Pelatih-PSG-Merebut-Kemenangan-Piala-Mahal-Di-Perancis

Pelatih PSG Merebut Kemenangan Piala Mahal Di Perancis

legenda-sepakbola  – Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menyebut sukses timnya jadi juara Piala Prancis sebagai ‘kemenangan mahal’, karena harus kehilangan Kylian Mbappe jelang bertemu Atalanta di Liga Champions.

Les Parisians mengamankan kemenangan 1-0 atas Saint-Etienne di final Piala Prancis, Sabtu (25/7) dinihari tadi, berkat gol tunggal Neymar di babak pertama. Namun, Mbappe terpaksa ditarik keluar di menit ke-31 setelah dijegal kapten St Etienne, Loic Perrin, yang akhirnya diusir wasit.

Bintang muda Prancis itu tampak tertatih-tatih saat meninggalkan lapangan, dan dikhawatirkan alami cedera yang cukup serius. Apalagi, Mbappe harus menggunakan kruk saat ikut merayakan kemenangan timnya.

Setelah gelaran tersebut, Tuchel mengaku khawatir dengan kondisi bintang andalannya tersebut. “Saya tidak punya berita baru saat ini. Semua orang pastinya khawatir setelah melihat foto-foto dari cederanya. Tentu saja, saya sangat khawatir,” ujar Tuchel kepada Eurosport, seperti dilansir Mirror.

Pelatih PSG berusia 46 tahun itu sekali lagi berhasil membawa timnya mengamankantrofi Ligue 1 dan dua ajang perebutan piala. Tapi cederanya Mbappe dikhawatirkan bisa mengakhiri harapan raksasa Paris merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Les Parisians belum pernah mencapai empat besar sejak klub itu diambil alih jutawan asal Qatar. Tapi, Neymar dan kawan-kawan akan berlaga di perempat final melawan Atalanta bulan depan.

Mereka dapatkan lawan yang sangat menarik saat drawing, dan akan hadapi klub Italia itu sebelum melaju ke semi-final dan berpeluang bertemu RB Leipzig atau Atletico Madrid. Namun PSG hampir tidak pernah merumput selama beberapa bulan terakhir ini, setelah Liga Prancis musim ini dihentikan.

Baca Juga : Pemain Spayol Liga Champion Dengan Penampilan Terbanyak

Final Piala Prancis yang mereka menangkan dinihari tadi bahkan menjadi pertandingan pertama mereka sejak Maret 2020, dan Tuchel mengakui ada banyak hal yang harus mereka perbaiki.

“Ya, kami memang menang. Dalam sebuah laga final, kemenangan memang sangat penting, tapi kami alami kesulitan karena beberapa alasan,” tandas pelatih PSG asal Jerman itu.

“Ada banyak hal yang harus dianalisa dan dibenahi. Itu bagus, tapi ini benar-benar kemenangan yang mahal,” tambahnya.

“Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Saint Etienne, mereka selalu mendapat kartu merah di 30 menit pertama. Saya tidak memberi tahu Anda apa yang dikatakan di ruang ganti sebelumnya, dan di samping itu, kami juga mendapat tiga kartu kuning,” ujar Tuchel.

“Semuanya berjalan sulit, meskipun kami unggul secara numerik. Ini pertandingan kompetitif pertama (sejak liga dihentikan), tapi kami banyak kekurangan walau kami jadi favorit,” tambahnya.

“Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua, dan saya ingat tahun lalu saat kami kalah setelah memimpin 2-0. Kepuasannya kami tetap menang. Kami tidak kebobolan gol dan tidak marah bahkan saat kami tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.