Daftar-Pemain-Legenda-Sepakbola-Di-Italia

Daftar Pemain Legenda Sepakbola Di Italia

legenda-sepakbola – Azzurri memiliki banyak pemain top yang menghuni banyak klub top eropa. Selain itu banyak juga dari meraka menjadi andalan di setiap tim yang dibela. Hal ini menndakan kalau Italia merupakan negara yang memiliki banyak pemain berkualitas yang mampu bersaing secara kualitas untuk menjadi inti di setiap permainan.

Dari sekian banyak pemain, ada beberapa dianataranya yng diakui sebagai legenda sepakbola Italia. Loyalitas, prestasi, tanggungjawab dan kepercayaan serta peran dalam setiap tugas menjadi nilai tersendiri bagi pemain Italia. Berikut beberapa pemain yang menjadi kebanggaan italia.

Giuseppe Meazza

Giuseppe-Meazza

Saking berharganya sosok seorang Giuseppe Meazza bagi persepakbolaan Italia, namanya ditasbihkan sebagai stadion kandang dua tim kota Milan, yaitu AC Milan dan Inter Milan.

Peppino sudah berhasil mencicipi dua kemenangan Piala Dunia yang begitu manis, dan dikenal sebagai striker timnas Italia yang paling ditakuti oleh semua timnas negara lain yang pernah menghadapinya di ajang Piala Dunia.

Tak kurang dari 242 gol dia ciptakan selama merumput di sebanyak 348 pertandingan bersama Inter Milan, sepanjang era 1927-1940.

Paolo Rossi

Paolo-Rossi

Paolo Rossi mungkin banyak dibilang tidak memiliki teknik yang canggih seperti para pesepakbola top lainnya. Namun, raihan 6 gol dalam ajang Piala Dunia 1982 yang ditorehkannya membuat mata dunia tertuju padanya.

Selain meraih Piala Sepatu Emas pada tahun tersebut, Rossi juga menikmati manisnya kemenangan Piala Dunia bersama timnas Italia. Sebagai pesepakbola, Rossi dikenal memiliki tendangan super tajam dan memiliki kesadaran posisi yang tinggi sehingga sering bermain efektif meski skill yang dimiliki tidak secanggih kawan-kawannya.

Ketika Rossi sudah mengeksekusi tendangan penalti, siapapun kiper tim lawan pasti akan ketakutan

Dino Zoff

Dino-Zoff

Dino Zoff menduduki peringkat utama dalam daftar kiper terbaik Piala Dunia versi The Richest. Jadi rasanya tak mengherankan jika dia pun akhirnya masuk dalam daftar 10 pesepakbola Italia terbaik sepanjang sejarah.

Karena kelihaiannya dalam membaca arah bola dan refleksnya yang begitu sempurna, tak jarang para fans menamainya dengan sebutan ‘Si Gurita’. Di usianya yang menginjak 40 tahun pada tahun 1982, Dino secara membanggakan didapuk menjadi kapten timnas Italia pada Piala Dunia 1982.

Franco Baresi

Franco-Baresi

Daftar Legenda Sepakbola Italia – Abad 21 boleh jadi bukan masa kejayaan seorang Franco Baresi. Namun, prestasi pada masa sebelum itu, telah membuat timnas Italia berdiri kokoh di mata internasional.

Karirnya di liga domestik pun juga bisa dibilang awet. Menjadi trio penggempur lawan dengan Mauro Tassotti dan Paolo Maldini di AC Milan, Baresi sering disebut sebagai pemain belakang paling kuat yang pernah dimiliki timnas Italia. Loyalitasnya begitu besar terhadap skuad Rossoneri.Saking hebatnya seorang Franco Baresi, dia masuk dalam grup Invicibili di Italia.

Roberto Baggio

Roberto-Baggio

Roberto Baggio adalah salah satu pemain tengah bertipe menyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh timnas Italia. Pria berjuluk Il Divino Codino ini telah mencicipi rasanya bermain untuk berbagai tim papan atas Liga Italia.

Meski karirnya sempat mendapatkan sorotan tajam ketika memutuskan untuk hengkang dari Fiorentina yang sudah membesarkan namanya, untuk bergabung dengan rival seumur hidup, Juventus, Baggio tetap menjadi pemain kesayangan timnas Italia.

