foto alfredo di stefano

ALfredo Di Stefano

ALfredo Di Stefano – Sang legenda dari Klub Terkaya didunia ini lahir di Barracas Provinsi Buenos Aires, Argentina, 4 Juli 1926.dan merupakan seorang pemain sepak bola terbaik sepanjang waktu. Di Stéfano merupakan satu-satunya pemain dalam sejarah yang memiliki Bola Emas Super. Di Real Madrid ia melengkapi 11 musim dan sangat menentukan untuk bisa menempatkan klub putih di puncak sepak bola dunia.

Namun ada yang unik dari diri Alfredo Di Stefano. Legenda hidup Real Madrid ini ternyata telah membela tiga timnas dari tiga negara berbeda.Di Real Madrid ia berhasil merebut lima Piala Eropa pokervaganza secara berturut-turut, satu Piala Interkontinental, dua Piala Latina, delapan Liga, satu Piala Spanyol, satu Piala Dunia Kecil dan lima trofi sebagai pencetak gol terbanyak atau Pichichi. Selain itu, ia mendapat penghargaan Bola Emas dan pada tahun 1989 France Football memberikan menghargaan atas trayektorinya sebuah Bola Emas Super yang diterima seoran pemain sepakbola. Di Stéfano merupakan pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah klub dengan 308 gol dalam 396 partai resmi.

Sederet penghargaan pribadi juga pernah direngkuh striker yang pada masa jayanya berduet dengan Ferenc Puskas itu. Diantaranya, dua kali gelar Ballon d’Or, empat kali terpilih sebagai atlet terbaik Spanyol, dan masuk sebagai anggota FIFA 100.

Sayangnya, Di Stefano tak pernah berpartisipasi di Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1950 dan Argentina menolak bermain. Sementara pada tahun 1954, ia dilarang FIFA bermain karena sudah memperkuat dua negara (Argentina dan Kolombia).

Sedangkan pada tahun 1958, Di Stefano yang sudah berpindah kewarganegaraan Spanyol gagal ke Piala Dunia karena La Furia Roja tidak lolos kualifikasi.

Malangnya, pada tahun 1962, ketika Spanyol sudah masuk putaran final, ia justru absen karena cedera otot parah sebelum turnamen dimulai. Di Stefano pun urung tampil di turnamen sepak bola sejagad itu.

Baca juga :

 

 

Karier Pelatih

Di Stefano menangani empat klub berbeda selama menjadi pelatih. Hanya dia tak pernah menyumbang gelar bagi klub yang pernah membesarkan namanya, Madrid. Ia justru sukses membawa trofi ketika menangani Valencia, River Plate, dan Boca Juniors.

Presiden Kehormatan

Setelah Florentino Pérez menjadi presiden Real Madrid pada tahun 2000, keputusan pertamanya adalah mengangkat Di Stéfano sebagai presiden kehormatan, sebagai bentuk penghargaan atas peran pentingnya dalam sejarah klub putih. Legendari madridismo berubah menjadi duta terbesar klub di seluruh dunia.

Ia akhirnya tutup usia pada 7 Juli 2014 setelah berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya sejak 2005.Real Madrid sangat berduka dengan kepergian legenda sekaligus Presiden Kehormatannya, Alfredo Di Stefano.

Ya, itulah kisah Alfredo Di Stefano, presiden kehormatan Real Madrid. Salah satu legenda sepakbola yang berasal dari tiga negara.