Legenda Juventus Dipepet MU

Legenda Juventus Dipepet MU

legenda-sepakbola.web.id Salah satu legend yang kuat di Juventus melakukan pendekatan secara nonverbal terhadap MU.Berikut ini adalah artikel yang membahas mengenai legenda Erling Haaland yang melakukan tindakan pendekatan terhadap Manchester United.

Erling Haaland memantik perhatian banyak klub papan Eropa usai tampil bagus bersama FC Salzburg. Bukan hanya di pentas domestik, pemain yang baru berusia 19 tahun itu tampil apik di Liga Champions.Erling Haaland sejauh ini mencetak tujuh gol di Liga Champions. Erling Haaland kini memimpin daftar top skor sementara Liga Champions, unggul satu gol dari penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski.Di pentas domestik, Erling Haaland juga tampil memukau. Dia mencetak 15 gol dari 12 pertandingan saja. Total gol Erling Haaland di semua kompetisi yakni 26 gol. Padahal, pemain asal Norwegia tersebut baru memainkan 25 pertandingan.Dan menarik perhatian MU.

Baca Juga : Wayne Rooney Digledah Di Old Trafford

Performa apik Erling Haaland mampu membius banyak klub papan atas Eropa. Manchester United menjadi salah satu klub yang ingin membelinya. Bahkan, United sudah lama mengintai bakat sang pemain.Setan Merah mengirim pemandu bakat untuk melihat Erling Haaland tampil di Piala Dunia U-20 2019 lalu. Pada turnamen tersebut, Erling Haaland tampil bagus. Dia mencetak 12 gol dalam satu pertandingan.Dikutip dari ESPN FC, Manchester United sudah mendekati Erling Haaland sejak beberapa pekan terakhir. United pun menjadi klub terdepan dalam daftar peminta jasanya. Meskipun, United bukan satu-satunya klub yang ingin membelinya.Juventus juga tertarik untuk membeli Erling Haaland. Si Nyonya Tua disebut berniat menjadikan Haaland sebagai proyek masa depan klub. Minat yang sama juga datang dari Barcelona yang kini sedang mencari pengganti Luis Suarez.

Erling Haaland Berpeluang Besar Merapat ke Manchester United, Ini Faktanya

Peluang Erling Braut Haaland untuk bergabung bersama Manchester United tampaknya sangat terbuka lebar. Apalagi sang ayah, Alf Inge Haaland sempat memberikan sinyal bahwa anaknya memang ingin bermain di Old Trafford.Nama penyerang muda FC Salzburg tersebut memang tengah naik daun. Berkat penampilan apiknya di ajang Liga Champions musim ini, banyak di antara tim-tim besar kepincut pada pemain berusia 19 tahun ini.Manchester United pun diketahui sebagai yang terdepan memburu tanda tangan Erling. Ia dianggap bisa jadi solusi pada masalah di lini serang Setan Merah yang selama ini kurang greng.Dikutip dari Metro, ayah Erling yakni Alf Inge Haaland mengungkapkan bahwa putranya punya peluang untuk merumput di Inggris terutama dengan Manchester United.

“Iya ia ingin bisa bermain di Liga Primer Inggris. Tapi saya tak tahu kapan itu. Ia memiliki jalannya sendiri untuk kariernya, yang pasti Liga Primer Inggris merupakan tantangan yang tak mudah,” jelasnya.Meski begitu ia tak bisa menjelaskan kapan hal itu terjadi.Hingga saat ini memang urung ada kejelasan soal penjajagan dari kedua pihak baik dari Erling maupun Manchester United. Tetapi jika memang ada langkah serius untuk menggaet Erling, Manchester United harus siap untuk merogoh kocek lebih dalam.Pasalnya, FC Salzburg dikabarkan sudah membentengi Erling dengan harga 100 juta Euro atau sekitar Rp1 triliun.

Erling saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Liga Champions dengan torehan 7 gol. Sedangkan di kompetisi domestik, ia sudah mengemas 26 gol dari 18 laga yang sudah dilakoni.