Baca Juga :Daftar Daftar Klub Pemain Liga Champion Inggris 2020

Paolo Maldini

Paolo-Maldini

Paolo Maldini adalah sejarah besar bagi AC Milan. Kemampuannya untuk menyerang sekaligus bertahan membuatnya menjadi pilihan tepat untuk memegang posisi sebagai gelandang kiri.

Selama lebih dari 2 dekade, Maldini mengerahkan semua kemampuannya demi kejayaan AC Milan. Tak kurang dari 900 pertandingan pernah dia jalani bersama Rossoneri.

Dalam sejarah timnas sendiri, Maldini juga memberikan sumbangsih yang besar. Meski akhirnya dia harus banyak bermain bertahan di masa-masa akhir karirnya, karena kecepatannya dalam berlari sudah berkurang drastis, nama Maldini tetap terukir sebagai salah satu pemain besar dalam sejarah Italia.

Alessandro del Piero

Alessandro-del-Piero

Alessandro del Piero adalah mantan pesepakbola Juventus. Prestasi del Piero tak bisa dianggap remeh. Saat ini, dia masih memegang rekor top skorer Liga Italia sepanjang sejarah.

Karirnya di Juventus dulu juga begitu gemilang, di kala masih berduet dengan Pavel Nedved dan David Trezeguet. Performanya bersama timnas juga begitu bagus, termasuk membantu Italia mereguk kemenangan manis Piala Dunia tahun 2006.

Mana Yang Menjadi Favorit Kalian ?

Legenda Liverpool Luis Alberto

Legenda Liverpool Luis Alberto

legenda-sepakbola.web.id Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Legenda Liverpool Luis Alberto. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Legenda Liverpool Luis Alberto

Di Serie A musim 2019-2020, sampai sebelum kompetisi ditangguhkan akibat pandemi virus corona, Luis Alberto telah mengemas 12 assist bersama Lazio. Pemain 27 tahun Spanyol mantan pemain Liverpool itu juga sudah menyumbang empat gol dalam 25 penampilan untuk Lazio.

Luis Alberto adalah satu di antara pemain terbaik Lazio di Serie A musim ini. Performa impresif pun dia tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir. Itu setelah dia melalui masa-masa gelap di Anfield.Karier singkatnya di Liverpool, di mana dia terbengkalai dan tersia-siakan, bisa dibilang sebagai periode terrburuk dalam karier profesional Luis Alberto. Dia bisa melupakannya, setelah dibangkitkan oleh Lazio.

Lahir di San Jose del Valle, Spanyol, 28 September 1992, Luis Alberto gabung akademi Sevilla tahun 2004. Pada 2009, dia naik ke tim Sevilla B, sebelum kemudian naik kelas lagi ke tim senior pada 2011.

Ini merupaka fase Luis Alberto yang masih berada dalam tahap perkembangan awal. Dia juga dipinjamkan ke Barcelona B pada musim 2012-13.

Pada 20 Juni 2013, Liverpool melayangkan tawaran senilai 6,8 pounds untuk Luis Alberto dan Sevilla menerimanya. Transfer ini diresmikan dua hari setelahnya. Namun, kariernya tak berkembang di klub ini.

Tiga tahun menjadi pemain Liverpool, Luis Alberto hanya memainkan sembilan pertandingan. Manajer Brendan Rodgers lebih sering meminjamkannya ke klub lain, termasuk Malaga (2014-15) dan Deportivo La Coruna (2015-16).

Pada 31 Agustus 2016, Lazio merekrutnya dengan nilai transfer hanya 4 juta euro. Lazio saat itu butuh seorang gelandang yang juga bisa beroperasi di sayap untuk menggantikan Antonio Candreva, yang menyeberang ke Inter Milan.

Hanya saja, Luis Alberto datang ketika pramusim sudah berjalan. Persiapan yang tidak optimal dan proses adaptasi di klub serta liga baru membuatnya kesulitan di awal.

Wajar jika Luis Alberto lebih sering dicadangkan. Itu membuatnya cuma tampil sembilan kali pada musim perdananya di Serie A. Namun, dia tetap bersabar. Kesabaran dan kerja kerasnya pun membuahkan hasil manis di musim anyar 2017-18.

Dia tampil apik saat Lazio meraih titel Supercoppa Italiana dengan mengalahkan Juventus 3-2. Sejak itu, pelatih Simone Inzaghi semakin percaya bahwa dia layak dipertahankan di tim utama.

