Manajer Chelsea Dan Kepa

Manajer Chelsea Dan Kepa

legenda-sepakbola.web.id Frank Lampard dan Kepa,bukan makanan “Kepa” yahh hahahaha,apakah perubahan yang dilakukan Lampard ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan tim Chelsea? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manajer Chelsea Dan Kepa.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manajer Chelsea Dan Kepa

Manajer Chelsea Frank Lampard mengaku terkesan dengan reaksi positif yang ditunjukkan Kepa Arrizabalaga usai dicadangkan namun ia mengaku tak bisa menjamin apakah sang kiper akan dimainkan saat jumpa Manchester United.Kepa datang ke Chelsea dengan status yang mentereng. Ia menjadi kiper termahal di dunia setelah dibeli dengan harga sekitar 72 juta pounds dari Athletic Bilbao.Akan tetapi performa kiper asal Spanyol itu mendapat sorotan dari para fans. Sebab ia tampil di bawah standar.

Alhasil Lampard pun mencadangkannya saat Chelsea bersua Leicester City. Sebagai gantinya, Willy Caballero berdiri di bawah mistar gawang The Blues.Pada matchday 26 Premier League ini, Chelsea akan berduel melawan Manchester United. Laga ini akan dihelat di Stamford Bridge.Laga ini jelas laga yang krusial. Chelsea butuh semua pemain terbaiknya di lapangan.

Frank Lampard kemudian ditanya apakah ia akan memainkan Kepa Arrizabalaga di pertandingan itu. Dengan tersenyum, ia menjawab: “Saya sudah membuat keputusan. Anda akan mengetahuinya [pada hari Senin],” ucapnya seperti dilansir Goal International.Frank Lampard kemudian mengungkapkan bahwa Kepa Arrizabalaga telah menunjukkan reaksi positif usai dicadangkan. Ia pun senang dengan apa yang dilihatnya dari kiper 25 tahun tersebut.Namun ia kemudian justru mengaku tak menjamin Kepa akan bisa langsung balik ke tim inti. Ditegaskannya, ia harus membuat keputusan itu berdasarkan kinerja sang pemain di tiap sesi latihan.

“Reaksinya bagus, seperti yang saya duga. [Ia] berlatih keras, dengan kepala menunduk. Saya belum banyak berbicara dengannya minggu ini dan itu akan menjadi keputusan yang harus saya buat,” tuturnya.”Tidak peduli kapan Anda datang ke klub, saya tidak memedulikan soal besarnya biaya transfer Anda. Di dalam latihan itulah yang penting,” tegas Lampard.Chelsea saat ini tengah berada di peringkat empat klasemen sementara Premier League dengan koleksi 41 poin dari 25 laga. Pasukan Frank Lampard unggul enam poin saja dari Manchester United yang ada di peringkat delapan.

Manajer Chelsea Frank Lampard mengisyaratkan ia masih akan berburu amunisi baru lagi setelah mendatangkan Hakim Ziyech.Chelsea baru saja membeli Ziyech dari Ajax Amsterdam. Kabarnya ia diboyong dengan bandrol sekitar 44 juta euro.Akan tetapi pemain asal Maroko itu tak akan gabung Chelsea saat ini. Ziyech baru akan gabung dengan The Blues pada musim panas 2020 mendatang.Ziyech pun menjadi rekrutan pertama Lampard. Chelsea sendiri bisa memboyongnya setelah sanksi larangan tranfer mereka oleh FIFA didiskon oleh CAS.