Foto Giacinto Facchetti

Giacinto Facchetti

Giacinto Facchetti – Giacinto Facchetti adalah pesepakbola Italia yang bermain sebagai pemain bertahan.  ia juga ketua Internazionale,  sepanjang kariernya ia bermain di klub Italia  selama tahun 1960-an dan 1970-an.Lahir: 18 Juli 1942, di Treviglio, Italia.meninggal pada usia 64 tahun.

Giacinto Facchetti menjadi pusat permainan timnya karena tidak hanya jago bertahan, tapi juga piawai membantu serangan tim. Dia memperkuat Italia pada period 1963-1977, di mana dia mencatat tiga gol dari 94 penampilan. Dia memimpin Italia ke putaran final Piala Dunia 1970, dan membantu klubnya memenangkan empat gelar liga dan dua piala juara Eropa.Dia juga inspirasi bagi Frans Beckenbauer dari Jerman, penemu virtual “total sepakbola”.

Facchetti sempat diberi kepercayaan menjadi kapten dan di bawah kepemimpinannya Italia berhasil meraih kesuksesan di Piala Eropa Italia 1968 dan mengantarkan Italia ke final Piala Dunia Meksiko 1970. Sementara untuk level klub, dia pernah membawa Inter Milan meraih Scudetto sebanyak empat kali dan juara Piala Eropa (sekarang Liga Champion) dua tahun beruntun pada 1964 dan 1965.

Atas penampilannya dan kesuksesannya tersebut, kubu Nerazzurri (julukan Inter) mempensiunkan nomor punggung 3 untuk menghormatinya.

Baca juga :

 

 

Mungkin aneh, bahwa Giacinto Facchetti sering diabaikan di luar Italia ketika para pemain terdepan, terdepan, terdefinisi di zamannya. Ini adalah seorang laki-laki – yang di atas segalanya memainkan permainan dengan semangat dan moralitas yang sempurna – yang berpuluh tahun lebih cepat dari waktunya di belakang, seorang pria yang mencetak 75 gol dalam lebih dari 600 pertandingan untuk Inter Milan yang sangat defensif. paling tidak legendaris Helenio Herrera , menyebut Facchetti sebagai kapten terbaik yang pernah ada.

 

Paolo Rossi

Paolo Rossi

Paolo Rossi – Paolo Rossi adalah salah satu dari ratusan pemain terbaik abad kedua puluh, menurut peringkat yang diterbitkan oleh majalah World Soccer,FIFA 100.dari daftar 125 pemain Pele terbesar yang dipilih oleh Pele (Pele adalah yang pertama dalam peringkat pemain terbaik abad ini), dan FIFA, pada ulang tahun ke-100 (2004). Pele sendiri, melihat dia bermain sebagai seorang pemuda di Piala Dunia 1978 di Argentina, mengatakan dia “Kuat dan cerdas, layak untuk bermain di Brasil.”

Karir Paolo Rossi terbengkalai pada tahun 1980, setelah ia diskors selama tiga tahun menyusul skandal “penetapan” yang dituduhkan. Rossi terus-menerus memprotes bahwa dia tidak bersalah dan larangan itu diubah menjadi dua tahun.Paolo Rossi Lahir pada tanggal 23 bulan September 1956, masalah lutut menyeretnya dengan tim junior Juventus dan mereka meminjamkannya ke Como, kemudian ke klub Serie B, Lanerossi Vicenza, yang mengubah dia dari pemain sayap menjadi pemain tengah.

Dengan 82 gol dalam sepuluh musim Seri A dan 215 pertandingan, Rossi ikut serta di Tim Nasional Italia dari 1976 hingga 1986, berpartisipasi dalam tiga Piala Dunia (Argentina, Spanyol, dan Meksiko).

Paolo Rossi, dengan Roberto Baggio dan Christian Vieri, memegang rekor di antaranya para pemain Italia yang mencetak 9 gol di Piala Dunia Dan itu adalah satu-satunya pemain Italia dengan Paolo Baldieri yang mencetak gol dalam lima pertandingan berturut-turut dengan seragam nasional Under-21 .