Keberadaannya jadi fundamental. Itu berkat fleksibilitasnya. Dia sanggup beroperasi sebagai gelandang sentral, gelandang serang, winger maupun forward. Kemampuannya pun diakui, dan itu bahkan membuat dia mendapatkan panggilan pertama ke tim senior Spanyol pada November 2017.

Di Lazio, kemampuan Luis Alberto terus berkembang. Itu bisa dilihat dari statistiknya. Pada musim 2016-17, Luis Alberto mengukir satu gol dan dua asisst dalam sembilan penampilan di Serie A.

Baca Juga : Bruno Fernandes Siap Jadi Taring Baru Manchester United

Pada musim 2017-18, Luis Alberto menyumbang 11 gol dan 14 assist dalam 34 penampilan di Serie A. Dia juga menyumbang satu gol dan lima assist dalam sembilan penampilan di Liga Europa.

Pada musim 2018-19, Luis Alberto mengalami sedikit penurunan. Dia mengukir empat gol dan lima assist dalam 27 penampilan di Liga Europa, serta satu gol dan satu assist dalam lima penampilan di Liga Europa.

Pada musim 2019-20 ini, Luis Alberto menjadi satu di antara pemain dengan performa terbaik di Serie A. Empat gol dan 12 assist sudah dia catatkan dalam 25 penampilan. Itu ditambah satu gol dalam empat penampilan di Liga Europa.

Masa-masa gelap di Liverpool, juga kesulitan di awal dia gabung Lazio, sempat membuat Luis Alberto tak yakin dengan kemampuannya sendiri. Dia terpuruk, bahkan sampai berpikir untuk berhenti.

Namun, Luis Alberto bisa keluar dari masa-masa sulit itu, salah satunya berkat bantuan seorang psikolog olahraga di Spanyol bernama Juan Carlos Alvarez Campillo.”Saya tak melihat cahaya di ujung terowongan,” kenang Luis Alberto pada September 2017.”Campilo yang membuat saya sadar tentang kualitas yang saya miliki.”

“Sekarang saya percaya dan siap mengambil risiko. Saya telah melakukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah berani saya lakukan.”Luis Alberto sebelumnya sempat merasa dirinya tak berguna. Namun, dia kemudian mampu menggali kemampuan yang tertidur di dalam dirinya.Dia pernah ‘dibunuh’ oleh Liverpool, tapi bisa ‘dihidupkan kembali’ oleh Lazio.

Klopp Dan Ketrampilannya Mengontrol Liverpool

Klopp Dan Ketrampilannya Mengontrol Liverpool

legenda-sepakbola.web.id Membangun kerjasama tim dengan baik adalah salah satu kemampuan dasara yang harus dimiliki oleh seorang manajer tim atau pelatih tim,karna kemampuan seseorang untuk memaksimalkan kemampuan setiap pemain membutuhkan teknik khusus .Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Klopp Dan Ketrampilannya Mengontrol Liverpool. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Klopp Dan Ketrampilannya Mengontrol Liverpool

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengakui bahwa anak-anak asuhnya sering harus bermain dengan menahan rasa sakit karena mengalami cedera.Liverpool tampil sangat perkasa pada musim ini. The Reds mampu terus meraih kemenangan demi kemenangan di liga.Mereka sangat sulit dikalahkan. Selain itu, seperti yang pernah disebutkan oleh Kylian Mbappe, Liverpool bermain bak mesin.Liverpool sendiri meraih sukses besar sejauh ini. Mereka sudah meraih tiga gelar juara di level Eropa dan internasional. Namun hal itu sejatinya didapat dengan pengorbanan yang besar.Sebelumnya Andrew Robertson mengungkapkan sebuah fakta yang tak diketahui banyak orang. Ia mengatakan para pemain sering harus bermain dengan menahan rasa sakit.

Contohnya adalah dirinya sendiri. Ia sempat mengalami memar di kaki kirinya dan itu tak bisa membuatnya bermain maksimal pada musim ini.”Sejujurnya, tubuh saya terasa baik-baik saja [usai menjalani winter break]. Saya tidak merasa lelah dan tidak lelah. Lebih banyak rasa sakit yang saya rasakan waktu bermain pada waktu itu,” ungkapnya.”Saya menarik diri dari skuat Skotlandia pada bulan November dengan cedera dan itu mungkin berlanjut, kemudian saya mengalami memar lagi dan mungkin cederanya menjadi lebih buruk. Banyak dari kami sering bermain dengan menahan rasa sakit, tapi itu bagian dari menjadi pemain sepak bola,” terangnya.