Saat ini Chelsea tengah memburu tiket untuk meloloskan diri ke Liga Champions. Mereka sudah berada di posisi yang bagus dengan bertengger di peringkat empat klasemen sementara Premier League.Frank Lampard mengatakan saat ini timnya memang tengah fokus memburu tiket tersebut. Namun ia juga mengisyaratkan akan membagi fokusnya untuk mencari pemain yang bisa memperkuat timnya.”Kita harus khawatir dulu tentang di mana kita berada,” katanya pada Sky Sports. “Berusaha masuk empat besar adalah prioritas bagi kami, jadi perhatian utama saya adalah itu.””Tapi kami selalu waspada dan kami selalu bekerja bersama untuk melihat bagaimana kami dapat meningkatkan tim. Peningkatan itu mungkin diperlukan mungkin di musim panas dan kami akan berusaha memastikan kami mendapatkan pemain yang tepat,” tegas Lampard.

Frank Lampard kemudian mengungkapkan fakta menarik di balik perekrutan Hakim Ziyech. Ia mengatakan bahwa ia sebenarnya ingin pemain berusia 26 tahun itu didatangkan langsung pada bulan Januari 2020 kemarin.Sayangnya permintaan mereka ditolak oleh Ajax. Jadi mereka harus berkompromi dengan raksasa Eredivisie tersebut.”Kami sudah mencoba tetapi itu tidak mungkin. Kita semua tahu cara kerja bursa transfer Januari,” ungkapnya.”Anda menghormati klub-klub yang memiliki pemain top ingin mempertahankannya. Tapi itu sudah dilakukan dan sekarang kami memilikinya untuk musim depan,” pungkasnya.Setelah merekrut Hakim Ziyech, Chelsea sudah dikaitkan dengan beberapa pemain lainnya. Di antaranya adalah bek Leicester City, Ben Chilwell.

Manajer Chelsea Frank Lampard sudah bisa membayangkan hadirnya Hakim Ziyech nanti akan membantu timnya membongkar pertahanan tim-tim lawan yang main bertahan.Chelsea dipastikan mendapatkan amunisi top pada musim panas nanti. Mereka sudah memastikan akan memboyong Ziyech dari Ajax Amsterdam.Kabarnya, pemain asal Maroko itu diboyong dengan bandrol sekitar 44 juta euro. Ia disebut diberi kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun.Hadirnya Ziyech ini akan sangat membantu Chelsea. Sebab mereka sebelumnya mereka kerap kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain sangat defensif.

Baca Juga : Klopp Dan Ketrampilannya Mengontrol Liverpool

Padahal sejak November, mereka mendominasi penguasaan bola. Akan tetapi mereka gagal mencetak gol dalam pertandingan melawan West Ham, Bournemouth, Southampton dan Newcastle.Frank Lampard mengaku sangat terkesan dengan kualitas yang dimiliki oleh Hakim Ziyech. Khususnya setelah melihatnya bermain di Liga Champions musim lalu bersama Ajax Amsterdam dan tentunya saat timnya berduel dengan wakil Eredivisie tersebut pada musim ini.”Saya pikir ia pemain yang fantastis,” buka Lampard pada Sky Sports.

“Ia pertama kali masuk ke garis mata saya dalam rangkaian kemenangan mereka [Ajax] di Liga Champions tahun lalu. Saya pikir ia adalah salah satu pemain menonjol mereka, terutama dalam pertandingan mereka melawan Tottenham,” pujinya.”Kami telah menghadapi mereka dua kali musim ini jadi saya tahu banyak tentang dirinya. Saya tahu tentang kualitasnya. Ia punya kaki kiri yang hebat dan bermain umumnya di sisi kanan tetapi bisa bermain di belakang pemain depan,” terangnya.Hakim Ziyech adalah gelandang serba bisa yang jago mencetak gol. Selain itu ia juga sangat lihai dalam memberikan assist.

Dengan skill yang dimilikinya, Frank Lampard yakin Hakim Ziyech pasti akan bisa membantu timnya membongkar pertahanan tim-tim lawan yang bermain ekstra defensif.”Mungkin ketika Anda melihat kami musim ini ada permainan di mana kami mungkin kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan. Ia tentu saja pemain yang kami harap dapat membawa sedikit kreativitas dan sesuatu yang berbeda bagi kami,” tuturnya.”Ia mencetak gol, assist. Saya tahu itu tidak akan datang sekarang, tetapi saya pikir itu menarik bagi kami sebagai klub dan penggemar mengetahui bahwa ia akan berada di sini tahun depan,” tandasnya.

