada usia 24 tahun yang membuat rambutnya langsung rontok dalam waktu 10 hari. Tidak lama kemudian, dia mendapat julukan Kojak.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak Collina sebagai wasit karena khawatir penyakit yang dideritanya merusak citra kompetisi. Tapi, Collina punya kelebihan lain yang jarang dimiliki wasit lain, yakni ketelitiannya terhadap persiapan pertandingan.

Statistik collina cukup mengesankan. Dia sudahmemimpin 467 pertandingan di sepanjang karier sambil mengeluarkan 1470 kartu kuning dan 131 kartu merah. Performanya yang apik mendatangkan berbagai penghargaan, termasuk sebagai wasit terbaik FIFA selama enam tahun berturut-turut.

Baca Juga :Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

Wasit ternama Inggris, Graham Poll, turut mengakui kehebatan Collina dalam memimpin pertandingan. Dia mengatakan, biasanya Collina punya strategi tersendiri sebelum pertandingan yang tujuannya untuk mencegah gejolak atau intrik di lapangan.

Saking kuat pengaruhnya dalam pertandingan, wajah Collina pun terpampang dalam sampul video gim Pro Evolution Soccer (PES) 3 dan 4. Ini bisa dibilang penghargaan tersendiri, karena sampul tersebut lebih sering menampilkan wajah pemain bintang.

Kemudian, Collina juga satu-satunya wasit yang pernah bertukar kaus dengan legenda David Beckham seusai pertandingan. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2002 yang menjadi puncak karier Collina dengan memimpin laga final.

Collina sudah pensiun sebagai wasit sejak 2006 dan belum terlihat memimpin pertandingan lagi hingga kini. Tapi, dia dikabarkan sedang sibuk menjadi konsultan Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia (AIA), Kepala Wasit Sepak Bola Ukraina dan anggota Komite Wasit UEFA. (berbagai sumber)

Pelatih-PSG-Merebut-Kemenangan-Piala-Mahal-Di-Perancis

Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

legenda-sepakbola  – Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menyebut sukses timnya jadi juara Piala Prancis sebagai ‘kemenangan mahal’, karena harus kehilangan Kylian Mbappe jelang bertemu Atalanta di Liga Champions.

Les Parisians mengamankan kemenangan 1-0 atas Saint-Etienne di final Piala Prancis, Sabtu (25/7) dinihari tadi, berkat gol tunggal Neymar di babak pertama. Namun, Mbappe terpaksa ditarik keluar di menit ke-31 setelah dijegal kapten St Etienne, Loic Perrin, yang akhirnya diusir wasit.

Bintang muda Prancis itu tampak tertatih-tatih saat meninggalkan lapangan, dan dikhawatirkan alami cedera yang cukup serius. Apalagi, Mbappe harus menggunakan kruk saat ikut merayakan kemenangan timnya.

Setelah gelaran tersebut, Tuchel mengaku khawatir dengan kondisi bintang andalannya tersebut. “Saya tidak punya berita baru saat ini. Semua orang pastinya khawatir setelah melihat foto-foto dari cederanya. Tentu saja, saya sangat khawatir,” ujar Tuchel kepada Eurosport, seperti dilansir Mirror.

Pelatih PSG berusia 46 tahun itu sekali lagi berhasil membawa timnya mengamankantrofi Ligue 1 dan dua ajang perebutan piala. Tapi cederanya Mbappe dikhawatirkan bisa mengakhiri harapan raksasa Paris merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Les Parisians belum pernah mencapai empat besar sejak klub itu diambil alih jutawan asal Qatar. Tapi, Neymar dan kawan-kawan akan berlaga di perempat final melawan Atalanta bulan depan.

Mereka dapatkan lawan yang sangat menarik saat drawing, dan akan hadapi klub Italia itu sebelum melaju ke semi-final dan berpeluang bertemu RB Leipzig atau Atletico Madrid. Namun PSG hampir tidak pernah merumput selama beberapa bulan terakhir ini, setelah Liga Prancis musim ini dihentikan.

Baca Juga : Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

Final Piala Prancis yang mereka menangkan dinihari tadi bahkan menjadi pertandingan pertama mereka sejak Maret 2020, dan Tuchel mengakui ada banyak hal yang harus mereka perbaiki.

“Ya, kami memang menang. Dalam sebuah laga final, kemenangan memang sangat penting, tapi kami alami kesulitan karena beberapa alasan,” tandas pelatih PSG asal Jerman itu.

“Ada banyak hal yang harus dianalisa dan dibenahi. Itu bagus, tapi ini benar-benar kemenangan yang mahal,” tambahnya.

“Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Saint Etienne, mereka selalu mendapat kartu merah di 30 menit pertama. Saya tidak memberi tahu Anda apa yang dikatakan di ruang ganti sebelumnya, dan di samping itu, kami juga mendapat tiga kartu kuning,” ujar Tuchel.