Hal ini kemudian ditanyakan kepada Jurgen Klopp di sesi konferensi pers jelang laga antara Norwich City vs Liverpool. Manajer asal Jerman itu pun tak menampik pengakuan Andrew Robertson.Ia mengaku juga pernah mengalaminya. Demikian juga dengan banyak para pemain sepak bola lainnya. Jadi ia menganggap itu sebagai hal yang wajar saja.“Ada begitu banyak kisah positif tentang kami saat ini, yang merupakan hal biasa. Ini bagian lain darinya, 100 persen,” ucap Klopp pada situs resmi Liverpool.“Saya sendiri dulu adalah seorang pemain; ketika saya melihat ke belakang, rasanya seperti waktu bermain saya sebanyak 80 persen dilalui dengan rasa sakit. Tidak ada yang menghargai itu karena saya masih bermain buruk! Itu tidak membantu, tidak ada yang bertanya saat itu,” kelakarnya.

“Sangat normal bagi pemain sepak bola profesional bahwa Anda harus bermain dengan rasa sakit. Begitulah adanya,” ujar eks bos Borussia Dortmund ini.Para pemain Liverpool sendiri kini berada dalam kondisi yang lebih baik pasca winter break. Di laga lawan Norwich City nanti, Jurgen Klopp bahkan kemungkinan akan bisa memainkan Sadio Mane dan James Milner yang sebelumnya mengalami cedera otot.Milos Jojic memuji kemampuan Jurgen Klopp membuat atmosfer yang spesial dalam tim hingga membuat para pemain yang jarang mendapat kesempatan bermain sekalipun merasa tetap termotivasi.

Jojic adalah mantan pemain Borussia Dortmund. Ia sempat dilatih oleh Klopp di klub Bundesliga tersebut.Ia hanya sempat dilatih oleh Klopp selama satu tahun saja. Akan tetapi ia masih ikut serta mengangkat trofi juara DFB Supercup pada tahun 2014, tak lama setelah ia ditransfer dari Partizan Belgrade.Gelandang serang itu tampil dalam 20 pertandingan dan mencetak empat gol di Bundesliga musim itu. Akan tetapi dalam sebuah wawancara dengan Sport Bild pada tahun 2015 tampaknya menunjukkan ia tidak senang dengan waktu bermain yang ia dapatkan di bawah asuhan Klopp.Dalam wawancara itu, Milos Jojic dikutip mengatakan bahwa ia ‘tidak memiliki percakapan nyata’ dengan Jurgen Klopp. Akan tetapi pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Goal dan DAZN bahwa kata-katanya dipelintir.

Baca Juga : Manchester United Dan Cuitan Legenda Sepakbola

“Wartawan itu mengeluarkan pernyataan saya di luar konteks sehingga muncul seolah-olah Klopp dan saya tidak pernah berbicara satu sama lain,” kata Jojic.”Namun, pada saat itu, saya masih belum bisa berbahasa Jerman dengan baik dan itu normal bagi kami untuk tidak banyak bicara,” kilahnya.Akan tetapi, pemain Serbia itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia hanya memiliki ingatan yang bagus saat bekerja dengan Jurgen Klopp. Milos Jojic memuji keterampilan manajer yang sekarang menukangi Liverpool itu dalam menjaga pemain-pemain yang tak mendapat banyak kesempatan bermain tetap bahagia.”Klopp hanyalah pria hebat dan orang yang positif,” kata Jojic. “Ia menciptakan suasana khusus di tim di mana setiap orang termotivasi,” sambungnya.

“Setiap pemain dalam skuat selalu memberikan permainannya 100%, tidak peduli berapa banyak waktu bermain yang mereka dapatkan sebelumnya. Saya hanya melihat ke belakang dengan perasaan yang baik,” tegas Jojic.Setelah kepergian Jurgen Klopp dari Borussia Dortmund, Milos Jojic terus bermain di Bundesliga bersama Koln. Ia kemudian pindah ke Basaksehir pada tahun 2018 kemarin dan sekarang dipinjamkan ke klub Wolfberger di Austria.Sebuah pengakuan dibuat oleh Jurgen Klopp. Pelatih Liverpool itu ingin mencegah Mohamed Salah untuk bermain di Olimpiade 2020.