Paolo Rossi juga satu-satunya pemain dengan Mario Kempes (1978) dan Ronaldo (2002), yang memenangkan di tahun yang sama (1982) Piala Dunia, gelar Pencetak Piala Dunia, Sepatu Emas dan Bola Emas Piala Dunia . Paolo Rossi juga merupakan salah satu dari empat pesepakbola Italia yang telah memenangkan Golden Ball bersama Gianni Rivera (1969), Roberto Baggio (1993) dan Fabio Cannavaro (2006), sementara ia adalah satu-satunya pemain Italia yang memenangkan Golden Ball dari Piala Dunia.Sekali lagi di tahun yang sama, 1982, Rossi juga memenangkan Onze d’Or.

Baca juga :

 

 

Paolo Rossi adalah satu-satunya pria di dunia yang mencetak tiga gol di Brasil dalam pertandingan yang sama.

Paolo Rossi bukanlah manusia yang memiliki tubuh yang  dipersiapkan untuk bermain sepakbola. Segera setelah dia dipanggil oleh Juve, dia menderita beberapa cedera dan tiga intervensi meniskus yang membuatnya jauh dari lapangan selama dua musim, menunda debutnya di Serie A. Tapi meskipun begitu, dia tidak menjadi putus asa dan tidak pernah berhenti percaya Mimpi. Dan pada tanggal 1 Mei 1974, belum delapan belas tahun, dia mulai bermain di tim pertama pada pertandingan Coppa Italia. Penaklukan hebat, salah satu yang termuda dalam sejarah sepak bola. Pada 1976 ia pindah ke Vicenza, Serie B. Di usianya yang masih muda, ia meninggalkan jejak tak terhapuskan dengan 21 gol hanya dalam satu musim, berhasil membawa timnya ke Serie A.

Selain penghargaan internasional yang penting, Paolo Rossi telah dua kali menjadi pencetak gol terbanyak (1976-77, 1977-78) setara dengan Lanerossi Vicenza, pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1982 di Spanyol dengan tim nasional Italia 6 gol dan pencetak gol terbanyak di Liga Champions (1982-83). Selain itu, selama bertahun-tahun dengan Juventus ia memenangkan Kejuaraan Italia 1981-1982 dan 1983-1984, Piala Italia 1982-1984, Piala Super 1984 dan Liga Champions 1984-1985.

 

foto giuseppe meazza

Giuseppe Meazza

Legenda Italia – Pemain Timnas Italia yang namanya diabadikan menjadi stadion sepakbola di italia adalah Giuseppe Meazza,Lahir pada tanggal 23 Agustus 1910,di Milan, Italia dan mempunyai tinggi tubuh 169 cm.

Giuseppe Meazza merupakan pemain legenda Italia di era 30an dan 40an.  Ia dijuluki Peppino, Il Balilla dan Il Genio dan sempat berkarir sebagai pelatih setelah pensiun. Meazza dikenal sebagai legenda Inter Milan yang juga menjadi salah satu pemain yang pernah bermain untuk AC Milan dan Juventus. Ia menjadi bagian dari skuad timnas Italia yang juara Piala Dunia 1934 (menjadi pemain terbaik) dan 1938 (menjadi kapten tim). Meazza termasuk salah satu pemain terbaik Italia sepanjang masa.

Meazza masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak di seri A pada musim debut/ pertama kali bermain, dengan 31 Gol. Pada musim sebelumnya, ketika Serie A belum ada, dan kejuaraan di Italia terbagi menjadi dua, (Utara dan Pusat-Selatan) dengan sistem Play-off, Maezza bermain sebanyak 29 pertandingan bersama Inter dan menjaringkan 38 gol pada saat ia baru berumur 18 tahun. Perlu diingat bahwa kejuaraan sebelum Serie A, bukanlah kejuaraan yang lebih mudah bahkan bisa dikatakan sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan tim-tim terkuat berada di daerah Utara, grup tempat Inter bermain.(kota Milan berlokasi di bagian Utara dari semenanjung Italia). Dan saat kejuaraan Serie A pertama kali dilaksanakan pada tahun 1930, kejuaraan tersebut diikuti oleh 18 klub, 14 dari daerah Utara Italia dan 4 dari daerah Pusat. Jadi, tingkat kesulitan (level) dari pertandingan bisa dikatakan lebih rendah.

