1

Fakta Menarik Tentang Ronaldikin

Fakta Menarik Tentang Ronaldikin – Ronaldikin merupakan salah satu pemain sepakbola Indonesia yang cukup terkenal semasa hidupnya. Ronaldikin meninggal di sebabkan oleh komplikasi dan sempat di rawt selama tiga hari di Rumah Sakit. Berikut adalah fakta menarik tentangnya

1. Seorang Milanisti

Ronaldikin sering ikut nonton bareng bersama Milanisti setiap AC Milan bertanding dan ia pun mengakui bahwa dirinya seorang Milanisti sejati. Dan cintanya kepada klub kesayangannya itu pun makin kuat ketika sosok kembaran yang diidolakannya yakni Ronaldinho bergabung ke AC Milan pada 2008.

2. Senang dengan Kegiatan Sosial

Sodikin juga dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia sering terlibat dalam kegiatan sosial khususnya bersama Milanisti Indonesia di berbagai kota yang ia singgahi. “Jika komunitas fans klub dijadikan ladang amal, maka terciptalah harmoni dengan warga di sekitar kita tanpa melihat latar belakang. Selain support tim idola, anak yatim juga wajib dissuport, betul tidak?” tulisnya dalam unggahan foto di instagram miliknya pada Juni tahun lalu.

3. Bintang Iklan beIN Sports Thailand

Postingan salah satu pemain timnas Thailand, Charyl Chappuis tentang dirinya setelah final leg 2 AFF Cup 2016 usai bikin Ronaldinho diajak ikut membintangi beIN Sports Thailand bersama bintang Thailand tersebut dan kemudian diunggah ke channel resmi beIN Sports Asia. Dalam iklan tersebut, dirinya berperan sebagai Ronaldinho dengan mengenakan jersey Barcelona.

Baca Juga :Pesepak Bola Terinfeksi Virus Corona

Ia mulai muncul sesaat usai Lionel Messi mencetak gol ke gawang Real Madrid dan melakukan selebrasi khasnya. Uniknya kemunculannya tersebut seakan-akan dirinya tengah berada di Camp Nou, sebelum akhirnya ‘ditarik’ Chappuis dari televisi ke sofa tempat menonton El Clasico.

4. Sering Mendukung Timnas Indonesia Secara Langsung ke Stadion

Sebagai suporter sepakbola sejati, Ronaldikin juga nggak ketinggalan untuk mendukung timnas Indonesia berlaga dengan hadir secara langsung ke stadion. Dirinya juga terkadang terlihat sebagai dirijen suporter timnas di tribun utara bahkan sempat away ke Thailand ketika Indonesia menghadapi leg 2 final AFF Cup 2016.

5. Bobotoh Persib

Selain mendukung klub luar, sebagai orang asli Bandung ia juga dikenal sebagai suporter Persib Bandung atau biasa disebut Bobotoh. Ia selalu menyempatkan hadir ke stadion Jalak Harupat atau Gelora Bandung Lautan Api untuk mendukung klub lokal kesayangannya itu.

6. Dipuji Fabio Cannavaro

Pada 2012 mungkin jadi momen tak terlupakan bagi Ronaldikin ketika bertemu secara langsung dengan bek legenda Italia Fabio Cannavaro. Uniknya, bukan Ronaldikin yang terkejut, justru mantan kapten Italia yang kaget melihat dan memuji kemiripan wajahnya dengan Ronaldinho. Bahkan dalam postingan media sosial pribadinya, Cannavaro menilai Ronaldikin adalah Ronaldinho yang asli dan pada 2014 keduanya bertemu kembali dalam sebuah acara.

Pelatih Sepak Bola dengan Bayaran Termahal

Pelatih Sepak Bola dengan Bayaran Termahal – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut pelatih sepak bola dengan bayaran termahal.