Pada musim panas ini, gelaran Olimpiade bakal digelar di Tokyo Jepang. Event empat tahunan ini akan mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga, termasuk Sepakbola.Mesir dipastikan menjadi salah satu negara yang lolos ke Olimpiade 2020. Pelatih Timnas Mesir, Shawky Gharib sudah mengindikasikan bahwa ia ingin membawa Mohamed Salah ke kejuaraan bergengis tersebut.Namun Klopp mengaku enggan melepas Salah ke Olimpiade, mengingat jadwalnya mepet dengan jadwal pra musim Liverpool. “Apakah saya ingin kehilangan pemain saya di Pra musim? Tentu saja tidak!” ujar Klopp kepada Goal International.

Klopp sendiri mengetahui bahwa event ini akan sangat berarti bagi Salah dan juga Timnas Mesir.Untuk itu ia akan berbicara dengan sang pemain untuk menentukan bagaimana solusi terbaik untuk ini.”Kami memang tidak ingin melepasnya, namun kami harus mempertimbangkan banyak Hal. Saya akan berbicara dengan Mo mengenai masalah ini.”Klopp juga meminta agar perwakilan Timnas Mesir segera menghubunginya terkait keterlibatan Salah di Olimpiade 2020.Ia menyebut ia saat ini buta dengan keterlibatan Salah di kejuaraan tersebut sehingga ia butuh penjelasan lengkap dari perwakilan Timnas Mesir.

“Kami sendiri sudah memiliki keinginan yang jelas, namun kami butuh informasi yang lebih banyak seperti kapan persiapan mereka dimulai, dan informasi lainnya. Hingga saat ini belum ada dari pihak mereka [Timnas Mesir] yang menghubungi kami, saya mendapatkan informasi sejauh ini kebanyakan dari media.” ujarnya.Jadwal Olimpiade 2020 sendiri memang sangat mepet dengan persiapan Liverpool.Kejuaraan itu akan dimulai pada tanggal 24 Juli 2020 dan berakhir pada tanggal 9 Agustus 2020.

Buku Dosa Joachim Low Di Tim Jerman

Buku Dosa Joachim Low Di Tim Jerman

legenda-sepakbola.web.id Salah satu Legenda Timnas Jerman memiliki deretan dosa yang harus ia tebus selama ia bermain di Timnas Jerman. Berikut ini adalah artikel yang memberi bahasan dan ulasan mengenai Dosa Joachim Low di Timnas Jerman

Legenda Jerman Beberkan Dosa Joachim Low di Timnas Jerman

Joachim Low gagal mempertahankan gelar juara timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Der Panser harus pulang lebih awal setelah menelan dua kekalahan di fase grup F.Legenda timnas Jerman, Lothar Mattheus mengungkapkan beberapa kesalahan Joachim Low yang gagal mempertahankan gelar juara.Menurut legenda yang pernah membela timnas Jerman era 80-an ini sampai saat ini masih heran mengapa bintang Manchester City, Leroy Sane tidak masuk dalam rombongan timnas Jerman ke Rusia.

“Saya masih tidak mengerti mengapa tidak ada Leroy Sane yang memiliki kecepatan dan kemampuannya untuk mencetak gol,” kata Mattheus.Menurutnya, Timo Werner tidak memiliki tipe permainan seperti Miroslav Klose dan beberapa legenda Jerman lainnya seperti Jurgen Klinsmann, Rudi Voller, Horst Hrubesch dan Gerd Muller sebagai predator di dalam kotak penalti.

“Werner bukan tipe striker seperti itu. Dia bergerak ke kanan dan ke kiri, itu berarti tidak ada orang di tengah, di dalam kotak penalti,” jelas Mattheus.Kapten Timnas Jerman, Lothar Matthaus  mengangkat trofi Piala Dunia 1990.Matthaus menyayangkan pilihan Low yang tidak memainkan Mario Gomez yang dianggap lebih tajam di dalam kotak penalti.Satu penyerang lain yang tidak dipilih Low juga menjadi kekecewaan tersendiri bagi Matthaus. Dia adalah penyerang Bayern Muenchen, Sandro Wagner.

