Suka Duka Tim Sepakbola Dengan Jose Mourinho

Suka Duka Tim Sepakbola Dengan Jose Mourinho

legenda-sepakbola.web.id Mulai dari Kurt Zouma yang pernah disebut sampah,sampai pembelaan Jose Mourinho yang anak didiknya dihina virus corona oleh Dele Alli,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Suka Duka Manchester MU Dengan Jose Mourinho. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Suka Duka Manchester MU Dengan Jose Mourinho

Bek Chelsea, Kurt Zouma, membeberkan kisah menarik ketika Jose Mourinho menyebutnya “sampah” beberapa tahun lalu. Momen itu pahit, tapi Zouma justru jadi bersemangat.Mourinho mendatangkan Zouma yang masih berusia 19 tahun dari St Etienne pada tahun 2014 lalu. Bergabung dengan Chelsea merupakan kesempatan luar biasa bagi Zouma, tapi dia harus bisa menghadapi pelatih sekelas Mourinho.Zouma datang dalam tim Chelsea yang sudah cukup kuat, dengan nama-nama bek tengah hebat. Tentu saat itu dia harus bisa membuktikan diri, setidaknya kepada sang pelatih.

Selayaknya pemain baru lainnya, Zouma pun masih butuh waktu adaptasi dengan Premier League. Saat itu tentu dia kesulitan dan tampil buruk, jelas Mourinho mengkritiknya.”Saya tidak ingat pertandingannya, kami kalah 1-3, laga tandang,” buka Zouma kepada RMC Sport via Goal internasional.”Hari berikutnya, Mourinho memanggil saya, membawa saya ke kantornya, dan dia bertanya apakah saya baik-baik saja. Saya berkata ya, dia bertanya lagi apakah saya yakin.””Saya berkata ya lagi, lalu dia menjawab: ‘Sebab Anda adalah sampah akhir pekan ini’. Seperti itu, tegas. Saya terkejut, tapi itu langsung membuat saya ingin merespons di lapangan,” imbuhnya.

Bagaimanapun, Zouma beruntung bisa merasakan proses latihan di bawah pelatih sekelas Mourinho. Dia tahu Mourinho merupakan pelatih yang tidak menoleransi kekalahan.”Saya ingat perkataan itu menyakiti saya, bahwa itu memengaruhi saya. Namun, saya benar-benar ingin membuktikan padanya bahwa saya bisa bereaksi,” sambung Zouma.”Dia adalah seseorang yang menyukai kemenangan. Dia biasa menggunakan setiap alat yang Anda untuk mencapai itu.””Saya datang ke sini di usia 19 tahun dan dia memainkan saya. Saya bisa mendapatkan kesempatan, saya bisa bermain,” tutupnya.

Sebuah pengakuan diungkapkan oleh Anthony Martial. Penyerang Manchester United itu mengaku pernah berselisih paham dengan mantan manajer Setan Merah, Jose Mourinho.Mourinho yang datang ke United pada tahun 2016 silam pada awalnya memberikan kepercayaan penuh kepada Martial. Namun setelah beberapa pertandingan, ia lebih banyak ditaruh oleh manajer asal Portugal itu di bangku cadangan.Mourinho sendiri sempat mengeluhkan performa Martial di depan awak media. Namun beberapa waktu berselang sang striker malah menjadi andalan kembali Mourinho.

Martial mengakui bahwa ia kesal Mourinho mengumbar hal tersebut di depan media. “Memang benar saya lebih suka dia mengatakan keluhannya itu langsung kepada diri saya, karena saya rasa tidak ada gunanya berbicara di depan banyak orang mengenai itu,” ujar Martial Martial mengakui bahwa pernyataan pedas Mourinho di depan media itu melecut semangatnya untuk tampil lebih baik.Ia termotivasi untuk membuktikan bahwa Mourinho telah salah menilainya.”Setelah ia mengatakan hal itu, saya benar-benar ingin membuktikannya bahwa ia salah menilai saya. Dia tidak menjadikan saya starter di beberapa pertandingan, namun setiap saya diberikan kesempatan, saya mencetak gol.”Martial sendiri pada akhirnya mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Mourinho itu merupakan sebuah cara psikologi terbalik.