Pelatih Sepak Bola dengan Bayaran Termahal

Sepak bola merupakan salah satu olahraga terbesar di dunia. Olahraga yang dimainkan oleh dua klub yang masing-masing beranggotakan 11 pemain ini harus dilakukan dengan kekompakan tim dan tidak bisa mengandalkan satu pemain saja. Di balik keberhasilan suatu klub, tentu saja ada strategi yang bagus dari sosok pelatih.
Karena sosok pentingnya itu, tak mengherankan jika pelatih memiliki bayaran yang sangat mahal. Tak hanya pelatih di Eropa, ada juga beberapa nama yang memiliki bayaran mahal ketika melatih klub Asia. Berikut ini pelatih dengan gaji tertinggi sepanjang masa.
1. Diego Simeone menjadi pelatih dengan bayaran termahal saat ini, yaitu sebesar 43 juta euro atau setara Rp737 miliar per tahun
2. Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mendapat gaji senilai 30 juta euro atau setara dengan Rp514 miliar per tahun
3. Pep Guardiola yang menakhodai Manchester City mendapat gaji senilai 27 juta euro atau setara Rp462 miliar per tahun
4. Sukses mengantarkan Liverpool meraih sejumlah gelar bergengsi, Jurgen Klopp dibayar 24 juta euro atau setara dengan Rp411 miliar per tahun
5. Di urutan kelima ada pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, dengan gaji 23 juta euro atau setara Rp394 miliar per tahun
6. Zinedine Zidane yang menukangi Real Madrid juga mendapat bayaran sebesar 23 juta euro atau setara Rp394 miliar per tahun
7. Saat masih melatih Barcelona, Ernesto Valverde pernah mendapat bayaran sebesar 19 juta euro atau setara dengan Rp325 miliar per tahun
8. Fabio Cannavaro yang melatih klub Tiongkok, Guangzhou Evergrande, mendapat gaji sebesar 14 juta euro atau setara Rp240 miliar per tahun
9. Saat masih melatih tim Tiongkok, Dalian Professional, Rafael Benítez mendapat gaji senilai 13 juta euro atau setara Rp222 miliar per tahun
10. Carlo Ancelotti yang menangani Everton mendapat bayaran senilai 12 juta euro atau setara dengan Rp205 miliar per tahun
Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang wasit permainan sepak bola yang dikenal sebagai sosok pemberani.

1. Pierluigi Collina
Pierluigi Collina merupakan wasit yang aktif dari tahun 1995 hingga 2005.
Karena ketegasan, keadilan, dan dedikasinya, Collina meraih predikat wasit terbaik FIFA enam kali berturut-turut.
Collina dianggap sebagai wasit terbaik dunia sepanjang sejarah sepak bola.
Collina menjadi wasit di pertandingan penting seperti final Piala Dunia 2002 dan final Liga Champions 1999.
Collina dikenal sebagai wasit yang tegas dan memiliki tatapan mata tajam layaknya burung Elang.
2. Markus Merk
Markus Merk merupakan salah satu wasit yang memimpin Liga Jerman.
Merk menjadi wasit terbaik Jerman enam kali berturut-turut dan memenangkan tiga gelar wasit terbaik dunia.
Merk memulai debutnya di usia yang sangat muda pada tahun 1988, saat itu usia Merk masih 25 tahun.
Pada tahun 2008, Merk menyatakan pensiun.
Pertandingan terakhir yang dipimpin Merk adalah pertandingan Bayern Muencen kontra Hertha Berlin.
3. Howard Webb
Wasit Liga Inggris, Howard Webb dianggap salah satu wasit legendaris di dunia sepak bola.
Webb merupakan wasit yang aktif dari tahun 2005 hingga 2014.
Tahun 2010, Webb menjadi wasit di Liga Champions dan final Piala Dunia 2010.
Webb pensiun pada tahun 2014.
Karena dedikasinya, Webb menjadi salah satu wasit yang dikenang masyarakat.
4.Rinaldo Barlassina
Wasit ini menetap di Bergamo dan memulai karir wasitnya di tahun ’20-an dan karir internasionalnya di tahun ’27-an. Secara keseluruhan, ia memimpin 158 pertandingan Serie A (ia melakukan debutnya di tahun ’29 -30), 63 laga internasional, 18 laga Piala Eropa (cikal bakal Piala Champions) termasuk final tahun 1931 dan 1936 (masing-masing di Wina antara First dan Wac dan di Praha antara Sparta dan Austria Wina) dan juga memimpin 9 laga kejuaraan asing.
Dia adalah orang Italia pertama yang menjadi wasit putaran final Piala Dunia dan  mencatatkan rekor bersama dengan Vincenzo Orlandini dan Luigi Agnolin yang berhasil memimpin dua edisi piala dunia berturut-turut antara lain laga Hungaria-Mesir (perdelapan final), Jerman-Swedia (perempat final) dan Cekoslowakia -Germany (semifinal) edisi piala dunia 1934 dan perempat final Hongaria-Swiss edisi piala dunia 1938. Dia mendapatkan Mauro Award pada tahun 1936-37 tidak lama kemudian dia meninggal menyusul luka-luka yang sangat serius akibat kecelakaan di jalan.
Selain menyibukkan dirinya dengan aktivitas sebagai wasit, ia juga mengabdikan dirinya dengan penuh semangat untuk kegiatan jurnalistik. Dia sebenarnya pencipta dan animator publikasi untuk perusahaan penerbitan olahraga “Agenda Barlassina” yang terkenal dan diterbitkan tanpa terputus dari tahun ’33 hingga tahun ’42 sebelum akhirnya ditangguhkan karena perang oleh perusahaan asuransi Venice. Ia tentu saja dapat dianggap sebagai salah satu wasit Italia terbaik sebelum perang karena kecermatannya memimpin suatu pertandingan.
Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia

Legenda Timnas Indonesia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang legenda timnas Indonesia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Sejarah panjang Timnas Indonesia tentunya diwarnai dengan kehadiran para sosok legenda yang ternyata beberapa di antaranya pernah bela klub sepak bola antah-berantah.

Punya status sebagai legenda, biasanya itu disematkan kepada para pemain yang mampu memikat hati para fans Timnas Indonesia dan juga di level klub. Penampilan konsisten serta setia, biasanya menjadi faktor untuk menjadi legenda sepak bola Indonesia.

Timnas Indonesia memang minim prestasi dalam beberapa dekade terakhir, tapi tetap saja, para legenda lapangan hijau Tanah Air terus bermunculan dan kebanyakan membela klub-klub top di kasta tertinggi, Liga 1.
Baca Juga

Termasuk Alfredo Vera, 3 Pelatih Sudah Kirim CV ke PSMS Medan

Namun, dari sekian banyak pemain yang masuk kategori legenda di sejarah Timnas Indonesia, ada beberapa yang pernah bela klub antah-berantah. Siapa saja mereka?

Berikut INDOSPORT sudah merangkum sebanyak 3 pemain yang melegenda di sepak bola Indonesia tapi tak malu bela klub antah-berantah. Simak selengkapnya.

Saktiawan Sinaga

Yang pertama adalah Saktiawan Sinaga, salah satu striker veteran yang namanya paling diingat oleh para pencinta PSMS Medan. Pemain yang akrab disapa Sakti itu, lebih mentereng di level klub ketimbang di Timnas Indonesia.

Pemain ini pernah membela Persiwa Wamena untuk Liga 2 2018 dan kabar terakhir pada pertengahan 2019, Sakti sempat juga ikut latihan dan trial untuk gabung Persib B jelang Liga 2 2019.

Tapi tanpa alasan konkret, Sakti tak jadi gabung Persib B di Liga 2 2019 dan lebih memilih kontestan Liga 3, Tiga Naga FC yang merupakan klub asal Pekanbaru Riau.

Gerard Pangkali

Gerald Pangkali merupakan salah satu legenda sepakbola yang berasal dari Tanah Papua. Dia menjadi bintang nasional saat dirinya membela Persija Jakarta dan Persipura Jayapura, khususnya pada 2007/08, dia pernah menjadi juara Liga Indonesia bersama Persija.

Selang setahun, Pangkali kembali bermain untuk Persipura Jayapura dan mampu menyumbang gelar juara untuk klub kebanggaan masyarakat Papua itu. Tidak hanya pada 2009 saja, Pangkali juga kembali merasakan gelar Liga Indonesia bersama Persipura di tahun 2011.