Baca Juga :Emre Can Siap Ditampung Luar Jupe

“Low memiliki Mario Gomez tetapi dia hampir tidak menggunakannya. Sepertinya pelatih itu (Low -red) tidak punya keyakinan. Dan dia juga meninggalkan Sandro Wagner di rumah,” tegas Matthaus.Penyerang Bayern Muenchen, Sandro Wagner.Pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1990 ini menyayangkan strategi Joachim Low yang lebih memikirkan pengusaan bola daripada menciptakan peluang.

“Taktik sudah salah. Tim terbaik adalah tentang kecepatan. sejauh ini hanya tentang penguasaan, penguasaan, dan penguasaan, tidak mencetak gol. Menekan lawan juga tidak,” ujar Matthaus.”Saya masih tidak bisa mengerti keputusan Joachim saat pertandingan melawan Korea Selatan. Dia salah paham!” ungkap Matthaus kecewa.Tersingkirnya Jerman menegaskan kutukan juara bertahan Piala Dunia semakin berlanjut sejak dimulai oleh Prancis pada 2002 hingga Italy, Spanyol dan Jerman kini menjadi korbannya.

Emre Can Siap Ditampung Luar Jupe

Emre Can Siap Ditampung Luar Jupe

legenda-sepakbola.web.id Pemain Jupe sudah dibukakan pintu untuk keluar dari klub,untuk salah satu pemainnya Emre Can . Berikut ini adalah artikel yang memberi ulasan dan bahasan mengenai keluarnya Emre Can.

Juventus telah membuka pintu keluar dengan mengizinkan Emre Can pergi pada bursa transfer musim dingin mendatang.Can tidak didaftarkan oleh Maurizio Sarri dalam skuat Juventus untuk ajang Liga Champions musim ini. Pemain asal jerman itu pun kecewa, walau pada akhirnya ia meminta maaf. Can ingin mencari klub baru pada Januari 2020 mendatang yang memberikanna jaminan bermain secara reguler demi tempat ia di timnas Jerman pada Euro 2020.Media Italia, Tuttosport melaporkan bahwa Juventus akan menyiapkan harga ideal untuk melepas pemain berusia 25 tahun itu.

Digosipin Bakal Hengkang dari Juventus, Ini Klub yang Siap Tampung Emre Can

Juventus telah membuka pintu keluar dengan mengizinkan Emre Can pergi pada bursa transfer musim dingin mendatang.Can tidak didaftarkan oleh Maurizio Sarri dalam skuat Juventus untuk ajang Liga Champions musim ini. Pemain asal jerman itu pun kecewa, walau pada akhirnya ia meminta maaf. Can ingin mencari klub baru pada Januari 2020 mendatang yang memberikanna jaminan bermain secara reguler demi tempat ia di timnas Jerman pada Euro 2020.

Media Italia, Tuttosport melaporkan bahwa Juventus akan menyiapkan harga ideal untuk melepas pemain berusia 25 tahun itu.Emre Can dikabarkan mulai tak kerasan di Juventus. Ia pun bersiap hengkang pada bursa transfer Januari 2020.Emre Can kesulitan bersaing di lini tengah Juventus. Pada musim 2019/2020, ia bahkan baru tampil sebanyak empat pertandingan di semua kompetisi.

Baca Juga : Legenda Juventus Dipepet MU

Padahal, Emre Can butuh tampil reguler untuk peningkatan kariernya. Selain itu, ia perlu terus bermain demi mengamankan satu tempat Timnas Jerman untuk Piala Eropa 2020.Emre Can pun mengaku akan terus bekerja keras agar mampu mendapatkan kesempatan bermain. Namun, jika tetap tidak ada perubahan, ia membuka opsi untuk hengkang.”Saya masih seorang pemain Juventus. Tentu saya tidak puas dengan situasiku, tapi saya tetap memberikan 100 persen di setiap sesi latihan,” kata Emre Can kepada Corriere dello Sport.

“Saya sedang berusaha mengubah situasi, tidak ada pemain yang senang saat mereka tidak bermain. Itulah situasiku di Turin sekarang,” lanjutnya.Saya harus memikirkan tentang apa yang paling masuk akal di musim dingin. Saya jelas masih bisa membayangkan bertahan di Turin, tapi situasinya harus berubah,” tuturnya menambahkan.Emre Can sendiri masih terikat kontrak bersama Juventus hingga Juni 2022. Sejauh ini, klub yang digosipkan bersedia menampung Emre Can adalah Manchester United dan Paris Saint-Germain.

1 2 3 7