Total ia bermain 365 kali untuk Inter Milan dan mencetak 242 gol. Di tahun 1940, Meazza pindah ke rival sekota, AC Milan. Hanya 2 musim di AC Milan sebelum Meazza pindah ke Juventus. Ia menjadi satu dari sedikit pemain yang pernah membela Juventus, Inter Milan dan AC Milan dalam karirnya. Setelah di Juventus, Giuseppe Meazza bermain untuk klub Varese dan Atalanta, sebelum kembali ke Inter Milan sebagai pemain sekaligus pelatih di akhir karir sepakbolanya.

Rekor Timnas Italia

Meazza memulai debut untuk timnas Italia di tahun 1930. Ia menjadi penyerang andalan Italia dalam Piala Dunia 1934 dan 1938, dimana Italia sukses menjadi juara dunia di dua edisi tersebut. Di Piala Dunia 1934, ia terpilih meraih Golden Ball untuk trofi pemain terbaik dan masuk dalam All-Star Teams, sedangkan di Piala Dunia 1938, ia menjadi kapten timnas Italia. Total ia menorehkan 53 caps dan mencetak 33 gol untuk Italia.

Pemain ini pun banyak menorehkan rekor. Ia jadi satu dari tiga pemain Italia yang merasakan dua gelar juara dunia. Giuseppe Meazza juga jadi top skor keempat Serie A sepanjang masa dengan 216 gol. Ia juga jadi pencetak gol terbanyak kedua untuk timnas Italia dengan 33 gol. Catatan lain, Meazza merupakan pemain Italia dengan jumlah gol terbanyak ketiga di semua turnamen dengan total 338 gol sepanjang karir.

Setelah pensiun, ia menjalani karir sebagai pelatih. Tim-tim seperti Inter Milan, Besiktas dan timnas Italia pernah ia latih. Setelah ia meninggal, namanya diabadikan menjadi nama Stadion di kota Milan yang sebelumnya bernama San Siro, meski kedua nama ini masih sering digunakan. Giuseppe Meazza pun menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa, baik di Italia maupun di Eropa dan dunia.

Baca juga :

 

Karir grup Giuseppe Meazza

1927-1940 – Inter Milan
1940-1942 – AC Milan
1942-1943 – Juventus
1944 – Varese
1945-1946 – Atalanta
1946-1947 – Inter Milan

Caps Timnas Italia : 53 main, 33 gol

Sebagai Pelatih

1946 – Atalanta
1946-1948 – Inter Milan
1948-1949 – Besiktas
1949-1951 – Pro Patria
1952-1953 – Timnas Italia
1955-1956 – Inter Milan
1957 – Inter Milan

Penghargaan Giuseppe Meazza

Inter Milan

Serie A – 3 kali (1930, 1938, 1940)
Coppa Italia (1939)
Runner up Serie A – 3 kali (1933, 1934, 1935)
Runner up Mitropa Cup (1933)

AC Milan

Runner up Coppa Italia (1942)

Timnas Italia

Piala Dunia FIFA (1934, 1938)
Central European International Cup – 2 kali (1930, 1935)

Rekor Pribadi
Pemain Terbaik Italia Kedua Sepanjang Masa versi IFFHS
Top Skor Keempat Serie A Sepanjang Masa (216 gol)
Top Skor Kedua Timnas Italia (33 gol)
Pemain Italia dengan Gol Terbanyak Ketiga di Semua Kompetisi (338 gol)
Satu dari hanya tiga pemain Italia yang menjadi juara Piala Dunia 2 kali