“Semuanya berjalan sulit, meskipun kami unggul secara numerik. Ini pertandingan kompetitif pertama (sejak liga dihentikan), tapi kami banyak kekurangan walau kami jadi favorit,” tambahnya.

“Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua, dan saya ingat tahun lalu saat kami kalah setelah memimpin 2-0. Kepuasannya kami tetap menang. Kami tidak kebobolan gol dan tidak marah bahkan saat kami tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

 

Pemain-Spayol-Liga-Champion-Dengan-Penampilan-Terbanyak

Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

legenda-sepakbola  – Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Namun, siapa yang mencatatkan statistik penampilan terbanyak di ajang tersebut?

Sejak turnamen paling elite antarklub di Eropa itu berubah menjadi Liga Champions di musim 1992-1993, Iker Casillas tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak.

Iker Casillas telah berkarier selama 22 tahun sebagai pesepak bola profesional. Februari lalu, ia dikabarkan pensiun. Iker Casillas mencetak 188 penampilan untuk dua klub di ajang Liga Champions, Real Madrid dan FC Porto.

Tak hanya menjadi pemegang penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, Iker Casillas juga merupakan pemain asal Spanyol pertama yang bisa mencatatkan rekor tersebut. Dengan caps-nya yang mencapai 188, kiper yang kini berusia 38 tahun itu meraup koleksi tiga trofi Liga Champions bersama Real Madrid.

Untuk sementara, pria yang belum lama ini dikabarkan hendak mencalonkan diri sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tersebut memang ada di urutan teratas pemegang caps terbanyak di Liga Champions.

Namun, status itu bisa digusur bekas koleganya di El Real, Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu sejauh ini sudah mengoleksi 184 caps. Padahal, Ronaldo masih aktif bermain, dan klubnya sekarang, Juventus, juga berpeluang melaju sejauh mungkin di Liga Champions 2019-2020.

Hanya, apresiasi tetap pantas diberikan pada Casillas, yang dianggap sebagai salah seorang kiper terbaik di jagat sepak bola. Belum lagi, hingga saat ini tak banyak pemain asal Spanyol yang memiliki catatan seperti yang ditorehkannya.

Berikut ini empat pemain asal Spanyol yang mencatatkan penampilan terbanyak di Liga Champions, tentu saja termasuk Iker Casillas.

1. Iker Casillas (188 penampilan)

Di urutan pertama ada legenda Real Madrid, Iker Casillas. Kiper kawakan Spanyol itu telah berpartisipasi di ajang Liga Champions dalam 118 penampilan bersama Real Madrid dan raksasa Portugal, FC Porto.

Namun, Iker Casillas lebih banyak melakoni pertandingan bersama El Real.

Selama mengikuti ajang Liga Champions, Iker Casillas telah menjuarai tiga trofi.

2. Xavi Hernandez (173 penampilan)

Xavi Hernandez menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya bersama Barcelona. Xavi Hernandez menjadi pemain Spanyol kedua dengan penampilan terbanyak di ajang Liga Champions, setelah Iker Casillas.

Xavi Hernandez kini telah pensiun sebagai pemain sepak bola. Kini Xavi Hernandez menjadi pelatih klub Qatar, Al Sadd.

Selama bermain di Liga Champions, Xavi Hernandez merengkuh empat trofi Liga Champions, yang semua diraihnya bersama Blaugrana.

Baca Juga : 4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

3. Pepe Reina (171 penampilan)

Pepe Reina menjadi kiper kedua asal Spanyol yang mencatatkan namanya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions. Beda dengan Iker Casillas, Pepe Reina menjalani pertandingan Liga Champions bersama lebih dari dua klub.

Klub yang beruntung mendapatkan jasa kiper berusia 37 tahun ini adalah Barcelona, ​​Villarreal, Liverpool, Napoli, Bayern Munchen, AC Milan.

Saat membela klub-klub itu, Pepe Reina mencatatkan menit bermain di Liga Champions.

Saat ini Pepe Reina kembali ke Premier League bersama Aston Villa setelah meninggalkan AC Milan.

4. Raul Gonzalez (161 penampilan)

Kolega Iker Casillas di Real Madrid dan Timnas Spanyol, Raul Gonzales, menjadi nama terakhir yang berhasil menembus penampilan lebih dari 150 laga di Liga Champions.

Raul Gonzalez mencatatkan 161 penampilan dari kebersamaannya bersama Real Madrid dan Schalke 04.

Dari jumlah 161 itu, Raul Gonzalez lebih banyak mencatatkan menit bermain di Liga Champions bersama Real Madrid ketimbang Schalke 04.

Selama tampil di Liga Champions, Raul Gonzalez mengoleksi tiga trofi dan 71 gol.

1 2 3 4 28