Namun pada pertengahan 2018 lalu, kabar mengejutkan datang mengatakan Gerard Pangkali membela tim amatir asal Sulawesi, Porda Toraja Utara. Hal itu diketahui saat dirinya berhasil membawa tim melaju ke semifinal turnamen sepak bola, Djuli Mambaya (DJM) Cup 2018.

Kini Gerard Pangkali diketahui sedang menekuni bidang kepelatihan dan menurut pernyataan ekslusif kepada INDOSPORT, dia ditunjuk langsung sebagai asisten pelatih Eduard Ivakdalam yang melatih tim sepak bola PON Papua.

Baca Juga: Pemain Depan Sepak Bola Terbaik

Okto Maniani

Siapa yang tidak kenal Oktavianus Maniani, pemain yang lebih akrab disapa Okto ini memang punya kenangan tersendiri untuk para fans Timnas Indonesia. Apalagi dia menjadi bintang saat Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2010 silam.

Berkat penampilannya di Piala AFF 2010 itu pun membuat Okto disebut-sebut layak berkarier di sepak bola Eropa. Tapi alih-alih ke Eropa, dia malah memperkuat sejumlah tim gurem dan antah-berantah beberapa tahun terakhir ini.

 

Legenda-Pierluigi-Collina-Wasit-yang-Paling-Ditakuti

Legenda Pierluigi Collina Wasit yang Paling Ditakuti

legenda-sepakbola – Pierluigi Collina dikenal sebagai wasit yang paling dihormati sekaligus menakutkan di kancah sepak bola dunia. Dia tidak pernah terpengaruh oleh protes pemain dan memang memiliki perawakan yang menyeramkan.

Biasanya, mata Collina melotot ketika meniup peluit untuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kepalanya yang plontos dan gerak tubuh yang tegas juga menambah kuat citra keras kepala untuk mempertahankan keputusan.

Sebelum menjadi wasit papan atas, Collina yang lahir di Bologna pada 13 Februari 1960 silam juga bekerja paruh waktu sebagai penasihat keuangan. Kariernya sebagai perangkat pertandingan kompetisi Italia dimulai sejak 1988.

Pierluigi-Collina

Namun jangan salah, tampilan yang menyeramkan itu tidak dibuat-buat oleh Collina. Dia memang menderita Alopecia pada usia 24 tahun yang membuat rambutnya langsung rontok dalam waktu 10 hari. Tidak lama kemudian, dia mendapat julukan Kojak.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak Collina sebagai wasit karena khawatir penyakit yang dideritanya merusak citra kompetisi. Tapi, Collina punya kelebihan lain yang jarang dimiliki wasit lain, yakni ketelitiannya terhadap persiapan pertandingan.

Statistik collina cukup mengesankan. Dia sudahmemimpin 467 pertandingan di sepanjang karier sambil mengeluarkan 1470 kartu kuning dan 131 kartu merah. Performanya yang apik mendatangkan berbagai penghargaan, termasuk sebagai wasit terbaik FIFA selama enam tahun berturut-turut.

Baca Juga :Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

Wasit ternama Inggris, Graham Poll, turut mengakui kehebatan Collina dalam memimpin pertandingan. Dia mengatakan, biasanya Collina punya strategi tersendiri sebelum pertandingan yang tujuannya untuk mencegah gejolak atau intrik di lapangan.

Saking kuat pengaruhnya dalam pertandingan, wajah Collina pun terpampang dalam sampul video gim Pro Evolution Soccer (PES) 3 dan 4. Ini bisa dibilang penghargaan tersendiri, karena sampul tersebut lebih sering menampilkan wajah pemain bintang.

Kemudian, Collina juga satu-satunya wasit yang pernah bertukar kaus dengan legenda David Beckham seusai pertandingan. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2002 yang menjadi puncak karier Collina dengan memimpin laga final.

Collina sudah pensiun sebagai wasit sejak 2006 dan belum terlihat memimpin pertandingan lagi hingga kini. Tapi, dia dikabarkan sedang sibuk menjadi konsultan Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia (AIA), Kepala Wasit Sepak Bola Ukraina dan anggota Komite Wasit UEFA. (berbagai sumber)

1 2 3 6