Pemain-Spayol-Liga-Champion-Dengan-Penampilan-Terbanyak

Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

legenda-sepakbola  – Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions. Namun, siapa yang mencatatkan statistik penampilan terbanyak di ajang tersebut?

Sejak turnamen paling elite antarklub di Eropa itu berubah menjadi Liga Champions di musim 1992-1993, Iker Casillas tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak.

Iker Casillas telah berkarier selama 22 tahun sebagai pesepak bola profesional. Februari lalu, ia dikabarkan pensiun. Iker Casillas mencetak 188 penampilan untuk dua klub di ajang Liga Champions, Real Madrid dan FC Porto.

Tak hanya menjadi pemegang penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, Iker Casillas juga merupakan pemain asal Spanyol pertama yang bisa mencatatkan rekor tersebut. Dengan caps-nya yang mencapai 188, kiper yang kini berusia 38 tahun itu meraup koleksi tiga trofi Liga Champions bersama Real Madrid.

Untuk sementara, pria yang belum lama ini dikabarkan hendak mencalonkan diri sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tersebut memang ada di urutan teratas pemegang caps terbanyak di Liga Champions.

Namun, status itu bisa digusur bekas koleganya di El Real, Cristiano Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu sejauh ini sudah mengoleksi 184 caps. Padahal, Ronaldo masih aktif bermain, dan klubnya sekarang, Juventus, juga berpeluang melaju sejauh mungkin di Liga Champions 2019-2020.

Hanya, apresiasi tetap pantas diberikan pada Casillas, yang dianggap sebagai salah seorang kiper terbaik di jagat sepak bola. Belum lagi, hingga saat ini tak banyak pemain asal Spanyol yang memiliki catatan seperti yang ditorehkannya.

Berikut ini empat pemain asal Spanyol yang mencatatkan penampilan terbanyak di Liga Champions, tentu saja termasuk Iker Casillas.

1. Iker Casillas (188 penampilan)

Di urutan pertama ada legenda Real Madrid, Iker Casillas. Kiper kawakan Spanyol itu telah berpartisipasi di ajang Liga Champions dalam 118 penampilan bersama Real Madrid dan raksasa Portugal, FC Porto.

Namun, Iker Casillas lebih banyak melakoni pertandingan bersama El Real.

Selama mengikuti ajang Liga Champions, Iker Casillas telah menjuarai tiga trofi.

2. Xavi Hernandez (173 penampilan)

Xavi Hernandez menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya bersama Barcelona. Xavi Hernandez menjadi pemain Spanyol kedua dengan penampilan terbanyak di ajang Liga Champions, setelah Iker Casillas.

Xavi Hernandez kini telah pensiun sebagai pemain sepak bola. Kini Xavi Hernandez menjadi pelatih klub Qatar, Al Sadd.

Selama bermain di Liga Champions, Xavi Hernandez merengkuh empat trofi Liga Champions, yang semua diraihnya bersama Blaugrana.

Baca Juga : 4 Pemain Legenda Sepak Bola Yang Terpopuler

3. Pepe Reina (171 penampilan)

Pepe Reina menjadi kiper kedua asal Spanyol yang mencatatkan namanya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions. Beda dengan Iker Casillas, Pepe Reina menjalani pertandingan Liga Champions bersama lebih dari dua klub.

Klub yang beruntung mendapatkan jasa kiper berusia 37 tahun ini adalah Barcelona, ​​Villarreal, Liverpool, Napoli, Bayern Munchen, AC Milan.

Saat membela klub-klub itu, Pepe Reina mencatatkan menit bermain di Liga Champions.

Saat ini Pepe Reina kembali ke Premier League bersama Aston Villa setelah meninggalkan AC Milan.

4. Raul Gonzalez (161 penampilan)

Kolega Iker Casillas di Real Madrid dan Timnas Spanyol, Raul Gonzales, menjadi nama terakhir yang berhasil menembus penampilan lebih dari 150 laga di Liga Champions.

Raul Gonzalez mencatatkan 161 penampilan dari kebersamaannya bersama Real Madrid dan Schalke 04.

Dari jumlah 161 itu, Raul Gonzalez lebih banyak mencatatkan menit bermain di Liga Champions bersama Real Madrid ketimbang Schalke 04.

Selama tampil di Liga Champions, Raul Gonzalez mengoleksi tiga trofi dan 71 gol.