Musim lalu Hakim Ziyech mencatatkan 21 gol bagi Ajax Amsterdam, plus 24 assist. Sementara itu sejauh musim ini berjalan, ia sudah mencetak delapan gol dan 21 assist.Sebuah informasi beredar mengenai manuver transfer Chelsea. Tim asal London Barat itu diketahui mendatangkan Hakim Ziyech setelah mundur dari perburuan Jadon Sancho.Chelsea memang digosipkan ingin memperkuat sektor sayap mereka di bursa transfer musim panas. Mereka butuh winger baru yang bisa memperkuat serangan mereka musim depan.

Ada dua winger yang dikaitkan dengan Chelsea, yaitu Hakim Ziyech dan Jadon Sancho. Namun kemarin, Chelsea resmi mengumumkan mereka mendapatkan jasa Ziyech dari Ajax Amsterdam.Daily Star mengklaim bahwa Chelsea sebenarnya lebih berminat mendatangkan Sancho. Namun mereka terpaksa mundur dari perburuan sang winger.Apa yang menyebabkan Chelsea mundur dari perburuan Sancho? Simak informasinya di bawah ini.Menurut laporan tersebut, Chelsea mundur dari perburuan Sancho karena harganya yang kelewat mahal.Borussia Dortmund sebagai pemilik Sancho memang menetapkan harga yang sangat mahal untuk Sancho. Sang winger dibanderol seharga 100 juta pounds di musim panas nanti.Chelsea menilai harga itu kelewat mahal untuk pemain 19 tahun sehingga mereka memutuskan untuk beralih ke Ziyech.

Keputusan Chelsea mundur dari perburuan Sancho melapangkan jalan Manchester United untuk mengamankan jasa sang winger.Manchester United juga diberitakan sangat serius mengejar tanda tangan Sancho. Mereka bahkan sudah mengejar tanda tangan sang winger sejak musim panas tahun lalu.Tidak seperti Chelsea, MU bersedia menebus mahar transfer Sancho. Untuk itu sang winger kemungkinan besar akan berlabuh di Old Trafford musim depan.Chelsea sendiri mengamankan jasa Ziyech dengan mahar yang cukup ekonomis.Menurut gosip yang beredar, The Blues hanya membayar 45 juta Euro untuk jasa pemain asal Maroko tersebut.

Frank Lampard Legenda Bermental Baja

Frank Lampard Legenda Bermental Baja

Legenda-sepakbola.web.id – Stadion Stamford Bridge lengang. Tiada keriuhan fans seperti biasa ketika Chelsea menjamu lawan-lawannya. Hanya beberapa wartawan foto dan staf klub yang terlihat pada Sabtu, 6 Juli 2019, itu.

Begitulah suasana kemunculan kembali Frank Lampard ke markas klub yang pernah dibelanya selama 13 tahun itu. Lampard kembali muncul ke publik untuk diperkenalkan sebagai pelatih anyar Chelsea FC dengan durasi kontrak tiga tahun ke depan. Dia menggantikan Maurizio Sarri yang di depak di akhir musim lalu.

Sepanjang kariernya sebagai pemain (2001-2014), Lampard menjadi anak emas kesayangan fans dan tim, mengungguli pemain senior lain semisal John Terry. Lampard juga jadi orang Inggris pertama yang menukangi The Blues, julukan Chelsea, sejak dua dekade silam.

Tapi, apakah penunjukannya tepat? Fans Chelsea sendiri terbelah. Sebagian sangat suportif, lainnya pesimis bahwa penunjukannya hanya akan jadi “euforia” sementara sebagaimana comeback Ole Gunnar Solskjær ke Manchester United dari pemain menjadi pelatih, musim lalu. Biar waktu yang menjawab nanti.

