Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani

Daftar Wasit Legendaris Pemberani – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang wasit permainan sepak bola yang dikenal sebagai sosok pemberani.

1. Pierluigi Collina
Pierluigi Collina merupakan wasit yang aktif dari tahun 1995 hingga 2005.
Karena ketegasan, keadilan, dan dedikasinya, Collina meraih predikat wasit terbaik FIFA enam kali berturut-turut.
Collina dianggap sebagai wasit terbaik dunia sepanjang sejarah sepak bola.
Collina menjadi wasit di pertandingan penting seperti final Piala Dunia 2002 dan final Liga Champions 1999.
Collina dikenal sebagai wasit yang tegas dan memiliki tatapan mata tajam layaknya burung Elang.
2. Markus Merk
Markus Merk merupakan salah satu wasit yang memimpin Liga Jerman.
Merk menjadi wasit terbaik Jerman enam kali berturut-turut dan memenangkan tiga gelar wasit terbaik dunia.
Merk memulai debutnya di usia yang sangat muda pada tahun 1988, saat itu usia Merk masih 25 tahun.
Pada tahun 2008, Merk menyatakan pensiun.
Pertandingan terakhir yang dipimpin Merk adalah pertandingan Bayern Muencen kontra Hertha Berlin.
3. Howard Webb
Wasit Liga Inggris, Howard Webb dianggap salah satu wasit legendaris di dunia sepak bola.
Webb merupakan wasit yang aktif dari tahun 2005 hingga 2014.
Tahun 2010, Webb menjadi wasit di Liga Champions dan final Piala Dunia 2010.
Webb pensiun pada tahun 2014.
Karena dedikasinya, Webb menjadi salah satu wasit yang dikenang masyarakat.
4.Rinaldo Barlassina
Wasit ini menetap di Bergamo dan memulai karir wasitnya di tahun ’20-an dan karir internasionalnya di tahun ’27-an. Secara keseluruhan, ia memimpin 158 pertandingan Serie A (ia melakukan debutnya di tahun ’29 -30), 63 laga internasional, 18 laga Piala Eropa (cikal bakal Piala Champions) termasuk final tahun 1931 dan 1936 (masing-masing di Wina antara First dan Wac dan di Praha antara Sparta dan Austria Wina) dan juga memimpin 9 laga kejuaraan asing.
Dia adalah orang Italia pertama yang menjadi wasit putaran final Piala Dunia dan  mencatatkan rekor bersama dengan Vincenzo Orlandini dan Luigi Agnolin yang berhasil memimpin dua edisi piala dunia berturut-turut antara lain laga Hungaria-Mesir (perdelapan final), Jerman-Swedia (perempat final) dan Cekoslowakia -Germany (semifinal) edisi piala dunia 1934 dan perempat final Hongaria-Swiss edisi piala dunia 1938. Dia mendapatkan Mauro Award pada tahun 1936-37 tidak lama kemudian dia meninggal menyusul luka-luka yang sangat serius akibat kecelakaan di jalan.
Selain menyibukkan dirinya dengan aktivitas sebagai wasit, ia juga mengabdikan dirinya dengan penuh semangat untuk kegiatan jurnalistik. Dia sebenarnya pencipta dan animator publikasi untuk perusahaan penerbitan olahraga “Agenda Barlassina” yang terkenal dan diterbitkan tanpa terputus dari tahun ’33 hingga tahun ’42 sebelum akhirnya ditangguhkan karena perang oleh perusahaan asuransi Venice. Ia tentu saja dapat dianggap sebagai salah satu wasit Italia terbaik sebelum perang karena kecermatannya memimpin suatu pertandingan.