Foto Hristo Stoichkov

Hristo Stoichkov

Hristo Stoichkov – Hristo adalah salah satu bintang dari Tim Impian dan salah satu pemain paling populer banyak penggemar tahun 1990-an,semua untuk sepak bola dan semangat juangnya yang luar biasa.menjadikannya pemain depan yang sangat efisien,dengan kecepatan tinggi dan naluri mencetak gol.Dia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia untuk waktunya,dan merupakan salah satu dari sedikit pemain Barca yang telah memenangkan Piala Eropa (1992), Sepatu Emas (1990) dan Ballon d’Or (1995).

Dia adalah orang yang karismatik baik di dalam maupun di luar lapangan, dan dengan tulus berjuang untuk Barcelona, yang selalu siap dia bela secara berani dan intens.Hristo Stoichkov lahir di Plovdiv (Bulgaria) pada tahun 1966.

Baca juga :

 

 

Karir

Musim bersama klub: 1990-95 dan 1996-98
Pertandingan yang dimainkan: 336
Gol dicetak: 162

Penghargaan

1 Piala Eropa (1991/92)
1 Piala Spanyol (1996/97)
2 Piala Super Eropa (1992 dan 1997)
5 Liga (1990/91, 91/92, 92/93, 93/94, dan 97/98)
2 Copa del Rey (1996/97 dan 97/98)
4 Piala Super Spanyol (1991, 1992, 1994 dan 1996)
2 Copa Catalunya (1990/91 dan 92/93)

foto Ricardo Zamora

Ricardo Zamora

Ricardo Zamora masih dianggap sebagai kiper terbaik di paruh pertama abad ke-20. Putra dari orang tua yang kaya, dia seharusnya menjadi dokter namun Zamora mengabaikan nasihat ayahnya yang ingin anaknya mengikuti jejaknya.. Zamora awalnya memainkan permainan Basque dari pelota,debut pertamanya menjadi  pemain sepakbola sebagai penjaga gawang pada usia 15 tahun di klub Deporvito,Spanyol Barcelona dan pada 1917-18 mereka menjadi juara di Catalonia.

dia mulai sekolah kedokteran setelah kematian ayahnya, tapi segera mundur. Dari 1919-22 dia bermain untuk FC Barcelona, dua kali memenangkan Copa del Rey. Dia memulai penampilan internasional pertamanya di Antwerpen pada tahun 1920 dan dinilai sebagai kiper terbaik turnamen. Dari 1922-30 dia bergabung ke Barcelona,memenangkan final Piala ketiganya.

Pada tahun 1924, Zamora berpartisipasi dalam turnamen sepakbola Olimpiade keduanya di Paris, di mana Spanyol tersingkir oleh gol bunuh diri. Pada tahun 1928 ia meraih topi ke-26 dalam pertandingan internasional ke-26 Spanyol tetapi sebagai seorang profesional ia tidak dapat bersaing di Olimpiade 1928.Pada 1930-36 Zamora bermain untuk Real Madrid, menjadi Juara Spanyol 1931-32 dan 1932-33 dan dua kali menjadi pemenang Piala, pada 1934 dan 1936. Pada Piala Dunia 1934 ia mengalami cedera di perempat final dan Spanyol kalah dalam pertandingan ulang .

Pada 1936 ia memainkan pertandingan internasionalnya yang ke-46 dan terakhir melawan Jerman, termasuk 24 kali sebagai kapten. Karena Perang Sipil di Spanyol, Zamora pergi ke Prancis setelah ditahan sebentar oleh Negaranya.Zamora adalah pemain-pelatih di Olympique Gymnaste Club de Nice di musim aktif terakhirnya, 1938-1939. Pada akhir Perang Sipil dia kembali ke Spanyol dan melatih klub-klub yang berbeda, dan dua kali Juara Spanyol bersama Atletico Madrid (1939-40, 1940-41). Pada 1948 Zamora adalah direktur teknis di Barcelona dan melatih tim nasional Spanyol untuk dua pertandingan pada tahun 1952.

Dia kemudian bekerja sebagai pelatih di Venezuela, kembali pada tahun 1955 dan untuk beberapa tahun terlibat di Spanyol Barcelona,The Ricardo Zamora Trophy (Piala Ricardo Zamora,Penghargaan kepada Zamora) diberikan setiap tahun di Spanyol kepada penjaga gawang di La Liga dengan gol terendah kebobolan pada rasio permainan yang dimainkan.