“Pemilihan Lampard menurut saya pilihan menarik. Sebagai pelatih dia masih muda. Memiliki history yang kental dengan Chelsea. Tapi Lampard harus lebih kerja keras untuk Chelsea, khususnya pada pemain karena tim ini berbeda situasinya. Tugasnya lebih sulit untuk menemukan pola permainan yang kini tanpa (eks-bintang yang dibeli Real Madrid, Eden) Hazard,” tutur Irfan Sudrajat, Wakil Pemred TopSkor

Pengalaman Lampard sebagai pelatih profesional memang masih minim. Portfolionya baru terisi pengalaman melatih klub Derby County, yang tidak diselesaikan penuh dari kontraknya selama tiga tahun. Ia gagal membawa The Rams promosi dari kasta Champions League ke Premier League.

“Saya masih ragu musim depan Chelsea bisa sukses. Untuk bisa ke posisi empat lagi pun mungkin butuh perjuangan keras. Manajemen Chelsea harus mendukung penuh. Setidaknya baru bisa dilihat dari dua musim ke depan. Bagi Lampard, ini peluang bagus dan soal tekanan, saya nilai dia sudah bisa mengatasinya dari pengalaman di Derby. Kiranya perlu dua musim juga untuk Lampard membangun Chelsea dengan situasi ini,” sambung Irfan.

Tekanan bukan hal asing bagi Lampard. Kariernya yang berujung pada gelar “anak emas” dirintisnya sejak 1995 dengan modal kegigihan melewati tekanan demi tekanan.

Baca Juga : Misteri Kisah Hilangnya Tulang Legenda Brasil

Mental yang Ditempa Sejak Belia

Frank James Lampard dilahirkan di Romford, kota kecil di timur laut London, pada 20 Juni 1978 dari pasangan Frank Richard George Lampard dan Patricia Harris. Sejak bayi, ia sudah dikenalkan dengan bola oleh ayahnya yang juga eks pesepakbola West Ham United dan timnas Inggris seangkatan Bobby Moore.

Lampard kecil tak pernah merasakan hidup susah sebagaimana pesepakbola legendaris lain. Hidupnya berkecukupan secara materi lantaran sang ayah sukses berbisnis properti usai pensiun dari sepakbola.

Kendati amat menyukai sepakbola, olahraga itu bukan pilihan pertama Lampard ketika memutuskan merintis karier. Lampard lebih dulu menjajal kriket. Jurnalis senior Inggris Douglas Thompson dalam Frank Lampard: The Biography mengungkap, saat Lampard sekolah di Brentwood School, banyak guru dan pelatihnya membicarakan potensinya jadi atlet kriket profesional. Lampard diprediksi mungkin bisa jadi pemain nasional Inggris.

Pada akhirnya, Lampard lebih memilih sepakbola karena “paksaan” ayahnya. Baginya sepakbola bukan lagi opsi, melainkan jalan hidup yang disiapkan sang ayah. Tiada yang lebih diinginkan Frank Sr. terhadap putranya selain mengikuti jejaknya. Maklum, Lampard merupakan anak laki-laki pertama. Kedua kakaknya perempuan.

Lampard setengah terpaksa merintis nama sejalur dengan ayahnya, dengan bergabung ke dalam Youth Training Scheme (YTS), sekolah sepakbola di bawah naungan West Ham United, klub tempat ayahnya mengabdi sejak 1967-1985, pada 1 Agustus 1992. “Saya hampir bergabung ke Spurs (Tottenham Hotspur, red.) atau Arsenal. Tapi pada akhirnya saya memilih West Ham. Klub yang sejak kecil saya dukung,” ujar Frank Jr.

Terus berkembangnya permainan Lampard membuatnya terpilih masuk tim muda West Ham dua tahun berselang. Pada 1995, Lampard teken kontrak profesional pertamanya kendati dirinya lantas dipinjamkan ke klub Swansea City selama semusim.