 

 

foto fabio cannavaro

Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro – Fabio Cannavaro,pemain Italia kelahiran Naples, Italia, 13 September 1973 dengan tinggi badan 176.memulai karir klubnya di Napoli, sebelum menghabiskan tujuh tahun di Parma. Bersama Parma, Cannavaro berhasil dua gelar Coppa Italia dan satu Piala UEFA pada tahun 1999. Setelah itu ia bermain di Inter Milan sebelum pindah ke Juventus. Cannavaro kemudian ditransfer dari Juventus ke Real Madrid, dimana ia sukses meraih gelar 2 La Liga berturut-turut pada tahun 2007 dan 2008. Setelah kembali ke Juventus selama satu musim pada 2009–10, ia bergabung dengan klub Uni Emirat Arab Al-Ahli. Cannavaro pensiun dari sepakbola profesional pada tahun 2011.

Cannavaro juga telah mencapai sukses dengan timnas Italia. Ia menjadi pemain penting Italia saat memenangkan gelar UEFA EURO U-21 berturut-turut pada tahun 1994 dan 1996. Cannavaro sukses memimpin Italia untuk kemenangan di Piala Dunia FIFA 2006, dan pada tahun 2009 ia mengalahkan Paolo Maldini sebagai pemain paling sering tampil untuk tim nasional dalam sejarah negara itu. Total Cannavaro mengoleksi 136 caps dan mencetak dua gol untuk tim nasional Italia.

Sepanjang sejarah sepakbola, baru ada 20 pemain yang menyandang status kapten tim pemenang Piala Dunia. Namun dari semua World Cup-winning captains itu, hanya ada satu yang pernah mengangkat trofi juara turnamen paling akbar sejagat bertepatan dengan penampilannya yang ke-100 di pentas internasional.

Cannavaro juga finish sebagai runner-up untuk penghargaan Golden Ball (Pemain Terbaik Piala Dunia), kalah tipis dari Zidane. Cannavaro mendapatkan 1977 poin, sedangkan Zidane 2012.Cannavaro kemudian juga menyabet penghargaan Ballon d’Or sekaligus FIFA World Player of the Year 2006. Dia adalah bek pertama yang pernah meraihnya.

Prestasi Fabio Cannavaro

Bersama timnas Italia

FIFA World Cup (1): 2006
UEFA EURO: Runner-up: 2000
UEFA EURO Under-21 (2): 1994, 1996

Bersama Parma

UEFA Cup (1): 1998–99
Coppa Italia (2): 1998–99, 2001–02
Supercoppa Italiana (1): 1999

Bersama Juventus

Serie A: 2004–05, 2005–06 (dibatalkan karena Calciopoli)

Bersama Real Madrid

La Liga (2): 2006–07, 2007–08

Baca juga :

 

 

Rekor Fabio Cannavaro

  • Ballon d’Or: 2006
  • FIFA World Player of the Year: 2006
  • FIFPro World XI (2): 2006, 2007
  • UEFA Team of the Year: 2006
  • 2006 FIFA World Cup: Silver Ball
  • 2006 FIFA World Cup: Team of the Tournament
  • UEFA Euro Team of the Tournament: 2000
  • World Soccer Player of the Year: 2006
  • Serie A Footballer of the Year: 2006
  • Serie A Italian Footballer of the Year: 2006
  • Serie A Defender of the Year (2): 2005, 2006
  • UEFA Euro Under-21 Golden Player: 1996
  • ESM Team of the Year: 2004–05
  • Italian Football Hall of Fame: 2014
  • Chinese Football Association Coach of the Year: 2017

Nah itulah info profil dan biodata Fabio Cannavaro, biografi Fabio Cannavaro, perjalanan karir Fabio Cannavaro serta rekor dan prestasi Fabio Cannavaro selengkapnya. Fabio Cannavaro memang dikenal sebagai salah satu legenda timnas sepak bola Italia dan menjadi salah satu bek terbaik dunia sepanjang masa.

 

1 2