Ia menilai manajer asal Portugal itu sengaja memancing emosinya agar ia bisa tampil dengan lebih baik di lini serang MU.”Pada akhirnya dia [Mourinho] berkata kepada saya ‘Anda lihat, sekarang kamu memahami apa yang saya inginkan’. Kata-katanya benar-benar mempengaruhi anda. Anda hanya ingin membuktikan kepada dia bahwa anda layak berada di atas lapangan.” ujarnya.Musim ini, Martial mengemban sebuah tanggung jawab besar di Manchester United.Ia dipercaya menjadi penyerang utama Setan Merah menggantikan Romelu Lukaku yang pindah ke Inter Milan.

Baca Juga : Gagal Transfer Mbappe Ke Real Madrid

Manajer Tottenham, Jose Mourinho membela anak asuhnya, Dele Alli yang sebelumnya mendapat kecaman karena ejekannya terhadap wabah virus corona.Seperti diberitakan sebelumnya, akhir pekan lalu Dele Alli menjadi sorotan setelah dalam unggahan video di akun Snapchat pribadinya, ia terlihat mengenakan masker di bandara.Pemain 23 tahun itu pun kemudian mengarahkan kameranya pada seorang pria Asia sebelum kemudian menyorot sebuah botol sabun tangan antiseptik.Sadar namanya masuk pusaran kontroversi, Alli pun kemudian menghapus unggahannya dan membuat video permintaan maaf di media sosial China, Weibo.Hingga kini Alli masih aman dari hukuman, tapi Mourinho merasa perlu membela pemainnya yang ia anggap sudah jantan dengan berani meminta maaf.

“Dia tak bermaksud menyerang, dia langsung meminta maaf, menyesal dan menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan seorang pemuda, kesalahan generasi muda dan dia minta maaf,” ujar Mourinho seperti dikutip Goal International.”Apa yang bisa saya katakan? Dia menyesal, dan bagi saya, itu merupakan perasaan terbaik yang bisa dia tunjukkan, dan bisa memiliki kerendahan hati untuk meminta maaf juga luar biasa, karena terkadang para pemuda membuat kesalahan dan tak menyadarinya,” imbuh Mourinho.”Saya memiliki putra dan putri yang pada dasarnya usianya sama dengan Dele dan banyak dari pemain saya, saya paham apa artinya media sosial bagi generasi ini. Namun, ketika anda seorang publik figur seperti pesepakbola, mereka harus tahu dan harus berhati-hati,” tukasnya.Mourinho tampaknya tak mau agar kontroversi soal Dele Alli ini menjadi berlarut-larut. Pria asal Portugal itu menekankan bahwa sikap Dele Alli dengan langsung meminta maaf sudah cukup untuk mengakhiri kontroversi ini.

“Saya ulangi, Dele adalah seorang yang luar biasa. Hal terakhir yang dikaitkan dengan Dele bukanlah soal rasisme atau penghinaan, bukan sama sekali, tapi ini adalah kesalahan yang terkadang dilakukan oleh seseorang. Namun, lagi-lagi yang bagus bagi saya adalah dia menyesal dan meminta maaf, jadi bagi saya cerita ini sudah berakhir,” tutur Mourinho.”Saya bukan FA, saya hanya manajernya, temannya. Saya ulangi, di usia yang sama saya memiliki dua anak yang luar biasa di rumah, dan saya harus bertindak sebagai pendidik dan saya rasa cara terbaik untuk melakukannya secara tiba-tiba adalah reaksinya, menyesal dan meminta maaf,” tegasnya.