Namun, memiliki ayah populer di dunia sepakbola justru menambah berat langkah Lampard dalam membangun karier profesionalnya. Tekanan psikis yang diterimanya tak ringan seiring bermunculannya nada-nada sumbang. Paling kentara adalah isu nepotisme bahwa ia pemain “titipan”. Maklum, pada 1992 itu pamannya, Harry Redknapp, menjadi asisten pelatih tim senior klub. Belum lagi ayahnya, Frank Sr., comeback ke klub sebagai pencari bakat dan pelatih tim akademi.

Tekanan mental berat itu pada akhirnya membuat Lampard harus berlatih dan bekerja ekstra demi memberi bukti bahwa ia bukan pemain “titipan”. Hal itu pula yang dipesankan sang ayah kepadanya. “Jawablah dengan permainan sepakbola. Saya bilang padanya, semua pemain pernah menderita, bahkan Bobby Moore pun pernah. Yang terpenting bagaimana mengatasinya,” ujar Frank Sr. memberi nasihat.

Rumor nepotisme sejatinya bukan barang baru bagi Lampad. Saat masih bermain untuk tim sekolah pun isu itu sudah menghinggapinya lantaran Frank Sr. juga ikut melatih tim sekolahnya.

Namun, tekanan psikis di level profesional tentu jauh berbeda. Utamanya, saat Lampard kembali dari masa pinjaman dan menjalani debutnya untuk tim senior The Hammers di laga resmi, 31 Januari 1996, pada usia 17 tahun. Kala itu West Ham menjamu Coventry City. Beberapa penonton di tribun Upton Park menyorakinya, yang masuk sebagai pemain pengganti John Moncur.

“Saya masih belia saat menjalani laga pertama itu. Sulit di usia saat itu menerima sorakan itu karena belum punya pengalaman. Anda berupaya tak peduli tapi tetap sakit rasanya. Banyak sorakan dan cemoohan yang terdengar dan itu mengecewakan. Sambutan mereka membuat saya ingin pergi dari klub,” kenang Lampard.

Namun, kegigihan membuat Lampard bertekad pantang mundur. Hal itu membuatnya jadi pribadi yang lebih kuat. Ia berlatih dua kali lebih keras dari rekan-rekannya. Rio Ferdinand, sahabat yang seangkatan sejak akademi, jadi salah satu sosok penting yang membuat Lampard bisa melalui masa-masa sulit itu.

“Dengan Rio Ferdinand menjadi sahabat, sangat membantu putra saya dalam perkembangannya,” kata Frank Sr.

Soal isu nepotisme, sang ayah dan sang paman Harry Redknapp jelas membantah. Dalam bukunya, Harry Redknapp: My Autobiography, Harry mengatakan: “Saya kecewa pada beberapa fans di tribun tertentu yang memberinya kesempatan dan kepercayaan di awal-awal penampilan Frank Jr. Penonton juga mengarahkan cemoohannya pada saya dan Frank Sr. Situasinya juga sama dengan saya dan Jamie. Tapi saya percaya bahwa keputusan saya memainkan Frank Jr. adalah tepat secara profesional.”

Butuh waktu hampir dua musim bagi Lampard untuk bisa melalui “siksaan” itu dan mengubahnya jadi pujaan fans. Hingga 2001, total ia tampil dalam 148 laga dengan 24 gol. Bintangnya kian benderang ketika ia kemudian bergabung ke klub elite Chelsea.

“Sebelum saya bisa membuktikan diri, publik sangat skeptis. Ragu apakah saya ada di sini karena koneksi keluarga. Yang saya dapatkan hanya tuduhan bahwa saya bisa bermain hanya karena ayah dan paman saya. Sorakan itu hadir baik laga kandang maupun tandang. Sering terdengar komentar, ‘Anda tak sebagus ayah Anda.’ ‘Untuk mengikat tali sepatu saja Anda belum pantas.’ Sakit rasanya dan menumpuk jadi tekanan,” sambung Lampard.